Wisata Sumbar (Ranah Minang)

Selamat datang di Sumatera Barat, Ranah Minang. Welcome to West Sumatra (land of Minangkabau), Indonesia. Enjoy with our beautiful place, delicious culinary (Rendang is no. 1 in the world, isn’t it?), and unique cultures. インドネシアの西スマトラはきれいな所や様々な美味しい食べ物(特にレンダン)やユニック文化がある。

Padang

Kepulauan Mentawai

  • Pulau Siberut
  • Pulau Sipora
  • Pulau Pagai Utara
  • Pulau Pagai Selatan
  • Air Terjun Kulu Kubuk

Padang Pariaman

Pariaman

Padang Panjang

  • Lubuk Mata Kucing (Lubuak Mato Kuciang)
  • Air Terjun Lembah Anai
  • Kolam Air Jernih (Tabek Aia Janiah)
  • Rumah Puisi Taufik Ismail, Panyalaian
  • Mifan

Bukittinggi

Agam

Payakumbuh

  • Lembah Harau (Harau Resort)
    • Air Terjun 1
    • Air Terjun 2
    • Air Terjun 3
  • Air Terjun Lubuk Batu Bulan
  • Air Terjun Lubuk Bulan
  • Air Terjun Sarasah Tanggo
  • Air Terjun Tanjung Jaro
  • Batang Tabik
  • Kelok 9
  • Rumah Adat Bakewi
  • Palo Banda
  • Padang Mangateh
  • Ngalau Indah

Pesisir Selatan

Pasaman

  • Pasaman Barat
    • Ikan Larangan Lubuak Landua, + 10 km kota Simpang Ampek
    • Goa Jepang, Kec. Talamau
    • Pemandian Air Panas, Kec. Talamau
    • Air Terjun Simpang Panco, Kec. Kinali
    • Bendungan Batang Tongar, + 10 km sebelah timur Simpang Ampek
    • Bendungan Batang Kenaikan, Kec. Gunung Tuleh
    • Gunung Batu, Kec. Lembah Malintang
    • Danau Indah, Koto Balingka
    • Goa Kepang, Kec. Sungai Beremas
    • Gunung Talamau
    • Pantai Sasak, Nagari Sasak, Kec. Sasak
  • Pasaman Timur
    • CagarAlamRimboPanti,Kec.Panti
      • Aia Angek Rimbo Panti

Sawahlunto

  • Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto
  • Museum Kereta Api Sawahlunto
  • Taman Satwa Kandi (Kebun Binatang Sawahlunto)
  • Air Terjun Rantih
  • Lobang Tambang Mbah Suro
  • Gudang Ransum
  • Danau Biru
  • Lokasi Paralayang

Sijunjung

  • Air Terjun Pelukahan

Dharmasraya

  • Bendungan Batanghari

Batusangkar

  • Istana Basa Pagaruyuang
  • Talago Gunuang

Solok

  • Danau Kembar: Danau Diatas & Danau Dibawah
  • Kebun Teh Alahan Panjang
  • PuncakPulau / “Puncak Thailand”
    • Danau Singkarak
  • Danau Talang, Alahan Panjang
  • Gunung Talang
  • Pemandian Air Panas (Pamandian Aia Angek)

Solok Selatan

  • Air Terjun Timbulun Koto Birah
  • Air Terjun Timbulun Sangir
  • Air Terjun Ulu Suliti
  • Kawasan Seribu Rumah Gadang

Other

  • Air Terjun Lubuk Tampuruang
  • Air Terjun Lubuk Bonta
  • Air Terjun Lubuk Paraku
  • Air Terjun Timbulun Batang Liki
  • Air Terjun Talang Sepintir
  • Air Terjun Tangsi Empat
  • Air Terjun Batang Daun
  • Air Terjun Lambe
  • Air Terjun Nango
  • Air Terjun Buluh Kasok
  • Air Terjun Koto Salo
  • Air Terjun Timbulun Indah Pulau Punjung
  • Air Terjun Padukoan
  • Air Terjun Tanjung Bonai
  • Air Terjun Mayang Taurai
  • Bukit Takuruang
  • Benteng Van Der Capellen
  • Danau Kandi
  • Gedung Indo Jalito
  • Lubang Suro
  • Museum Adityawarman
  • Museum Gempa 30 September
  • Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka
  • Panorama Tabek Patah
  • Pantai Sago
  • Pulau Keong
  • Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM)
  • Rumah Budaya Fadli Zon
  • Rumah Gadang 20
  • Rumah Gadang Kampai Nan Panjang
  • Taman Nasional Kerinci Seblat
  • Taman Siti Nurbaya
  • Lubuak Paraku
  • Pantai Karang Tirta
  • Patung Tigo Tungku Sajarangan, Lintau Buo Utara
  • Puncak Pato, Lintau Buo Utara
  • Pulau Setan
  • Panorama Tabek Patah
  • Gunung Singgalang

Referensi

  • BKPM “Indonesia Investment Coordinating Board”. 2013. Potensi wisata alam di kabupaten Pasaman Barat. Diakses pada tanggal 22 Juli 2015.
  • #infosumbar via Instagram. Diakses pada tanggal 21 Juli 2015.
  • Padang Indah Kemilau Tour & Travel. 2010. 24 lokasi wisata yg terkenal di Sumbar. Diakses pada tanggal 21 Juli 2015.
  • BEM KM UNAND. 2015.
  • Aminuddin, A. W. n. d. Daftar nama tempat wisata di Sumatera Barat. Diakses pada tanggal 20 Juli 2015.
  • Pemerintah Kota Bukittinggi Propinsi Sumatera Barat (website resmi) diakses pada 12 September 2015.
  • Beberapa info dishare oleh Geni.
  • Info wisata Sawahlunto dishare oleh Hendro pada 23 Maret 2017.

Kereta Api Bandara Stasiun Sudirman Baru – Bandara Soetta

Pertama kali naik kereta bandara ☺️ Ternyata praktis dan nyaman banget! 😉👍👍

Harga Tiket

Tiket bisa dibeli seharga IDR 70.000 via vending machine atau online.

Cara Beli Tiket di Vending Machine

Masuk Stasiun Bandara Sudirman Baru. Beli tiket via Vending Machine. Buat yang perdana tak perlu kuatir, bakal dipandu oleh beberapa orang petugas yang standbye dan siap membantu dengan ramah.

