Tag Archives: Tokushima Station

Korea Punya Cerita (Bagian 1)

30 Oktober 2018, Menggelandang di Bandara

Ceritanya, kami yang akan ke Korea ini ada 6 orang: Saya & Etikuchan dari Tokushima, Beta chan & Riza chan dari Tokyo, Riani chan dari Osaka dan Q chan dari Nara. Kami berlima menyusul Q chan yang sudah lebih dulu berangkat, lalu janjian kumpul di Kansai Airport.

Dari Tokushima

Sebenernya ada bus langsung Tokushima Station – Kansai Airport, tapi karena mengingat akses dan waktu, supaya efektif saya & Etikuchan sepakat ketemu di Herbis Osaka (Osaka Station).


  • 19:00 Bus jalan meninggalkan Tokushima Station
  • 21:21 Herbis Osaka. Gilaaa, cuaca pas turun bus dingin euy..

Herbis Osaka

Di ruang tunggu Herbis Osaka ini terbilang lengkap; ada telpon umum, toilet, koin loker, jidouhanbaiki, dll. Nyaman banget untuk sebuah ruang tunggu.

Loket Bus TUTUP?!

Setelah ketemuan, kami langsung menuju loket bus yang persis berada di samping ruang tunggu. Namun, di kaca jendela loket sudah tempampang dengan sangat jelas tulisan CLOSED

Kami kaget, antara pasrah tapi tak rela. Kami lihat jadwal bus berkali-kali, saling bergantian, dan barengan, masih ada jadwal di pukul sepuluh!! Tapi kenapa loketnya udah tutup aja yak?!

Kami saling berpandangan, seolah mengisyaratkan kami punya pikiran yang sama. Diam seketika dan mulai berpikir harus bagaimana. Di lain sisi, masih terbersit “nggak mungkin”. Berulang kali melirik semua tulisan yang ada di bagian dinding loket, hasilnya nol.

Untunglah.. muncul seorang staf dibalik sana dan kamipun sepakat untuk bertanya.

Staf tersebut keluar ngecek jadwal bus dan langsung memandu kami untuk membeli tiket via jidouhanbaiki ¥1.550/orang. (Ternyata & ternyata.. 🤣 beli tiket bus bandarapun udah via mesin otomatis, wkwk.. kudet.. kudet..🤣)

Setelah itu, kami diarahkan untuk menunggu di Halte 1. Disana sudah ada petugas yang standbye. Sementara kami kudu antri dengan teratur menunggu bus datang sesuai jadwal.

Jangan ditanya deh, cuaca saat ini lumayan dingiiiiin.. Berharap segera naik bus biar anget kena dambo 😬


  • 21:40 Datang bus, naik, serahkan tiket.
  • 21:43 Berangkat..
  • 22:00 Kansai Airport Terminal 1

Keliling Terminal 1 Kansai Airport

Disini ada adegan banyol yang super konyol!!

Sesampai di bandara, udah ada Riani chan yang standbye nungguin. Riani chan udah pesan ke kita ketemuan di Dai Ni.

Kami (saya & Etikuchan) nggak ngeh; udah turun-naik lift, baca papan penunjuk arah kesana-kemari, lihat bagian informasi, dan sebagainya; tapi kagak ketemu!! Jangankan kode penerbangan, konter penerbangan PEACHpun nggak ada!

Untuk kesekian kalinya, kami terus menghubungi Riani chan. Sayangnya, telpon atau video call pake acara ngadat, serba nggak jelas 😓

Ada capek.. Bingung.. Belom lagi, laperrr…🤤

Dan, setelah larut dalam kepuyengan yang tak jelas, muncullah pencerahan. Ternyata kami salah turun!! Pantesan nggak ketemu-ketemu sama Riani chan. 😆

Kami turun di Terminal 1, harusnya di Terminal 2 (yang dimaksud Riani chan Dai Ni itu Terminal 2), koplak.. koplak.. 🤣

Walhasil, energi kamipun semakin menipis (capek di jalan ples adegan mondar-mandir nggak jelas di Terminal 1). Lengkap sudah 😬 Laperr…  🤤 Ujung-ujungnya, sebelum melaju ke Terminal 2, kami sepakat untuk makan dulu, mengira-ngira makanan apa yang diperkirakan aman (halal food, bukan dari bahan babi/alkohol), sekaligus mau nanya-nanya akses ke Terminal 2 😄

Terminal 1 ke Terminal 2

“Nggak mau sesat, jangan malu bertanya” 😬

Kami nanya kesana-sini, mulai dari petugas bandara, bagian informasi sampai ke staf burgerking. Hasilnya T.O.P!

