Tag Archives: Kota Padang

Jagung Super Manis

Buat yang suka aneka olahan jagung manis, disini nih tempatnya, di Jagung Super Manis F1 Aina Cabang Payakumbuh. Belokasi disebelah kanan kampus STTIND (Sekolah Tinggi Tekhnik Industri) Tabing, Kota Padang. Disini dijual makanan yang mayoritas bahan utamanya adalah jagung, yaitu:

  • Bubur jagung Rp 5.000,-/gelas kemasan.
  • Risoles jagung @ Rp 1.000,-.
  • Tahu isi jagung @ Rp 1.000,-.
  • Donat jagung @ Rp 3.000,-.
  • Roti goreng jagung @ Rp 3.000,-.
  • Jagung kelapa (kemasan dingin) @ Rp 2.500,-
  • dll.

Selain itu, juga dijual makanan tanpa bahan dasar jagung, seperti kerupuk kentang yang telah dikemas perbungkus. Disini juga sedia minuman dingin seperti air mineral dan minuman kemasan botol lainnya.

Museum Adityawarman & Taman Melati

Museum Adityawarman

Museum ini terletak satu kawasan dengan Taman Melati. Disini mempublikasikan berbagai hal tentang budaya Minangkabau, seperti: jenis-jenis rumah gadang macam-macam perhiasan Minangkabau, alat pertukangan, hewan yang diawetkan, dll.

Berbeda dengan museum lainnya, museum ini buka pada hari Selasa s/d Minggu, Senin TUTUP. Pada hari Selasa s/d Sabtu buka dari pukul 08.00-16.00 WIB. Khusus hari Minggu, buka dari jam 08.00-18.00 WIB. Tiket masuk untuk Dewasa Rp 2.000,- dan Anak-anak Rp 1.000,-.

Untuk ke lokasi ini bisa melalui beberapa pintu masuk. Ada 3 pintu masuk yaitu di seberang Taman Budaya, di seberang Bank Mandiri dan di seberang SMA Don Bosco Padang. Namun, untuk saat ini lokasi pintu yang terakhir sepertinya ditutup karena ada renovasi Monumen Gempa.

Taman Melati

Sementara, di Taman Melati, yang menjadi bagian halaman dari museum ini, terdapat arena bermain anak-anak dan tempat bersantai. Selain itu, disini juga terdapat Monumen Gempa 30 September 2009 dan pesawat terbang yang mirip dengan yang di Museum Perjuangan “Tri Daya Eka Dharma” Bukittinggi. Dari hasil wawancara, security menginfokan bahwa pesawat itu adalah pesawat yang sebelumnya berada di Solok yang dipindahkan ke Padang pada tahun 1977.

Tugu Proklamasi

Referensi

Informasi yang saya posting disini didapat dari Museum Adityawarman dan telah mendapat izin dari penjaga (ruang rumah gadang) pada 28 Juli 2015. Beberapa informasi lainnya didapat dari hasil wawancara dengan security yang dinas jaga pada 27 Juli 2015 dan hasil wawancara dengan seorang pekerja renovasi Monumen Gempa 30 September 2015. Informasi lebih lanjut, kunjungi Welcome To Museum Adityawarman (website resmi).

Air Terjun Lubuk Hitam (Aia Tajun Tigo Tingkek Lubuak Itam)

Air terjun dengan ketinggian > 600 m di atas permukaan laut ini terletak di kaki Bukit Barisan, Bungus, di jalan Padang menuju Pesisir Selatan. Tepatnya, dari Padang, sesudah Polsek Bungus, lalu belok kiri, ada jalan beton, menempuh perjalanan sekitar 5 menit dari jalan besar (dengan kendaraan bermotor). Disini tersedia tempat parkir dengan biaya Rp 5.000,-. Selanjutnya, kita perlu berjalan kaki sekitar 15 menit dari kaki bukit ke lokasi air terjun. Perkiraan waktu ini buat yang terbiasa hiking/mendaki, yang tidak terbiasa biasanya membutuhkan waktu lebih. Karena, kita mesti berjalan kaki dan mendaki (sedikit curam) dengan kemiringan 45 derjat. Namun, untuk viewnya, dilihat ke arah belakang, tampak pemandangan Bungus dan laut nan elok (Dayak & Trendnews, 2015).