    Sentuh logo kereta api yang bertuliskan TICKETS pada layar vending machine
    Di layar selanjutnya sentuh logo kereta api yang bertuliskan BUY TICKETS
    Lalu pilih logo tiket yang bertuliskan REGULAR TICKET
    Pilih rute yang ada logo pesawat bertuliskan Soekarno Hatta Airport (BST)
    Jika penumpang lebih dari 1, bisa mengurangi/menambah dengan menyentuh icon + (menambahkan) atau (mengurangi) di pojok kiri atas layar yang bertuliskan Number of Passenger(s). Selanjutnya, pilih waktu keberangkatan. Disini tercantum dengan rinci jenis & nama kereta, waktu keberangkatan dan kedatangan, serta harga (IDR 70.000). Setelah itu, sentuh layar yang ada kolom bertuliskan BOOKING
    Masukkan No. HP dan pilih NEXT
    Lakukan pembayaran dengan memilih metode yang tersedia di bagian bawah layar bertuliskan Choose Payment Method: DEBIT/CREDIT CARD, PREPAID CARD atau VOUCHER. Misalnya dengan cara DEBIT/CREDIT CARD, masukkan kartu ke mesin, tekan tombol angka untuk memasukkan PIN, tekan tombol hijau di sudut kanan terbawah.
    Ambil tiket kereta dan struk pembayaran.
    Selesai

Cara Beli Tiket Online

  • Download aplikasi Railink.
  • Sentuh Kolom Register dan lengkapi data.
  • Login sesuai email & password yang telah didaftarkan.
  • Sentuh Regular atau Reserve Seat.
  • Pilih stasiun keberangkatan di sebelah kiri, misal SUDIRMAN BARU (BNI CITY) (SDB). Pilih stasiun tujuan di kolom kanan, misal SHI BST untuk Bandara Internasional Sorkarno-Hatta.
  • Sentuh One Way untuk 1x perjalanan, pergi saja atau pulang saja. Pilih Round Trip untuk pulang-pergi.
  • Pilih tanggal keberangkatan di Depart Date
    Sentuh icon + (menambahkan) atau (mengurangi) di sebelah kanan layar yang bertuliskan Passenger(s) jika lebih dari 1 atau untuk mengurangi.
    Sentuh Search.
    Pilih jadwal keberangkatan sesuai keperluan.
    Di layar selanjutnya muncul rincian: kode boking, skedul kereta, info penumpang (nama, no. HP dan email), total harga, kode pembayaran dan hitungan mundur waktu boking.
    Sentuh kolom Continue.
    Muncul kode boking, hitung mundur waktu boking dan total harga. Pilih Use Voucher atau Payment.
    Untuk payment, pilih Online Payment, Indirect Payment, Virtual Account atau Cancel untuk pembatalan.
    Untuk online payment, tinggal pilih kartu debit atau kartu kredit yang digunakan. Dan, akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 5.000,-.
    Klik Confirm
    Lengkapi data kartu debit/kredit.
    Sentuh kolom Finish Payment setelah selesai.
    Jika berhasil, informasi pembayaran bisa dilihat di email.
    Sampai di stasiun, tunjukkan kode pemesanan tiket yang diterima via email ke petugas. Tiket diprint di stasiun dan langsung bisa digunakan.

Fasilitas di Stasiun Kereta Api Bandara

Ada nursery room buat ibu menyusui, food center, toilet, ruang tunggu, vending machine, mesin check-in mandiri, gallery ATM, lapangan parkir, free wi-fi, dll.

Naik Kereta Api Bandara

Scan tiket di gerbang menuju kereta, turun eskalator dan naik kereta api. Letakkan suite case atau travel back atau koper di tempat yang telah disediakan. Duduk sesuai nomer (yang ada di atas harga yang tertera di tiket).

Gallery

  • Instagram: #jejaklangkaho @olha_chayo 👉 KA Bandara
    Youtube: Olha Chayo 👉 (soon)

Catatan

  • Lebih praktis beli tiket langsung di stasiun. Selain ada petugas yang standbye membantu, jadwal keberangkatan lebih lengkap dan tentunya tanpa biaya tambahan.
  • Di kereta tidak boleh makan-minum.
  • Hati-hati salah stasiun, Stasiun KA Bandara adalah Stasiun Sudirman Baru, bukan Stasiun Sudirman (Stasiun KRL Commuterline).
  • Stasiun KA Bandara Sudirman Baru sering juga disebut Stasiun KA Bandara BNI City. Jadi, jangan kaget ketika pemesanan transportasi online muncul nama salah satunya atau dikonfirmasi driver (pengemudi) untuk salah satu dari dua nama tersebut. Syukur-syukur bila langsung menemukan Stasiun KA Bandara Sudirman Baru (BNI City) di map.

Rekomendasi Link

Opini O

Sarana transportasi umum yang jempol dah..

Iklan

Indonesia Suite Double Room-nya Capital O 126 Business Hotel

Gallery

‘Trans Snow World’ Wahana Bersalju di Bekasi

Senang itu ketika kita yang tinggal di negara 2 musim serasa bermimpi bisa bermain salju. Yap, salju buatan yang nyata!

Trans Snow World

Menurut informasi, Trans Snow World diresmikan di hari Minggu, 24 Maret 2019. Wahana bermain serba salju ini dibuka perdana pada hari Senin, 25 Maret 2019.

Lokasi

Trans Snow World berada di lantai 4 Trans Park Mall Juanda Bekasi.

Tiket

Tiket masuk dibeli di website resmi transsnowworld.com atau langsung di lokasi.

Untuk pembelian di website resmi, tinggal klik PESAN TIKETMU, pilih TANGGAL dan JAM MAIN, dibawahnya sudah ada harga tiket, klik PESAN, muncul layar baru: lengkapi data diri dan klik BAYAR.

Pembelian di lokasi jauh lebih mudah, bisa bayar cash atau dengan kartu debit/kredit. Pengunjung tinggal datang ke konter Trans Snow World, sudah ada staf yang standbye dan dengan ramah akan memfasilitasi pembelian tiket. Setelah selesai, pengunjung bisa langsung masuk.

