Tag Archives: Takoyaki

Restoran Bubu ‘Tongkrongan Internasional Di Tokushima’

Takoyaki & Okonomiyaki

Masakan tradisional jepang seperti takoyaki dan okonomiyaki bukanlah sesuatu yang baru bagi perantau asal Indonesia. Boleh dibilang, di seantero kota besar hingga kecil di Indonesia bisa ditemukan dengan mudah!

Beda cerita kalau sudah berkunjung ke Jepang. Sebut saja takoyaki yang menjadi makanan khas dari Osaka, tidak hanya tersedia di Osaka saja, tapi juga di berbagai wilayah di Jepang, termasuk salah satunya di Tokushima, Pulau Shikoku.

Begitu juga dengan okonomiyaki. Masakan yang bisa disebut “bakwan ala Jepang” ini berdasarkan tempatnya terbagi menjadi 3 style: Kansai style, Hiroshima style dan Tokyo style. Perbedaan dari masing-masing style ini bisa dilihat dari jenis teppan (tempat penggorengan yang berbentuk datar) yang digunakan, kombinasi adonan dan proses pembuatannya.

Restoran Bubu

Di Tokushima, ada beberapa tempat yang recommended banget buat menyantap kuliner khas jepang. Namun, salah satu yang paling populer adalah 広島風お好み焼きとたこ焼きおやつshop Bubu (Hiroshima-fu Okonomiyaki & Takoyaki Oyatsu-shop Bubu).

Restoran ini merupakan usaha keluarga yang dirintis oleh Bubu san sebagai owner dan dibantu oleh sang istri yang akrab dipanggil Mama. Pengolahan hingga penyajian masakanpun dihandel oleh duo master of japanese food ini.

Selain menu utama yang perfekto lezatto, okonomiyaki dan takoyaki, Bubu san juga menyediakan aneka menu pilihan lainnya seperti yakisoba (mie goreng), yakiudon, kushikatu, bahkan ada juga nasi goreng!! Masakan ini dibandrol dengan harga yang cukup ekonomis, mulai dari ¥450 alias 450 yen saja!

Buat pengunjung yang muslim, meskipun dengan keterbatasan tempat pembuatan (masih dengan teppan yang sama), Bubu san menyediakan adonan yang boleh dikonsumsi oleh para muslim. Dalam pengolahannya, dipisah dengan yang non-halal.

Ceritanya, dulu Bubu san pernah tinggal lama dengan orang Indonesia yang menetap di Tokushima, kemudian beliau mempelajari budaya Islam. Dan, terinspirasi untuk membuat masakan yang bisa dikonsumsi oleh para muslim. Tidak tanggung-tanggung, beliau juga menyediakan tempat ibadah beserta perangkat shalat buat para muslimin yang hendak beribadah. Bahkan, ada penunjuk arah KIBLAT-nya juga!!

Tak kalah menarik, khususnya untuk pengunjung dari Indonesia, saus sambal yang digunakan didatangkan langsung dari Indonesia! Bener-bener T.O.P daah.. Maknyus!!

Buat pecinta manga, restoran minimalis ini juga menyediakan pustaka mini yang menjejerkan aneka komik. Pengunjung bisa memilih edisi sesukanya dan pastinya free alias gretong!

Tongkrongan Internasional

Di warung Bubu, pengunjung asing tidak perlu pusing harus memikirkan bagaimana cara memesan dalam bahasa jepang dan sebagainya, karena Bubu sendiri bisa berbahasa Inggris dengan sangat lancar. Tidak hanya itu, beliau juga bisa berbahasa Indonesia lho, walaupun dengan kalimat yang cukup sederhana.

Saking banyaknya pengunjung asing yang didominasi oleh pelajar dari berbagai negara, Bubu san sampai mendapatkan piagam penghargaan dari Tokushima. Keren!

Akses & Lokasi

Lokasi kuliner yang delicious ini terletak di depan Sako Station (佐古駅), tepatnya di Sako 2 Bancho 18-5, Tokushima. Akses ke lokasi dari Tokushima Station (徳島駅) bisa menggunakan kereta api JR (Japan Rail) dengan tiket seharga ¥210. Atau, dengan Tokushima City Bus (徳島市バース) turun di Halte 佐古一番町 (Sako Ichiban-chou) dengan ongkos ¥210 dan berjalan sekitar 10-15 menit dari halte.