Dayak, teman saya, bilang mungkin sekarang sudah menggunakan tiket masuk dan penanda jalan, karena dia pernah kesini sekitar tahun 2012 dimana wisata ini masih belum familiar, hanya penduduk sekitar atau orang-orang tertentu yang hobby saja yang datang ke lokasi ini. Saat itu (2012), disana belum ada yang jualan ataupun fasilitas lainnya, masih sangat pure natural. Jadi, mesti bawa bekal, makan di dekat sana memberi nuansa alam. Menurutnya, waktu yang paling bagus untuk kesini adalah pagi hari (Dayak, 2015).

Tempat ini memang lebih dikenal dengan nama Air Terjun Lubuk Hitam, namun orang Bungus Teluk Kabung menamainya dengan Aia Tajun Tigo Tingkek Lubuak Itam, karena memiliki 3 tingkatan. Anda bisa melihat tingkatan ketiga saat melalukan perjalanan Padang – Pesisir Selatan, menoleh saja ke sebelah kiri, terlihat jelas dari jalan besar, sangat indah.. (Trendnews, 2015).

Referensi
  • Dayak. 2015. Wawancara pada 23 Juli 2015. Dayak ke lokasi sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu (2011/2012).
  • Trendnews. 2015. Objek wisata Air Terjun Lubuk Hitam, Bungus, Padang. Diakses pada 23 Juli 2015.

Angkot Padang

Padang is one of the famous city for mini transportations in Indonesia. We called them angkot, the rutes are classified by colours. White (on the picture) for Pasar Raya Padang to Labor or Tabing&Singgalang (look at the merk, different trip), then orange for Pasar Raya Padang to Lubuk Buaya, yellow from Basko Hotels to Pasar Siteba, red for Pasar Raya Padang to Gadut or Indarung (look at the merk, different trip), etc. The price is Rp 4.000,-.

Di Indonesia, angkot (angkutan kota) Padang cukup terkenal karena dekorasi-dekorasi kreatif dari para sopir atau pemiliknya.. Disini rata-rata angkot dikenal dengan warnanya atau dengan kode tertentu 🙂

