Tag Archives: South Pesisir

Bukit Langkisau (Langkisau Hill)

Bukit Langkisau

Bukit Langkisau terletak di Pesisir Selatan, dekat dengan Pantai Carocok. Akses kesini sekitar 15 menit dari Bundaran (dengan mobil), belok kanan (dari arah Kota Padang), lurus dan belok kanan (pendakian) sebelum mentok di simpang Pantai Carocok. Pendakiannya cukup curam, namun jalannya bagus. Biaya parkir (mobil) Rp 5.000,-.

Disini ada outbondnya juga, lho.. Dari tempat parkir saja sudah terlihat ada tangga yang tinggi untuk flying fox. Sayangnya, tukang parkirnya bilang, permainan ini cuma diadakan saat lebaran saja 😀

Dari tempat parkir, kita mendaki jenjang (mirip Jenjang 40 di Bukittinggi, tapi lebih pendek). Sesampai di atas, berjalan sedikit dan belok ke kiri. Pemandangannya indah… rancak bana!! Dari atas ini pandangan kita lepas!! Langit biru luas nan cerah.. hamparan laut dengan beberapa gugusan pulau.. pemukiman penduduk.. pantai.. Waah, luar biasa!! Nah, jika belok ke kanan, di samping bangunan yang menyerupai rumah atau mungkin lebih tepatnya villa/resort itu, ada sepasang buaian mengarah ke tebing, mantaplah pokoknya! 😉

Yang menarik, disini sering diadakan festival tahunan, namanya Festival Langkisau. Dari yang saya dengar, euforia pengunjung sangatlah luar biasa, bahkan banyak yang berharap berkunjung kesini disaat festival berlangsung agar tidak melewatkan moment tersebut 🙂

Oya, disini juga ada Simpai, hewan sejenis monyet/kera yang berekor panjang, berwarna abu-abu hingga gelap dengan warna bulu kecoklatan di tulang punggung hingga batok kepalanya. Mereka memang tidak mengganggu, namun ada yang menyarankan agar tetap waspada dengan yang lebih dewasa, tapi so far so goodlah.. 😉

Lainnya
Advertisements

Pulau Cingkuak (Cingkuak Island)

Pulau Cingkuak

Pulau Cingkuak terletak di seberang Pantai Carocok, Pesisir Selatan. Akses kesini menggunakan Boat dengan ongkos Rp 10.000,-/orang. Nanti kita akan ditawari apakah ingin mengelilingi pulau atau langsung ke pulau. Jika kita memilih berkeliling, kita harus menambah ongkos kapal sebesar Rp 5.000,-/orang. Jika langsung, sekitar 5 menit sudah bisa menginjakkan kaki di Pulau Cingkuak. Uniknya, setelah turun dari kapal, kita tidak langsung menginjaki bibir pantai, tapi melewati tumpukan galon (seperti galon minyak) yang telah disusun rapi dan sangat aman.

Ombaknya tenang, kapalnya juga tenang, pemandangan sekitar luar biasa indah… Pasir putih nan elok menyambut dengan hangat 🙂 Selain itu, disini terdapat aneka permainan yang siap menguji adrenalin, seperti: Jetski (Rp 100.000,-/orang), Donat Boat (Rp 25.000,-/orang) dan Banana Boat (Rp 20.000,-/orang).

Eits, disini juga banyak umang-umang, lho… ikan pantai dan juga kepiting kecil-kecil. Serru….!!! Namun, buat yang hobby renang atau bersnorkling ria, hanya boleh berenang di sayap kanan pulaunya saja. Sayap kiri memang lebih indah kelihatannya, tapi disini lagi banyak terumbu karang yang dibudidayakan, jadi tidak boleh diusik 🙂

Selain tempat wisata, Pulau Cingkuak juga bernilai sejarah. Disini terdapat sisa-sisa Benteng Portugis. Penasaran?? Cus, kunjungi Pulau Cingkuak 😉

Nah, dari sisi kiri pulau ini bisa terlihat Pulau Batu Naga yang kabarnya terdapat batu kepala naga disana. Konon, menurut dongeng tetua setempat, dahulunya Naga yang berasal dari Negeri Cina itu pergi ke Indonesia; karena suatu hal, ia mati dan menjadi batu, namun yang tertinggal hanyalah kepalanya. Tempat itu juga dikenal sebagai Pulau Siput, karena mirip dengan siput yang sedang berjalan (Informasi dari Weni, 25/11/15).

Lainnya

Jembatan Akar (Aka Bridge)

Jembatan Akar

Seperti namanya, jembatan ini terbentuk dari pertautan 2 akar pohon yang saling berseberangan yang membentang di atas aliran Batang Bayang di Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Diperkirakan, umur jembatan ini sekitar 100 tahun (BEM SI UNAND 2015).

Jembatan ini memiliki panjang + 25 meter dan semakin kuat seiring bertambahnya usianya. Konon, jembatan ini dibangun oleh seorang ulama bernama Pakih Sokan (BEM SI UNAND 2015).

Referensi
  • BEM SI UNAND 2015
Lainnya

Puncak Mandeh (Mandeh Top)

Puncak Mandeh

Objek wisata ini pernah dijuluki sebagai Raja Ampat-nya Sumatra. Terletak di Kecamatan Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan. Lokasi ini dinamai Puncak Mandeh karena berdekatan dengan Desa Mandeh yang merupakan bagian tengah dari Teluk Carocok Tarusan. Dari puncak ini, tampak aneka pulau berpencar dihamparan laut nan biru. Langit yang cerah membiaskan warna yang cantik di permukaan laut. Udaranya sejuk.. Pepohonan disekitarnya melindungi kita dari silaunya cahaya matahari.

This is known by Raja Ampat of Sumatra, because they are alike. Mandeh Top located in Koto XI Tarusan Subdistrict, South Pesisir Regency, West Sumatra. The name is given because it is near Mandeh Village, the middle of Carocok Bay Tarusan. There is very beautiful place.

Referensi
  • BEM SI UNAND 2015.
Lainnya

Cingkuak Island