Gallery

Jajanan Takoyaki Di Tokushima

Siapa yang tak kenal dengan takoyaki, makanan khas jepang ini begitu familiar di kalangan pecinta kuliner di Indonesia. Hampir di berbagai tempat bisa ditemukan; paling tidak, versi kaki lima-nya yang didesain menarik, lengkap dengan aneka dekorasi dan atribut ala jepang-nya.

Makanan berbentuk bola dan berisi potongan gurita ini tersedia dalam berbagai kemasan. Nah, lho.. Buat yang ready di Tokushima, ada beberapa rekomendasi nih..

Takoyaki Ikubee

Jajanan takoyaki yang dikelola oleh seorang obasan (bibi) ini, biasanya buka di sore hari. Disini, tersedia aneka menu takoyaki dengan harga variatif, ¥450-¥500. Berlokasi disamping The Health Service Facility Elderly Garden atau diseberang Halte Kamona.

Bagi yang muslim, berdasarkan wawancara dengan penjual, tidak terdapat bahan seperti babi ataupun lemaknya dan alkohol ataupun sake. Untuk shoyu sendiri, sebenarnya ada yang halal dan juga non halal. Bagi yang ragu bisa dikonfirmasi ulang.

Takoyaki Takosen (たこやきと・たこせん)

Menurut yang jual, takoyaki ini adalah bagian dari takoyaki yang ada di Osaka, tepatnya di dekat Jembatan Ebisubashi, Namba. (Buat para hantu takoyaki mah kudu resign nih kalau ngaku nggak tau 😀✌🏻).

Disini, takoyaki yang disajikan lebih kering dan cruncy tentunya. Untuk sausnyapun, kita bisa memilih mau pakai shoyu atau dashi. 1 porsi berisi 6 buah seharga ¥400. Mobil keliling ini standbye di pelataran parkir Supermarket Kyoei Kamona setiap hari sabtu pukul 09.00-20.00 (waktu setempat).

Bagi yang muslim, berdasarkan wawancara dengan penjual, tidak terdapat bahan seperti babi ataupun lemaknya dan alkohol ataupun sake. Untuk shoyu sendiri, sebenarnya ada yang halal dan juga non halal. Bagi yang ragu bisa dikonfirmasi ulang.

Sedangkan dashi yang dimaksud, dikemas di dalam botol kecil, berasal dari minyak dedaunan. Dari tulisannya プチいちご特製だし汁付けタコ, yang mungkin berasal dari perasa strawbery & gurita. Jika memilih saus jenis ini, diberikan gelas kertas (cup). Caranya, dashi diseduh dengan air hangat dengan perbandingan dashi : air hangat 1:2.

Takoyaki di Itano City

Nah, buat yang suka festival lighting, biasanya setiap tahun ada Itano Illumination di Itano City, Tokushima. Disini, selain yakisoba (mie goreng khas jepang), juga ada takoyaki cruncy seharga ¥400.

Buat yang muslim, silahkan konfirmasi ulang jika ragu. Tapi untuk yakisoba sudah pasti tidak halal, karena dikombinasi dengan daging pork.

Takoyaki di Supermarket

Tidak hanya di tempat khusus, di supermarket-pun bisa ditemukan takoyaki dengan harga ekonomis dan rasa yang enak. Tapi, buat para muslim, selalu cek bahan-bahannya, karena biasanya selalu ada shake didalamnya; kalau tidak dari takoyakinya, berarti dari sausnya.

たこ焼き (Takoyaki)

Takoyaki merupakan makanan tradisional dari Osaka, Jepang. Cemilan berbentuk bola ini tergolong unik, terutama cara pembuatannya.

Bahan utama yang diperlukan untuk membuat takoyaki adalah tako alias gurita. Kemudian, tepung (ada yang dijual dalam kemasan khusus), telur kira-kira 3 butir (sesuaikan dengan petunjuk dibungkus tepung khusus takoyaki, atau sesuai selera), air matang, abon ikan (halus), bawang putih crispy, negi (daun bawang khas Jepang), asinan jahe dan minyak goreng.

Sementara, panci yang digunakan, khusus untuk pembuatan takoyaki yang memiliki bentuk setengah bulat. Jumlah diameter bulatan dalam setiap cetakan relatif, tergantung desain dari produk yang digunakan. Selain ini, ada pengait khusus yang nantinya dipakai untuk membolak-balikkan takoyaki yang setengah kering.