  • Rute Pasar Raya Padang
    • Terminal di depan Masjid Muhammadiyah
      • Putih (Liat plangnya, alurnya beda)
        • Tabing & Singgalang — Pasar Raya
        • Labor — Pasar Raya
      • Orange /orens/ (419)
        • Lubuk Buaya (Lubay) — Pasar Raya
      • Biru langit
        • Jati atau Siteba — Pasar Raya
      • Biru tua (dongker)
        • Pegambiran — Pasar Raya
    • Terminal di depan Toko Bata, lewat depan Gedung Balai Kota Padang
      • Merah (liat plangnya, alurnya beda)
        • Gadut — Pasar Raya
        • Indarung — Pasar Raya
    • Terminal di depan Balai Kota Padang.
      • Biru tua (dongker), kenali angkotnya berdasarkan kode.
        • 401 Jondul — Pasar Raya
        • 403 Banuaran — Pasar Raya
        • 405 Cendana — Pasar Raya
        • 433 Teluk Bayur — Pasar Raya
    • Terminal antara Gedung Balai Kota dan Polresta Kota Padang
      • Biru tua (dongker)
        • 404 Palinggam — Pasar Raya
          • Ini terpisah dari angkot di terminal depan Gedung Balai Kota Padang karena menggunakan sistem antri.
  • Rute Simpang Tinju
    • Kuning jurusan Siteba, angkot ini parkir di depan Basko Hotel — Simpang Tinju (Tugu Extra Jos) — Siteba.
  • Rute Tunggul Hitam
    • Putih (lihat mereknya, biasanya selalu ada label Tg. Hitam diselipkan di kaca depan).
      • Rute Tunggul Hitam — Basko — berbelok di bundaran Adipura/DPRD melalui SPBU Ulak Karang — Air Tawar (lewat depan simpang kampus UNP) — berbelok di belokan Simpang Tunggul Hitam — Simpang Tunggul Hitam — Tunggul Hitam dan sekitarnya.
    • Kuning (mirip dengan angkot jurusan Simpang Tinju).
  • Rute Pasar Baru atau Kampus UNAND Limau Manis
    • Hijau daun.
      • Parkir di Pasar Baru, Limau Manis dan di Jl. Permindo (di depan toko Hawaii dulu, didekat Bioskop Mulia).
      • Parkir sementara di depan RRI, simpang Jl. Sisingamangaraja (Jati), simpang Toko Buku Sari Anggrek, atau Simpang Pattimura (depan Sate KMS).
      • Rute: Pasar Baru — Simpang Anduring — Simpang By Pass — Sawahan — belok kiri ke Ganting — belok kanan di RST (Rumah Sakit Tentara) Reksodiwiryo — Tarandam (Apotik Tarandam, RS BMC, Sekretariat YARSI Sumbar) — belok kanan ke POS pusat — ada yang belok dan masuk dalam Pasar Raya, tapi rata-rata langsung dan baru berbelok di bundaran seberang RRI — Jl. Ratulangi (Radio Arbes FM, Bimbel GO), kadang ada juga yang berbelok disamping GO (Ganesha Operation) ini untuk masuk ke dalam Pasar Raya, supaya dekat menunggu penumpang dan parkir di Jl. Permindo (di depan toko Hawaii dulu) — Simpang Toko Buku Sari Anggrek — berbelok ke Jl. Pattimura (lewat depan Sate KMS) — Jl. A. Yani  (lewat GO dan KFC) — Khatib — belok di RRI — Jl. Sisingamangaraja — Jati — Sawahan — Simpang By Pass — Simpang Anduring — Pasar Baru. Kadang ada yang langsung ke kampus UNAND Limau Manis, tapi sangat jarang, termasuk beberapa diantaranya hanya sampai Bidan Ani, Jamsek, atau simpang UNAND saja.
      • Khusus rute kampus UNAND Limau Manis, parkir di seberang Halte Pasar Baru, ongkos berkisar Rp 2.000,- hingga Rp 3.000,-.
    • Biru kombinasi.
      • Rute: Pasar Baru — Simpang Anduring — Simpang By Pass — Sawahan — simpang Jati — perempatan Pasar Raya (Khatib) — berbelok di bundaran seberang RRI — Jl. Ratulangi (Radio Arbes FM, Bimbel GO) — Simpang Toko Buku Sari Anggrek — berbelok ke Jl. Pattimura (lewat depan Sate KMS) — Jl. A. Yani  (lewat GO dan KFC) — Khatib (lewat simpang RS Yos Sudarso & SMAN 10 Padang) — belok Jl. Mangunsakoro — belok di Jati Adabiah — Jati (lewat RSUP Dr. M. Djamil Padang) — Sawahan — Simpang By Pass — Simpang Anduring — Pasar Baru.
      • Khusus rute kampus UNAND Limau Manis, parkir di seberang Halte Pasar Baru, ongkos berkisar Rp 2.000,- hingga Rp 3.000,-.
  • Rute Anduring
    • Merah muda ngejreng dengan rute Simpang Anduring — Simpang By Pass — Sawahan — simpang Jati — perempatan Pasar Raya (Khatib) — berbelok di bundaran seberang RRI — Jl. Ratulangi (Radio Arbes FM, Bimbel GO) — Simpang Toko Buku Sari Anggrek — berbelok ke Jl. Pattimura (lewat depan Sate KMS) — Jl. A. Yani  (lewat GO dan KFC) — Khatib — belok di RRI — Jl. Sisingamangaraja — Jati — Sawahan — Simpang By Pass — Simpang Anduring — Anduring.
  • Rute Belimbing
    • Merah tua dengan rute Belimbing — Simpang By Pass — Sawahan — Ganting / RST (Rumah Sakit Tentara) Reksodiwiryo — Tarandam — POS pusat — Jl. Ratulangi — Simpang Toko Buku Sari Anggrek — Jl. Pattimura — Jl. A. Yani — Khatib — RRI — Jl. Sisingamangaraja — Jati — Sawahan — Simpang By Pass — Belimbing.