Harga tiket di hari biasa Rp 200.000,- dan Rp 275.000,- di akhir pekan atau libur nasional. Tiket ini baru sebatas tiket masuk saja, belum termasuk sewa alat-alat bermain didalamnya.

Tiket ini berlaku selama 2 jam, terhitung setelah wristband diaktifkan di area pengambilan sepatu (setelah melalui pintu masuk)

Cara Masuk

Cara masuk Trans Snow World mirip dengan cara masuk stasiun KRL, scan tiket dan bisa masuk setelah pembatas terbuka. Tak perlu bingung, bakal ada staf yang stansbye yang mengarahkan dan siap membantu pengunjung.

Area Pengambilan Sepatu

Jalan lurus ke LENDING SHOES. Area ini dibuat seperti di bank atau bandara, ada pita-pita pembatas. Antri dengan tertip dan maju ke konter sesuai urutan untuk pengambilan sepatu.

Perlihatkan tiket untuk distempel. Ukur kaki pada gambar yang tersedia di lantai (ada ukuran masing-masing kaki). Sebutkan ukuran pada staf. Kemudian, terima satu wadah plastik berisi sepatu boot sesuai ukuran, wristband dan sepasang kaus kaki yang masih dalam kemasan baru.

Wristband

Wristband adalah alarm/pengingat waktu berbentuk jam tangan yang diterima bersamaan dengan pengambil sepatu boot.

Wristband ini memiliki 4 warna:

  • Biru = Normal
  • Hijau = Sisa waktu 10 menit
  • Kuning = Sisa waktu 5 menit
  • Merah = Sisa waktu HABIS

Bila wristband sudah bergetar dan berwarna merah tapi pengunjung masih di wahana, akan dicharge setengah harga sampat 30 menit. Lebih dari setengah jam: membayar penuh seharga tiket.

Pengunjung tak perlu kuatir bakal kelewatan waktu atau tiap sebentar harus melihat-lihat wristband, karena pengunjung bisa mengecek sisa waktu di area wahana, salah satunya di Equipment Rental.

Tempat Ganti Sepatu & Pakaian

Ganti sepatu bisa dilakukan di CHANGING AREA yang menyediakan bangku-bangku dari kayu. Pasang sepatu, wristband dan atribut lainnya disini.

Suhu di wahana berkisar 11°C, jadi perlu menyiapkan perlengkapan pakaian ala musim dingin. Buat yang tidak membawa, pengunjung bisa membelinya di toko yang ada di area ini.

Menurut staf, bisa ganti pakaian di dalam. Bawa pakaian yang diperlukan saja. Jika bingung, tanyakan pada petugas yang standbye di lokasi.

Penitipan Barang

Setelah mengambil keperluan, seperti: baju ganti, pengunjung bisa menitipkan perlengkapan di DEPOSIT COUNTER yang bertuliskan PENITIPAN SEPATU.

Masukkan semua barang ke dalam wadah plastik (yang diterima saat pengambilan sepatu tadi), ambil dompet dan barang berharga lainnya, serahkan pada staf dan terima kartu penitipan.

Wahana Bersalju

Wahana ini menakjubkan! Dekorasinya benar-benar membuat pengunjung seketika menjelajah ruang waktu dari jakarta yang panas banget ke nuansa pegunungan Alpen dengan bangunan mirip pemukiman musim dingin ala Eropa dan pastinya tumpukan dan hujan salju yang dingin..

Di pintu masuk wahana, pengunjung disambut oleh fotografer profesional. Mereka akan mengarahkan gaya pengambilan foto. Setelah dijepret beberapa kali, pengunjung akan digelangkan sebuah barkod dari kertas. Barkod ini jangan sampai hilang, gunanya untuk pengambilan foto nantinya.

Di area yang ada bangunannya ada restoran, rental alat dan toilet. Sementara di area lainnya didominasi oleh permainan seperti chair lift (kursi gantung, ada juga yang menyebutnya gondola), ski, toboggan (kereta salju sederhana) untuk seluncuran/perosotan, bola-bola salju, dll.

Tidak hanya di pintu masuk, di area bersalju ataupun arena permainanpun pengunjung bisa menggunakan jasa fotografer profesional ataupun eksis dengan kamera sendiri untuk berkodak-kodak ria. Tapi ingat, setiap dijepret fotografer, bakal ada kode barkod yang digelangkan dan jangan sampai hilang.

Rental Alat

Peminjaman alat bisa di EQUIPMENT RENTAL dengan harga yang variatif, mulai dari Rp 30.000,- hingga Rp 100.000,-.

Khusus untuk ski, rental alat terpisah di loket peminjaman khusus ski di SKI RENTAL.

Pengembalian Sepatu

Setelah pengambilan barang, ganti sepatu di bangku yang ada di area tengah. Masukkan sepatu boot dan wristband ke dalam wadah plastik dan kembalikan ke PENGEMBALIAN BOOTS.

Pengambilan Foto

Foto yang diambil oleh fotografer profesional tadi bisa diambil di konter SOUVENIR FOTO dengan menyerahkan kode barkod. Gelang yang berisi kode barkod harus dibuka dengan sangat hati-hati, karena kertas yang ada barkodnya tidak boleh rusak/robek.

Foto-foto tersebut sudah diedit dengan latar musim dingin dan bisa dicetak untuk dijadikan souvenir. Minimal pencetakan Rp 300.000,- dan pengunjung harus melakukan pencetakan foto dulu baru bisa menyimpan soft copy foto-foto tersebut. Pencetakan foto dengan album seharga Rp 400.000,-. Foto ini masih bisa diakses di konter ini selama 3 hari.

Gallery

Catatan

  • Tidak boleh bawa makanan/minuman dari luar.
  • Kaus kaki yang diterima jadi hak milik pengunjung dan boleh dibawa pulang.
  • Sebaiknya tidak minum minuman atau makan makanan yang dingin sebelum masuk wahana, agar kondisi perut tidak terganggu selama menikmati wahana serba salju ini.

Opini O

Apresiasi buat Trans Snow World yang udah bikin arena bermain bersalju yang menarik di Bekasi dan yang menurut kabar digadang-gadang sebagai wahana salju terbesar di Asia Tenggara dan satu-satunya di Indonesia.