“Pasti ada hasil untuk setiap usaha (sekecil apapun)”

Dari Terminal 1 (lantai 3) turun pake eskalator ke lantai 2, jalan lurus masuk hotel, belok kiri turun eskalator ke shuttle bus, tunggu.


  • 23:40 Suttle bus Terminal 1
  • 23:44 Bus datang & berangkat..

Terminal 2

Akhirnya sampai di Terminal 2, sempat nyasar ke Domestik, haha..

Di depan Terminal 2 International duduk Riani chan dengan muka kuyu, sepertinya perjalanan Riani chan yang meskipun terbilang dekat dari Osaka, cukup melelahkan.

Cukup jauh kami berjalan menuju ruang tunggu. Tapi tak mengapa, karena lingkungan bandaranya nyaman..

Di area tunggu, stanbye Beta chan & Riza chan.

Yap, disini praktis! Ada toilet, sofa, colokan listrik (ada area khusus lengkap dengan meja & kursi), jidouhanbaiki, pachinko, dll.

Diluar fasilitas yang kece itu, kami mulai menghadapi tantangan awal dari perjalanan yang baru sejengkal ini. Kami kedinginan!!🥶

Padahal, jauh-jauh hari teman saya sudah berpesan, kalau ke korea di bulan November itu bakal dingin banget, kudu bawa coat. Eh, ini belom nyampe korea lho 😜 Kami hanya berbekal yang paling lumayan pake jaket, selebihnya modal baju doang! 🤣

Niatnya nih, bawa pakaian seadanya biar nggak berat & irit bawaan, ntar coat beli di korea aja, biar lebih fashion dan praktis. 😜

Walhasil, sewaktu bermalam di bandara, mulai dari mukena, sajadah, syal, baju yang lebih tebel, semua dikeluarin buat dijadiin selimut 🤣  Parrrah!! Wkwkwk…

Kita berlima dan penumpang lainnya udah cup tempat duduk strategis buat tiduran. Berbagai pose tidur bisa dilihat disini. Mulai dari menggelung, separo duduk dengan bantalan tangan di atas meja, lurus sepanjang kursi dengan sedikit kelebihan kaki menggantung, dll. 🤣

Razia

Tiba-tiba ada 2 orang pak polisi datang menghampiri. Bahkan diantara kami, masih ada yang kaget, mungkin kali pertama kena razia polisi di jepang 😅 (Sebenarnya nggak perlu cemas ataupun panik; karena di jepang, razia-razia begini udah biasa, apalagi kalau udah ngeliat orang asing kumpul-kumpul, mereka suka tiba-tiba nimbrung.)

Pak polisi cuma ngambil data kok, minta diperlihatkan residence card dan nanya-nanya seputar identitas dan aktifitas di jepang (kalau kerja, yaa yang ditanya tempat kerja), jadi singkirkan pikiran-pikiran negatif yang tidak perlu yaa..😉

Setelah pak polisi klar nanya-nanya, mereka pergi melanjutkan tugasnya. Dan, suasana tidur yang tadinya sontak bak disengat listrik, mulai kembali tenang dan diwaktu harusnya bangun bawaannya malah ngantuk… males.. tapi kudu buru-buru ☺️

Kamus

  • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ = Mesin penjualan otomatis
  • 在留カード /Zairyuukado/ = Residence Card (Kartu Identitas/KTP Jepang)
  • Pachinko = Permainan (judi) ala Jepang
  • 暖房 /dambou/ = Pengahangat ruangan (kalau AC alias Air Conditioner untuk mendinginkan, dambo sebaliknya, fungsinya persis seperti heater /hiter/)
  • Pergolakan di sumatera tengah = Istilah lain dari laper
  • 第2ターミナル /dai ni taminaru/ = Terminal 2

Bersambung…

Advertisements

Tokushima Station 🔜 Anan Station

Di Tokushima Station

  • Akses dengan kereta api ada 2 macam, 普通列車 dan 特急
  • Loket JR四国 ada di lantai 1 Clement
  • Dari 徳島駅 (Tokushima Station), JR menuju 阿南駅 (Anan Station) ini berlawanan arah dengan 倉本駅 (Kuramoto Station)
  • Informasi jam keberangkatan ada di layar mungil pojok atas tempat melewati pemeriksaan tiket.
  • Perlihatkan tiket ke petugas di loket untuk distempel.