Terminal tersebut maksudnya tempat perhentian sementara atau perputaran akhir angkot dan bus, kecuali di Terminal antara Gedung Balai Kota Padang dan Polresta Padang. Sekarang rata-rata ongkos Rp 4.000,- sejak BBM naik, kecuali jarak dekat bisa dibayar dengan ongkos Rp 2.000,- atau Rp 3.000,-.

Cara Bikin Paspor Biasa 48H Di Kota Padang

Hayooo… Buat para pemula, masih ada ga sih yang belum bisa ngurus paspor sendiri (walaaah, songooong.. 😀 ). Gini nih caranya.

  • Berkas yang harus disiapin, masing-masing 1 lembar:
    • Foto copy KTP yang masih berlaku (depan belakang dalam 1 lembar kertas HVS A4)
    • Foto copy KK (Kartu Keluarga)
    • Foto copy Akte Kelahiran
    • Surat Pernyataan yang ditandatangani diatas materai 6000
    • Surat Izin Wali (Orang tua) yang ditandatangani oleh wali diatas materai 6000
  • 2 berkas yang terakhir diatas bisa dibeli di Koperasi yang terletak samping Kantor Imigrasi.
  • Catatan: Semua data harus sama. Jika ada yang beda, ga bakal diproses!
  • Ada 2 cara pengurusan paspor, yaitu manual dan online.
Permohonan Paspor secara Manual

Ini khusus untuk wilayah Padang (Sumbar) dan sekitarnya; untuk daerah lain, saya kurang tau.. 🙂

  • Datang ke Kantor Imigrasi Padang dari jam 05.00-07.30 WIB untuk mengambil nomor antrian.
  • Langsung menuju Pos Security, berikan pada security yang bertugas sebuah map berisi foto copy KTP, foto copy KK dan foto copy Akte Kelahiran; masing-masing 1 lembar.
  • Terima nomor antrian dan selembar formulir.
  • Tulis nama di buku yang telah disediakan.
  • Isi formulir yang diberikan dan datang kembali sekitar jam 08.00 WIB. Catatan: Jangan sampai terlambat!! Lewat dari 3 nomor antrian, maka antrian kita hangus, harus kembali lagi keesokan Subuh untuk mengambil nomor antrian baru, tentunya jangan lupa membawa map berisi 3 berkas foto copy tersebut. Map dan berkas ini baru, karena yang sebelumnya tidak bisa diminta kembali.
  • Jam 08.00 stanbye di Kantor Imigrasi, letakkan map yang berisi berkas lengkap di meja no. 3 dan tunggu panggilan.