Dekorasi dan saljunya bagus banget untuk berfoto-foto ria. Hanya saja, untuk keseruan lainnya jauh dari ekspektasi. Padahal itu kunjungan pertama di hari pertama (Senin, 25 Maret 2019). Mungkin, karena hari ini masih perdana, jadi kurang persiapan. Atau, mungkin, karena kami datangnya udah di jam-jam terakhir, sekitar 20:30 WIB, jadi arena permainan sepi dan beroperasi dengan lambat.

Arena untuk bermain seluncuran dengan snow tube double belum berfungsi maksimal, ada sekitar 1/3 jalurnya ditutup dan entah kenapa rasanya snow tube double melaju agak lambat. Begitu juga dengan chair lift (kursi gantung) yang terkesan seperti sedang berada di dalam video slow motion.

Rasanya udah lama berada di wahana, sehingga kami sering melihat-lihat wristband yang ternyata setelah dicek di Equipment Rental baru mau 50 menit-an; sudah naik kursi gantung berkali-kali, main seluncuran, sampai jepret foto banyak sekali, masih sisa satu jam-an. Terasa monoton.

Untuk menghabiskan waktu, kami minum hot chocolate dan duduk cukup lama di cafe. Setelahnya, kembali berfoto-foto ria dan duduk-duduk di bangku santai dekat pintu keluar.

Setelah diperhatiin, sepertinya wahana ini lebih cocok untuk anak-anak. Kalau untuk dewasa, dengan arena seperti ini mungkin 1 jam saja udah cukup maksimal, 2 jam mungkin terlalu lama & monoton.

Jejak Langkah O (Travel Diary)

Ini adalah trip dadakan. Minggu malam (24/03/2019), teman saya ngasihtau kalau di Bekasi udah ada wahana bersalju gitu..

Ini membuat kami semalaman searching dan kepoin instagramnya Trans Snow World. Kami sangat antusias. Akhirnya sepakat, besok pagi harus sudah melakukan persiapan, jadi pulang kerja langsung cau.

Pagi (25/03/2019) agak rempong dari biasanya, kudu bawa tetengan 1 tas tambahan berisi persiapan main ke Trans Snow World. Ada coat, leg warmer, syal, sepatu boot, dan celana main yang memungkinkan untuk bermain salju.

Sesuai dengan waktu yang kami lihat di website, kami ingin mengejar waktu yang pukul 19:00-21:00. Kami sepakat beli tiket di lokasi saja.

Sepulang kerja, pukul 5 teng, demi mengejar waktu, kami menggunakan jasa ojek online menuju Stasiun Jatinegara. Kami naik KRL Commuterline Line jurusan Bekasi. Bisa dibayangin dong, jam segini gimana ramenya.

Kami gagal naik kereta pertama, keretanya udah benar-benar full! Saking penuhnya, bahkan untuk masuk buat napakin kaki kami aja mustahil 😅 Udah gitu, pas pintu kereta tertutup otomatis, sampai-sampai ada perut penumpang yang seperti nyaris kejepit dan ada wajah penumpang yang nempel di jendela kaca pintu kereta. Luarr biasa..!!

Syukurlah, kami naik di KRL selanjutnya yang jauh lebih lumayan dari yang sebelumnya. Kami masih bisa memegang pegangan tangan dan bergerak dengan agak luwes.

Turun di Stasiun Bekasi, kami kembali naik ojek online menuju Trans Park Mall Juanda Bekasi. Sampai sekitar jam 7 kurang seperempat.

Sebenarnya bisa langsung masuk diskedul jam 7, hanya saja, teman saya yang sedang berpuasa perlu berbuka dan juga kami harus shalat magrib dulu sebelum masuk. Akhirnya, kami mundur ke skedul berikutnya yang pukul 21:00-23:00 dengan risiko pulang kemalaman.

Kami menanyakan informasi ke loket di lantai 4 sebelum shalat di mushalla yang ada di lantai yang sama. Ternyata, kalau sudah beli tiket bisa langsung masuk, tidak harus menunggu waktu seperti yang tertulis.

Sekitar pukul 20:30 WIB kami beli tiket dan masuk. Awalnya kami bingung harus ke konter yang mana, kami bergerak menuju konter yang ada antriannya yang searah dengan pintu masuk.

Kami mengukur kaki untuk pengambilan sepatu dan membawa set yang diterima ke bangku-bangku yang ada di area tengah.

Kami menanyakan ruang ganti pada petugas. Ternyata ruang ganti ada di dalam dan bawa perlengkapan yang diperlukan saja, selebihnya dititip di penitipan barang. Setelah ganti sepatu dan menitip barang, kami sempat membawa aneka tentengan. Baru aja di depan pintu masuk wahana, hawa dingin mulai terasa, membuat kami memutuskan untuk langsung mengenakan coat, syal dan leg warmer di tempat.

Di pintu masuk wahana, kami disambut dengan ramah oleh 2 orang fotografer. Kami diarahkan beberapa gaya.

Lanjut ke wahana. Keren!! Salju buatan yang beneran 👍👍 Dekorasinya juga OK 👌

Baru saja menapaki salju yang keras, kami kembali diarahkan oleh seorang fotografer, kali ini di salju yang membukit yang juga dihujani oleh salju.

Kami menyewa snow tube double seharga Rp 80.000,- dan main perosotan/seluncuran. Sedikit kurang seru, karena seluncurannya bergerak lambat. Tapi cukup sukses menghipnotis teman saya untuk berkali-kali naik magic carpet dan meluncur. Tak sampai setengah jam, kami sudah bosan.

Seluncuran kami selingi dengan menaiki kereta gantung. Gratiss!! Awalnya excited abis, tapi ternyata karena gerakannya lamban, jadi jenuh juga.

Akhirnya untuk mengisi waktu, kami duduk-duduk di cafe, pesen hot chocolate Rp 40.000,-.

Cukup lama kami duduk, melihat anak-anak yang gembira bermain perosotan, para staf yang mulai sibuk berbenah (mungkin karena udah mau tutup).

Makin lama area sekitar kursi gantung mulai berkabut. Wahana ini mulai sepi pengunjung dan mulai didominasi oleh para staf.

Setelah wristband bergetar dan berwarna merah, kami keluar. Kami mengambil barang dan mengembalikan boot.

Keluar dari Trans Snow World, kami heran, ada yang aneh.. kenapa ya rame banget staf diluar?! seperti menunggu sesuatu. Ternyata, bakal ada shooting kabarnya malam ini, mungkin buat promosi kali yaa.