Awalnya, tuang tepung khusus takoyaki ke dalam wadah. Tambahkan telur dan air, aduk rata. Potong tako dengan dengan ukuran sedang. Berikut, potong negi, jangan terlalu halus.

Agar adonan tidak lengket dan mudah diangkat, taburkan minyak goreng seadanya ke dalam cetakan. Settingan api sedang. Lalu, tambahkan bawang goreng crispy, adonan tepung, tako, abon ikan, asinan jahe dan negi.

Ketika masakan setengah matang, gunakan pengait khusus untuk membolak-balikkan takoyaki hingga kering. Dalam hal ini, juga perlu keahlian khusus.

Setelah takoyaki sudah berbentuk bola dan warnanya berubah kecoklatan, angkat dan sajikan. Biasanya, makanan yang enak dikonsumsi selagi hangat ini, ditaburi dengan mayonaise (mayones) dan saus khusus takoyaki yang berwarna coklat. Tapi, di toko tertentu, atau orang tertentu, terkadang mengombinasikannya dengan saus tertentu sesuai keinginan.

Selain penyajian, sebagian besar cara pembuatanpun berbeda-beda. Umumnya, yang dijual di berbagai tempat, terbuat dari adonan tepung yang sudah dicampur dengan bahan-bahan tertentu (seperti: telur) dan tako. Setelah matang, ditambahkan saus khusus dan mayonaise, baru ditaburi negi dan abon ikan (kasar). Sementara asinan jahe, kadang dipisahkan dalam penyajiannya.

Di Indonesia, takoyakipun menjadi salah satu makanan yang cukup favorit, tentunya dengan versi yang beragam pula. Ada yang menambahkan sayur seperti potongan kol ke dalam adonannya. Tapi, soal rasa, tidak terlalu jauh berbeda, karena dibuat dengan bahan utama yang sama, yaitu tako.

Referensi
  • Resep ini diadopsi dari Resep Takoyaki ala ももよ先生。

Takoyaki Enak di Abiko

Takoyaki merupakan makanan tradisional Osaka, Jepang. Cemilan berbentuk bola ini tergolong unik, terutama cara pembuatannya.

Sekitar 15 meter dari Stasiun Abiko pintu 1, ada toko kecil di seberang supermarket gormet (gormeit). Disini ada takoyaki enak yang dijual oleh 2 orang ibu-ibu yang biasa dipanggil dengan sebutan obasan. Bukan hanya punya masakannya saja yang enak dan murah, mereka juga sangat ramah.

Harga takoyaki variatif sesuai porsinya dan cukup ekonomis:

  • Porsi 6 : 290 yen
  • Porsi 8 : 370 yen
  • Porsi 12 : 540 yen

Selain takoyaki, juga ada okonomiyaki (pizza ala Jepang) dan mie goreng, tapi sayangnya ada buta-nya, alias babi, no halal. Tapi, buat yang muslim ataupun advent, jangan kuatir, takoyaki dan 2 masakan ini dibuat dengan wadah terpisah.

Ai Matsuri (愛祭)

Acara pertukaran dua budaya, Jepang dan Indonesia (terutama Minangkabau), ini diadakan pada tanggal 1 Februari kemaren di Taman Budaya Padang. Awalnya nih, ini mau dijadiin moment kumpul keluarga, saya dan adik saya (Unjut) mau ngajak serta ponaan kita sekeluarga buat ngabisin liburan, ternyata sepupu kita ga bisa karena ada kesibukan lain; tapi serunya teteep…Dari parkiran aja udah ketahuan tuh gimana acaranya, padat buangettt…. Padahal ini masih pagi, lho.. Kita disambut aneka stand yang berjejer di kiri-kanan panggung luar. Panggungnya ada 2 ceritanya nih, di luar ini buat penampilan band-band gitu, trus di dalam yang tradisionalnya..