Untuk selanjutnya, saya kurang tau prosedur untuk permohonanan manual, karena beralih ke online 🙂

Permohonan Paspor secara Online
  • Daftar online di http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/faces/InetMenu.jsp pilih Pra Permohonan Personal.
  • Download caranya dan ikuti sesuai petunjuk.
  • Pastikan kita standbye dengan email, karena konfirmasinya dilakukan via email.
  • Download Bukti Pengantar Ke Bank yang dikirim [SPRI] Pendaftaran Paspor Online ke email kita dan print.
  • Pada Bukti Pengantar ke Bank tertulis biaya Rp 355.000,-; tapi kita melakukan setoran sebesar Rp 360.000,- ke Bank BNI, karena Rp 5.000,- dikenakan untuk administrasi Bank.
  • Terima Tanda Bukti Pembayaran Imigrasi dari Teller dan cantumkan tanda tangan di tempat yang diarahkan.
  • Buka kembali email dari SPRI dan klik Lanjut, masukkan Jurnal Bank yang tertera pada Tanda Bukti Pembayaran Imigrasi dan pilih jadwal kunjungan.
  • Buka email, download Formulir Surat Perjalanan Republik Indinesia Untuk Warga Negara Indonesia dan print.
  • Datang ke Kantor Imigrasi sesuai dengan waktu yang telah dipilih pada jam 08.00-14.00 WIB. Ini nih keuntungan dari permohonan paspor secara online, kita ga perlu datang Subuh-subuh buat ngambil nomor antrian 😀
  • Bawa berkas yang telah dimasukkan ke dalam map, yaitu: 1 lembar foto copy KTP (depan belakang dalam selembar kertas HVS A4), 1 lembar foto copy KK, 1 lembar foto copy Akte Kelahiran, 1 lembar Surat Pernyataan yang ditandatangani diatas materai 6000 dan 1 lembar Surat Izin Wali (Orang tua) yang ditandatangani oleh wali diatas materai 6000 (2 berkas yang terakhir ini bisa dibeli di Koperasi yang terletak samping Kantor Imigrasi) . Jangan lupa bawa berkas KTP asli, KK asli dan  Akte Kelahiran Asli. Jika tidak, tidak akan diproses sampai kita perlihatkan dokumen asli itu kepada petugas.
  • Letakkan berkas di meja no.2 dan tunggu nama kita dipanggil. Disini kita diwawancara tentang kesesuaian berkas dan tujuan membuat paspor. Setelah itu, map kita dikembalikan dan berkasnya dipindahkan ke map kuning dari Kantor Imigrasi.
  • Kemudian pindah ke meja no.1 setelah dipanggil, sudah ada petugas yang standbye memasukkan data kita ke komputer. Berkas dari meja no.1 akan diopor ke sebuah ruangan dan kita tinggal menunggu nama kita dipanggil untuk mengambil foto, sidik jari dan klarifikasi beberapa data. Serahkan foto copy Tanda Bukti Pembayaran Imigrasi dan simpan yang aslinya.
  • Kembali 3 hari setelahnya untuk mengambil paspor dan bawa Tanda Bukti Pembayaran Imigrasi yang asli untuk pengambilan paspor.

Info lebih lanjut bisa dibaca di http://www.imigrasi.go.id/

Bebek Garang

Hayyooo…siapa yang suka sama hidangan-hidangan dari bebek?? Hm, disini nih tempatnya. Saya lupa ding harganya berapa..Waktu itu ceritanya ada promo porsi gratis nih dari Bebek Garang yang baru buka di samping SPBU Sawahan kota Padang, siapapun mau dooong… Sebelum pesan, mending ditanya dulu, ntar udah ga gratis lagi?? Formalitas doang, beeeeh..ternyata porsi gratisnya emang udah abiiiss!!!!! huaaaa….tapi yo weslah, wong udah duduk, lapper berat juga, biasa mahasiswa Tugas Akhir, ngerti dong nasibnya, hee…Saya pesan bebek yang pedas waktu itu (tapi lupa apa namanya) ples air mineral (rasanya emang mineral doang deh), kena Rp 45.400,-. Weeew.. Jajan buat 2 hari 😀 Tapi sesuai, masakannya emang OK punya, yang kata orang bebek itu rada anyir, hm…berasa makan ayam kok 😀 Kuahnya, pedesnya, manteep…