Dan, akhirnya pulang dengan rute yang sama. Perjalanan kali inipun melelahkan tapi happy 🙂

Gado-gado ala Buk Mar

Membayangkan gado-gado pastinya membawa kita pada aneka sayuran yang telah direbus dan dikuahi dengan kuah kacang yang khas. Dikombinasikan dengan tahu dan tempe, kemudian ditaburi dengan bawang goreng nan gurih dan dengan toping kerupuk nan krispi.

Buat yang sedang berada di area sekitar Terminal Kampung Melayu, bisa membeli gado-gado yang saya maksud di Jl. Otista 1A RT.6/RW.1 no. 12. Gado-gado ini tidak memiliki merk, jadi saya sebut saja sebagai gado-gado ala Buk Mar, sesuai dengan nama penjualnya.

Para pendatang banyak yang tak mengira kalau tempat yang pernah dilewatinya ternyata gado-gado Buk Mar. Lokasinya ada di samping rumah beliau, yang juga di pinggir jalan perumahan setempat, menepi sebuah meja ukuran sedang dengan sebuah lemari kaca kecil dan ulekan diatasnya.

Rumah Buk Mar hanya berjarak sekitar satu rumah dari Masjid Muhammadiyah Al-Ishlah. Jadi jangan heran, gado-gado ini, bahkan juga kredok; bakal laris-manis, terutama di hari jum’at.

Buk Mar membuka warung mungilnya setiap hari, mulai dari pukul 07:30 WIB sampai dagangannya habis.

Porsi gado-gado yang beliau jual menurut saya cukup gede, bisa untuk makan 2 orang. Bisa request level pedas. Dan, harganya ekonomis! Rp 8.000,-/porsi.

Resep Gado-gado ala Buk Mar

Mau tau resep gado-gado ala Buk Mar? Ini dia:

Bahan

  • Cabe keriting & rawit
  • Garam
  • Terasi
  • Air jeruk
  • Kacang yang telah digiling halus
  • Gula aren
  • Tempe goreng
  • Tahu goreng
  • Sayur rebus: Kol, kangkung, toge, kacang panjang, labu siam (sayur japan)
  • Bawang goreng
  • Kerupuk

Alat

  • Set ulekan/cobek/batu giling cabe rawit, cabe keriting, garam dan terasi secukupnya sampai halus.
  • Tambahkan kacang giling, gula aren dan air jeruk sesuai selera.
  • Ulek/giling hingga halus dan aduk rata.
  • Potong tempe dan tahu. Tambahkan sayur rebus.
  • Aduk rata.
  • Pindahkan ke wadah.
  • Taburi dengan bawang goreng.
  • Tambahkan kerupuk.
  • Sajikan.

Cara

    Ulek/giling cabe
    Spatula
    Wadah

Kamus

  • Gado-gado = Sayur rebus yang dikuahi dengan saus kacang.
  • Kredok = Mirip dengan gado-gado, hanya saja bahannya adalah sayur mentah.
  • Gallery

    • Instagram: #jejaklangkaho @olha_chayo 👉 Gado-gado ala Buk Mar (soon)

    Kue Keranjang

    Kue Keranjang awalnya dibuat oleh suku Tionghoa dan punya nama asli Nian Gao atau Ti Kwe sebagai kue tahunan yg boleh dibilang wajib ada di Tahun Baru Imlek. Kue ini biasanya dimakan pada Cap Go Meh (malam ke-15 tahun baru imlek). Karenanya, kue ini punya makna tersendiri bagi orang-orang Tionghoa (Wikipedia).

    “Kok mirip dodol, ya??” Ternyata, ini memang dodol, dodol cina.

    “Kok namanya kue keranjang, ya?!” Diambil dari nama wadah pencetaknya yg menyerupai keranjang.

    Gallery

    Referensi

    • Wikipedia, diakses pada 12 Februari 2019.

    Bakso Lontong di Kampung Melayu

    Buat pecinta bakso malang, kudu nyobain menu yang satu ini. Beda!!

    Bakso malang versi ini tidak pake mie, tapi pake lontong. Makanya gerobak bakso ini dinamai dengan Bakso Lontong.

    Seporsi lengkap terdiri dari bakso, tahu bakso, tahu rebus, sejenis pangsit rebus atau dimsum berisi aci, dan lontong; ditambah dengan toping pangsit goreng. (Ngeliat aja udah ngiller 😋👍👍)

    Uniknya, ketika minta “nggak pake micin ya, bang”. Dengan ramah abang tukang bakso optimis ngejawab “emang enggak pake micin” Luar biasa!! Udah enak, harga ekonomis, sehat lagi 😁👍👍

    Dengan merogoh kocek Rp 12.000,- saja, semangkok bakso lontong bisa dilahap, maknyus!! Pembelipun boleh request, mau kombinasi yang mana aja (harga berubah sesuai kombinasi yang diminta).

    Bakso nan laris manis ini suka mangkal di depan Alfamart J810 Jatinegara Barat 2, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Bagi yang penasaran, kudu datang kesini pukul 1-an, karena abangnya cuma mangkal dari jam 1 s/d jam 2 doang.

    Gallery

    • Instagram: #jejaklangkaho @olha_chayo 👉 Bakso Lontong

    Pasar Malam ala Cifest Walk

    Berbeda dengan pasar malam pada umumnya, di Pasar Malam ala Cifest Walk (Cikarang Selatan) ini nggak ada gondola-gondola-an, melainkan semaraknya aneka kuliner tradisional indonesia dari berbagai jenis, pakaian, aksesoris, permainan anak-anak, dll.

    Akses ke lokasi bisa dijangkau dengan transportasi umum: angkot berwarna merah no. 17 tujuan Cibarusan/Turki. Ongkos sekitar Rp 5.000,-. Selain itu, pastinya juga mudah banget dijangkau dengan transportasi online dengan harga yang relatif.

    Menurut informasi, lokasi ini sebenarnya bukanlah jantung kota Cikarang. Pasar ini dibuat untuk meramaikan area perumahan disekitarnya, ada setiap hari dan makin malam makin rame. Gerobak-gerobak kuliner yang mangkal di sepanjang tepi jalan, memenuhi area sekitar hingga ruko dan pusat perbelanjaan & hiburan yang lebih besar (Giant, Matador, Palazzo, dll.).