普通列車 (Local Trains/Kereta biasa)

  • Tiket ¥550 beli di 自動販売機 (mesin penjualan otomatis)
  • Jalur: JR牟岐ライン (JR Mugi Line), Platform 4
  • 各停 (Berhenti di setiap stasiun)
  • Rute:
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station)
    • 二軒屋駅 (Niken-Ya Station)
    • 文化の森駅 (Bunkanomori Station)
    • 地蔵橋駅 (Jizoubashi Station)
    • 中田駅 (Chuden Station)
    • 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station)
    • 阿波赤石駅 (Awa-Akaishi Station)
    • 立江駅 (Tatsue Station)
    • 羽ノ浦駅 (Hanoura Station)
    • 西原駅 (Nishibara Station)
    • 阿波中島駅 (Awa-Nakashima Station)
    • 阿南駅 (Anan Station)
  • Waktu yang dibutuhkan sekitar 42 menit
    • 徳島駅 (Tokushima Station) 🔜 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) ⏱ 2 menit
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) 🔜 二軒屋駅 (Niken-Ya Station) ⏱ 3 menit
    • 二軒屋駅 (Niken-Ya Station 🔜 文化の森駅 (Bunkanomori Station) ⏱ 3 menit
    • 文化の森駅 (Bunkanomori Station) 🔜 地蔵橋駅 (Jizoubashi Station) ⏱ 4 menit
    • 地蔵橋駅 (Jizoubashi Station) 🔜 中田駅 (Chuden Station) ⏱ 4 menit
    • 中田駅 (Chuden Station) 🔜 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station) ⏱ 4 menit
    • 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station) 🔜 阿波赤石駅 (Awa-Akaishi Station) ⏱ 4 menit
    • 阿波赤石駅 (Awa-Akaishi Station) 🔜 立江駅 (Tatsue Station) ⏱ 3 menit
    • 立江駅 (Tatsue Station) 🔜 羽ノ浦駅 (Hanoura Station) ⏱ 3 menit
    • 羽ノ浦駅 (Hanoura Station) 🔜 西原駅 (Nishibara Station) ⏱ 4 menit
    • 西原駅 (Nishibara Station) 🔜 阿波中島駅 (Awa-Nakashima Station) ⏱ 3 menit
    • 阿波中島駅 (Awa-Nakashima Station) 🔜 阿南駅 (Anan Station) ⏱ 4 menit

特急 (Limited Express/Kereta Cepat)

  • Jalur: 剣山室戸 (Taurugisan-Muroto Line)
  • Tiket ¥1.400 beli langsung ke petugas di loket
  • 徳島駅 (Tokushima Station) – 阿南駅 (Anan Station) – 海部駅 (Kaifu Station)
  • Rute:
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station)
    • 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station)
    • 羽ノ浦駅 (Hanoura Station)
    • 阿南駅 (Anan Station)
  • Waktu yang dibutuhkan sekitar 27 meni
    • 徳島駅 (Tokushima Station) 🔜 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) ⏱ 2 menit
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) 🔜 南小松島 (Minami-Komatsushima Station) ⏱ 10 menit
    • 南小松島 (Minami-Komatsushima Station) 🔜羽ノ浦 (Hanoura Station) ⏱ 8 menit
    • 羽ノ浦 (Hanoura Station) 🔜 阿南駅 (Anan Station) ⏱ 7 menit

Di Anan Station

  • Turun di Anan Station, naiki tangga, serahkan tiket ke petugas di loket, naik lif dan turun menuju pintu keluar

普通列車 vs 特急

  • Dari nama aja udah beda:
    • 普通列車 (Local Trains/Kereta biasa)
    • 特急 (Limited Express/Kereta Cepat)
  • Kalau mau cepat, pilih 特急. Memang sedikit merogoh kocek tapi lebih efisien dari segi waktu.
  • Kalau mau irit, pilih 普通列車. Murah meriah dan nyante, harganya ekonomis. Tapi cukup memakan waktu, karena kudu singgah sejenak di setiap stasiun.

Kamus

  • クレメント (Clement), nama bangunan di Tokushima Station yang memiliki fasilitas hotel, shopping center, aneka restoran, toko omiyage (oleh-oleh), loket & stasiun JR, dll.
  • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ Mesin penjualan otomatis
  • 牟岐線 /mugi-sen/ Mugi Line
  • 阿波室戸シーサイドライン
  • 各停 /kakutei/ Berhenti setiap kali
  • 駅 /eki/ Station (Stasiun)
  • JR (Japan Rail) | Kerete api jepang
  • 窓口 /madoguchi/ Loket

Rekomendasi Link

  • Website resmi JR四国 dalam bahasa inggris, korea & cina.