Karena belum sempat sarapan, kita langsung kecentol tuh pas liatin spanduk Rp 10.000,-, Takoyaki???? Apaan tuh?? Makanya, cus.. buruan nyobain… 😀 Wala maaak… gegara kita keburu duluan nongol, kudu suabbarr nih nungguin, yang empunya warung aja mulai kewalahan ngelayanin konsumen yang makin lama makin ngantriin takoyakinya 😀 Siip, kelaaar… Waduuuu, rasanya unik!!! Adik saya langsung magut-magut ngabisinnya, beda banget sama saya yang apa aja mah lewaaat… 😀 Apalagi adonannya ada cuminya, hmm…makanya asam urat betah temanan sama saya 😀 😀

Saya sempat mikir “apa bener acaranya gratis??”, sampe-sampe Unjut jadi jutek ngedengerin pertanyaan beo saya 😀 Habiis, mau masuk aja udah kayak acara besar gitu, paling enggaklah macam malam inagurasi (wong inagurasi aja bayar, toh..), udah gitu.. pas ngikutin acaranya, gilaaaaa….. bagus bangeett….. sering-sering napa diadain yang beginian.. 😀 Pasti dalam hati, siUnjut bilang “Kepo banget sih” hahaha.. Ciyus, lho…bagus!!!!

Pembukaannya ada tarian dari Hasuda Ai (Penari Profesional Jepang), selain solo juga berkolaborasi dengan Didik Nini Thowok (Penari Profesional Indonesia, bawain tari tradisional Jawa), weiz kerrreeeen…..!!! Ada kaligrafi Jepang yang dibikin langsung sama Master of Japanese Caligraphy (Shodoka) bernama Uehira Baikei. Terruuus, ada tari pasambahan juga!!! Jangan tanya kenapa saya terlalu bersemangat, tari pasambahan kali ini beda sama yang saya saksiin sebelum-sebelumnya, luar biasa….. saya aja yang “urang awak” takjub, apalagi yang ga ada darah Minangnya?! Serius, T.O.P!!! Tari ini dibawain sama dancer Sanggar Sofiani, kata Unjut nih (sempat belajar disana), sanggar ini udah bolak-balik luar negeri, lho.. Pantees, OK bangettt…. Acara ini juga jadi kocak gegara penampilan siNinja (Ikuhiko Aoyama) yang suka bergaya ala Kenshin Himura 😀

Saya excited banget sama acara ini, waaah… ga bisa diungkapin dah.. Saya cuma bisa diam tertegun tanpa kata, kecuali sewaktu Cosplay Contest dimulai, baru deh ember sana-sini, jagoin ini, jagoin itu, serrruuuuu……!!!! Trus ga kalah heboh juga Indonesia Traditional Dance (khusus Minang), anak no. 27 jadi pusat perhatian tuh kemaren itu, dia umuran 4 tahunan, ikut lomba tari tradisional Minang, dia hafal tapi kurang PD (Percaya Diri), tapi lama-lama dia mulai enjoy sendiri sama gerakannya dengan lincah menyita perhatian seantro penonton 😀 😀 Jempol deh buat sigadis cilik… Yg no. 1 juga ga kalah heboh ketika ngebawain kombinasi dari beberapa tarian tradisional Minang dan ditutup dengan tari piring, diakhir tari dia nginjakin beling-beling yang berserakan di dalam piring talam dan mecahin piring dengan kedua tangannya, bener-bener akhir yang surprise… sampe yang sibuk fotoin di depan aja kena hujan beling dah 😀 😀 Terakhir saya pernah nonton yang beginian di acara PEDATI di Bukittinggi; itu ga cuma nampilin budaya Indonesia doang, tapi juga berbagai negara lho, ada pameran tanamannya juga.. Suka, suka, suka pokoknya…!!! 😀 Kalau Cosplay, saya favoritin yang terakhir, yang kostumnya ada lampu-lampunya, gila…. Serrruuu……!!!! Rugi banget yang ga nonton…. 😀

Ikut acara ini selain bikin relax pikiran, juga nambah wawasan lho… Hostnya bilang nih, di Jepang, tanggal 3 Februari itu ada tradisi melempar kacang buat ngusir setan (sito) dan makan kacang sebanyak umur kita 😀 Unik….!!! Pas ngelempar kacang itu, kita harus bilang “Uniwa sito, hukuwa uci” 😉

Waaaaa, sayang banget, kami cuma ngikutin sampe sore, coz rumah kita cukup jauh dari situ, jadi ga bisa berlama-lama. Ternyata, setelah saya searching-searching diinternet, acara malamnya keren bangettt… apa boleh buat… 😦

Smoga acaranya lebih sering diadain lagi deh, serruu buangetttt… Tapi eiiits, jangan cuma tarian Minangkabau atau Jawa aja, lho; paling engga, beberapa budaya Indonesia yang lainnya juga dikolaborasikan. Hayyoooo…. mana seniman-seniman Indonesia…. ditunggu karya-karyanya… 😉

This slideshow requires JavaScript.