    Pedagangpun punya cara yang unik demi melariskan dagangannya. Beberapa diantaranya menyediakan tikar/terpal sebagai tempat lesehan untuk para pembeli. Ada juga yang menawarkan paket makanan ekonomis, 3 bungkus Rp 5.000,- dan pembeli bebas memilih jajanan tradisional apapun sesuai keinginan.

    Saking kreatifnya, para pedagang kaki lima juga membuat nama makanan yang sebenarnya sudah familiar menjadi singkatan-singkatan ala “jaman now”, seperti:

    • Jasuke (jagung susu keju)
    • Tansu (ketan susu)
    • Bihlor (bihun telor)
    • Sotel (sosis telor)
    • Cilok (aci dicolok)
    • Tabas (tahu bakso)

    Jadi, jangan sampai kudet yaa..

    Buat memanjakan si buah hati, pengunjung bisa memilih permainan apa saja sesuai dengan minat anak, seperti: boom boom car, mandi bola dan berbagai permainan tradisional lainnya yang bisa memancing kreatifitas anak. Murah, meriah dan anak-anak happy.

    Gallery

    Kumpul Bareng Penikmat Kopi

    Hari ini saya diajakin ngopi di warung kopi aceh yang ternyata tidak hanya menjual kopi gayo saja, tapi juga berbagai jenis kopi dan aneka makanan yang pastinya maknyus dengan menu yang selalu diperbaharui.

    Warung kopi ini bernama Rumoeh Kupie yang diambil dari bahasa Aceh dan bila dibahasaindonesiakan tidak terlalu jauh berbeda: Rumah Kopi.

    Karena namanya nan unik itu, saya sempat sulit menemukan lokasinya di GPS. Bahkan, ketika ingin memesan transportasi onlinepun, saya tidak bisa menemukan warung yang dimaksud. Padahal, menurut info yang saya dapat, warung ini berada di Perumahan Sentosa Blok EF Cikarang Selatan di sebelah Abyan Toys.

    Titik terang mulai muncul ketika saya menelusuri pencarian via google map Abyan Toys. Ternyata, penulisan nama warungnyalah yang salah. Harusnya Rumoeh Kupie, bukan Roemah Kopie, haha..

    Akses ke Rumoeh Kupie

    Perjalanan dari Giant Jababeka menuju Rumoeh Kupie dengan transportasi online memakan waktu sekitar 20 menitan. Ongkos relatif.

    Lokasi berada di samping Abyan Toys dan tidak mencantumkan merk Rumoeh Kupie didepannya, malah terlihat seperti restoran aneka kuliner. Disampingnya ada sekitar 4 saung yang memberi kesan tradisional tapi modern.

    Fasilitas

    Bagi yang muslim, ada mushalla minimalis yang bangunannya juga berbentuk saung lengkap dengan pakaian ibadah seperti mukena buat perempuan. Ada tempat makan biasa (meja & kursi), tempat makan di saung (gazebo) dan toilet.

    Ngopi Hari Ini

    Disini ada saya, orang indonesia yang saya panggil sensei, nihonjin (orang jepang) yang sedang belajar bahasa indonesia dan owner Rumoeh Kupie yang asli Aceh dan ramah banget.

    Kami 50:50. Kebetulan saya dan sensei adalah orang yang sangat awam tentang kopi. Berbeda dengan nihonjin & owner yang super-duper kopi lovers!! Sampai ke rasa kopi yang beda tipispun bisa dibedain, luar biasa!

    Berbagai Hal Tentang Kopi

    Hari ini di Rumoeh Kupie, saya belajar banyak hal tentang kopi, terutama dari owner.

    Saya tidak pernah membayangkan dari kopi yang saya pikir hanyalah sebuah minuman ternyata banyak sekali hal-hal yang membuatnya spesial dimata para pecintanya; mulai dari pengolahan, cita rasa, penyajian, bahkan sejarahnya!

    Ternyata, semua kopi asalnya dari Afrika. Belandalah yang membawanya ke berbagai tempat, termasuk Indonesia.

    Kopi itu banyak banget jenisnya. Bahkan untuk jenis yang samapun masih ada banyak hal yang membuatnya jadi berbeda. Contohnya saja Kopi Gayo, direkomendasiin owner yang premium. Sebaliknya, beliau tidak merekomendasikan Kopi Gayo yang robusta (katanya nih, kopi yang tumbuh di dekat pantai).

    Untuk menyimpan kopi dalam waktu lama, sebaiknya disimpan dalam bentuk biji kopi. Karena kalau sudah digiling atau djadikan bubuk kopi, rasanya akan berkurang.

    Untuk menjadi seorang ahli kopi, ada sebuah tes yang disebut coffee testing. Tes ini digunakan untuk mengidentifikasi aroma, cita rasa, keasaman & kepekatan kopi. 5 menit setelah diseduh langsung diminum. Mulai dari satu persatu sampai dicampur, harus bisa membedakan.

    Saat meminum kopipun ada waktu penyeduhannya. Seperti tadi ketika nihonjin meminum Kopi Papua, ditunggu 4 menit, baru diseruput.

    Sensei langsung berkomentar “diseruput ya?” Ternyata, owner bilang memang demikian seharusnya dan beliau menjelaskan dengan cukup rinci. Namun karena dasarnya saya dan sensei memang bukan penggemar kopi, kami hanya mendengar tapi sulit memahami.

    Untuk Kopi Papua, menurut nihonjin nomiyasui (mudah diminum). Bisa diminum setiap pagi. Beda dengan Kopi Gayo yang mempunyai rasa agak manis (tanpa ditambahkan gula), yang sebaiknya dinikmati ketika santai sambil mendengarkan musik dan nyemil.

    Ketika saya di Jepang, kopi indonesia yang paling terkenal dan paling sering ditemui adalah Kopi Toraja. Saking populernya disana, sampai dibuka kohiya (warung kopi) khusus Kopi Toraja dan bisa ditemui di beberapa tempat. Selain itu, ada Kopi Jawa, Kopi Sumatra, dll.

    Kali ini untuk pertama kalinya, saya yang orang Indonesia akhirnya mencoba Kopi Gayo yang premium sesuai rekomendasi owner yang sebenarnya ditujukan pada nihonjin.

    Setelah saya tekan tombol seduhan, kopi gayo premium saya tuang ke cangkir. Alih-alih penasaran dengan cerita owner yang bilang kopi ini sudah manis tanpa dikasih gula, saya langsung menyicipinya dengan sendok khusus.

    Eng ing eng.. di luar ekspektasi! Manis dari mananya ya?! Yang ada hanya rasa kopi, hambar, pekat..

    Saya menyerah, saya masukkan sebungkus gula sasetan. Buru-buru saya minum, berharap rasanya manis dan sesuai selera (pengen nyobain diseruput, tapi tetep aja nggak ada yang berbeda?!). Sebungkus gula yang diberikan nihonjinpun saya tambahkan, baru terasa pas manis & rasa kopinya.

    Semua menertawakan saya. Katanya, kalau kopi sudah ditambahkan gula, udah bukan kopi lagi namanya, cita-rasanya sudah hilang..

    Untuk kopi gayo, biasanya, ditambahkan dengan susu (bukan yang kental manis) atau fresh milk. Tapi menurut owner, bagi ibu-ibu yang sering mangkal disana suka sekali memesan kopi gayo dengan susu kental manis. (Balik lagi, berarti ibu-ibunya sama dengan saya, awam dengan kopi, hee).

    Untuk menikmati kopi, setelah diseduh segera diminum habis. Karena jika kopi sudah dingin, cita-rasanya akan berbeda.

    Dari nihonjin saya baru tau bahwa ternyata sebenarnya jepang juga punya produksi kopi, lho.. Hanya saja tidak terkenal seperti kopi lainnya. Karena cuaca jepang yang sejuk, sementara kopi sebaiknya tumbuh di daerah panas (tropis).

    Hunting Kuliner

    Bukan cuma kopi saja. Disini juga ada aneka menu kuliner maknyus, seperti nasi goreng, dim sum & martabak aceh.

    Gallery

    Catatan

    Ini hanya sebagian kecil dari kopi, masih ada banyak hal yang kita orang awam hanya akan melongo mendengarnya, saking spesifiknya.

    Dari sinilah wawasan saya semakin terbuka tentang kopi. Banyak sekali informasi yang saya dapat, hanya saja dalam waktu singkat untuk memahami kopi yang ternyata punya cakupan luas itu sangat sulit; saya harap pembaca bisa kasih saran & kritik yang positif yaa..😆

    Korea Punya Cerita (Bagian 1)

    30 Oktober 2018, Menggelandang di Bandara

    Ceritanya, kami yang akan ke Korea ini ada 6 orang: Saya & Etikuchan dari Tokushima, Beta chan & Riza chan dari Tokyo, Riani chan dari Osaka dan Q chan dari Nara. Kami berlima menyusul Q chan yang sudah lebih dulu berangkat, lalu janjian kumpul di Kansai Airport.

    Dari Tokushima

    Sebenernya ada bus langsung Tokushima Station – Kansai Airport, tapi karena mengingat akses dan waktu, supaya efektif saya & Etikuchan sepakat ketemu di Herbis Osaka (Osaka Station).


    • 19:00 Bus jalan meninggalkan Tokushima Station
    • 21:21 Herbis Osaka. Gilaaa, cuaca pas turun bus dingin euy..

    Herbis Osaka

    Di ruang tunggu Herbis Osaka ini terbilang lengkap; ada telpon umum, toilet, koin loker, jidouhanbaiki, dll. Nyaman banget untuk sebuah ruang tunggu.

    Loket Bus TUTUP?!

    Setelah ketemuan, kami langsung menuju loket bus yang persis berada di samping ruang tunggu. Namun, di kaca jendela loket sudah tempampang dengan sangat jelas tulisan CLOSED

    Kami kaget, antara pasrah tapi tak rela. Kami lihat jadwal bus berkali-kali, saling bergantian, dan barengan, masih ada jadwal di pukul sepuluh!! Tapi kenapa loketnya udah tutup aja yak?!

    Kami saling berpandangan, seolah mengisyaratkan kami punya pikiran yang sama. Diam seketika dan mulai berpikir harus bagaimana. Di lain sisi, masih terbersit “nggak mungkin”. Berulang kali melirik semua tulisan yang ada di bagian dinding loket, hasilnya nol.

    Untunglah.. muncul seorang staf dibalik sana dan kamipun sepakat untuk bertanya.

    Staf tersebut keluar ngecek jadwal bus dan langsung memandu kami untuk membeli tiket via jidouhanbaiki ¥1.550/orang. (Ternyata & ternyata.. 🤣 beli tiket bus bandarapun udah via mesin otomatis, wkwk.. kudet.. kudet..🤣)

    Setelah itu, kami diarahkan untuk menunggu di Halte 1. Disana sudah ada petugas yang standbye. Sementara kami kudu antri dengan teratur menunggu bus datang sesuai jadwal.

    Jangan ditanya deh, cuaca saat ini lumayan dingiiiiin.. Berharap segera naik bus biar anget kena dambo 😬


    • 21:40 Datang bus, naik, serahkan tiket.
    • 21:43 Berangkat..
    • 22:00 Kansai Airport Terminal 1

    Keliling Terminal 1 Kansai Airport

    Disini ada adegan banyol yang super konyol!!

    Sesampai di bandara, udah ada Riani chan yang standbye nungguin. Riani chan udah pesan ke kita ketemuan di Dai Ni.

    Kami (saya & Etikuchan) nggak ngeh; udah turun-naik lift, baca papan penunjuk arah kesana-kemari, lihat bagian informasi, dan sebagainya; tapi kagak ketemu!! Jangankan kode penerbangan, konter penerbangan PEACHpun nggak ada!

    Untuk kesekian kalinya, kami terus menghubungi Riani chan. Sayangnya, telpon atau video call pake acara ngadat, serba nggak jelas 😓

    Ada capek.. Bingung.. Belom lagi, laperrr…🤤

    Dan, setelah larut dalam kepuyengan yang tak jelas, muncullah pencerahan. Ternyata kami salah turun!! Pantesan nggak ketemu-ketemu sama Riani chan. 😆

    Kami turun di Terminal 1, harusnya di Terminal 2 (yang dimaksud Riani chan Dai Ni itu Terminal 2), koplak.. koplak.. 🤣

    Walhasil, energi kamipun semakin menipis (capek di jalan ples adegan mondar-mandir nggak jelas di Terminal 1). Lengkap sudah 😬 Laperr…  ðŸ¤¤ Ujung-ujungnya, sebelum melaju ke Terminal 2, kami sepakat untuk makan dulu, mengira-ngira makanan apa yang diperkirakan aman (halal food, bukan dari bahan babi/alkohol), sekaligus mau nanya-nanya akses ke Terminal 2 😄

    Terminal 1 ke Terminal 2

    “Nggak mau sesat, jangan malu bertanya” ðŸ˜¬

    Kami nanya kesana-sini, mulai dari petugas bandara, bagian informasi sampai ke staf burgerking. Hasilnya T.O.P!

    “Pasti ada hasil untuk setiap usaha (sekecil apapun)”

    Dari Terminal 1 (lantai 3) turun pake eskalator ke lantai 2, jalan lurus masuk hotel, belok kiri turun eskalator ke shuttle bus, tunggu.


    • 23:40 Suttle bus Terminal 1
    • 23:44 Bus datang & berangkat..

    Terminal 2

    Akhirnya sampai di Terminal 2, sempat nyasar ke Domestik, haha..

    Di depan Terminal 2 International duduk Riani chan dengan muka kuyu, sepertinya perjalanan Riani chan yang meskipun terbilang dekat dari Osaka, cukup melelahkan.

    Cukup jauh kami berjalan menuju ruang tunggu. Tapi tak mengapa, karena lingkungan bandaranya nyaman..

    Di area tunggu, stanbye Beta chan & Riza chan.

    Yap, disini praktis! Ada toilet, sofa, colokan listrik (ada area khusus lengkap dengan meja & kursi), jidouhanbaiki, pachinko, dll.

    Diluar fasilitas yang kece itu, kami mulai menghadapi tantangan awal dari perjalanan yang baru sejengkal ini. Kami kedinginan!!🥶

    Padahal, jauh-jauh hari teman saya sudah berpesan, kalau ke korea di bulan November itu bakal dingin banget, kudu bawa coat. Eh, ini belom nyampe korea lho 😜 Kami hanya berbekal yang paling lumayan pake jaket, selebihnya modal baju doang! 🤣

    Niatnya nih, bawa pakaian seadanya biar nggak berat & irit bawaan, ntar coat beli di korea aja, biar lebih fashion dan praktis. 😜

    Walhasil, sewaktu bermalam di bandara, mulai dari mukena, sajadah, syal, baju yang lebih tebel, semua dikeluarin buat dijadiin selimut 🤣  Parrrah!! Wkwkwk…

    Kita berlima dan penumpang lainnya udah cup tempat duduk strategis buat tiduran. Berbagai pose tidur bisa dilihat disini. Mulai dari menggelung, separo duduk dengan bantalan tangan di atas meja, lurus sepanjang kursi dengan sedikit kelebihan kaki menggantung, dll. 🤣

    Razia

    Tiba-tiba ada 2 orang pak polisi datang menghampiri. Bahkan diantara kami, masih ada yang kaget, mungkin kali pertama kena razia polisi di jepang 😅 (Sebenarnya nggak perlu cemas ataupun panik; karena di jepang, razia-razia begini udah biasa, apalagi kalau udah ngeliat orang asing kumpul-kumpul, mereka suka tiba-tiba nimbrung.)

    Pak polisi cuma ngambil data kok, minta diperlihatkan residence card dan nanya-nanya seputar identitas dan aktifitas di jepang (kalau kerja, yaa yang ditanya tempat kerja), jadi singkirkan pikiran-pikiran negatif yang tidak perlu yaa..😉

    Setelah pak polisi klar nanya-nanya, mereka pergi melanjutkan tugasnya. Dan, suasana tidur yang tadinya sontak bak disengat listrik, mulai kembali tenang dan diwaktu harusnya bangun bawaannya malah ngantuk… males.. tapi kudu buru-buru ☺️

    Kamus

    • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ = Mesin penjualan otomatis
    • 在留カード /Zairyuukado/ = Residence Card (Kartu Identitas/KTP Jepang)
    • Pachinko = Permainan (judi) ala Jepang
    • 暖房 /dambou/ = Pengahangat ruangan (kalau AC alias Air Conditioner untuk mendinginkan, dambo sebaliknya, fungsinya persis seperti heater /hiter/)
    • Pergolakan di sumatera tengah = Istilah lain dari laper
    • 第2ターミナル /dai ni taminaru/ = Terminal 2

    Bersambung…

    Malam Mingguan Bareng Orkestra

    Nonton konser? Dimana? Kok bisa? Mahal nggak sih? Ngapain aja disana? Bosenin nggak? Kok bisa tau? Kok nggak ngajak-ngajak?

    ☝🏻

    Beberapa pertanyaan klise yang mungkin bakal pasti saya dengar 😆 Mau kepoin?! Cus, saya ceritain 🤓


    Ini kali kedua saya nonton konser orkestra, baik itu di jepang maupun seumur hidup 😄Dan, GRATISsss!!!

    Sekitar 2 hari yang lalu, teman filipina bilang ke saya “eh, kita diajakin nonton konser, lho. Ikut nggak?” .

    Seperti biasa, yang ngajakin pasti teman jepang yang hantu musik banget. Setiap ada konser, dia pasti ngajakin. Kita tu udah nonton gratis, pulang-pergi nebeng mobil dia lagi 😆

    Saya kira tadinya minggu malam, masih bisalah pulang ngetrip bareng teman indonesia baru gabung mereka. Eh, ternyata malam minggu! Yokatta..😇


    Nama konsernya 阿波オーケストラ第5回演奏会 Final Fantasy series. Diadain oleh Awa Orchestra di 徳島県教育会館. Konser ini cuma hari ini (Sabtu, 13 Oktober 2018) mulai dari pukul 18:30.


    Karena suatu hal, kita telat berangkatnya. Padahal di poster tertulis tempatnya tutup pukul 6. Ini udah jam 6 lho, baru mau berangkat.. Gimana nih gaes?? Kita-kita pasrah tak rela..

    Sekitar 15 menit kemudian kita nyampe. Dari area parkir udah keliatan konser dimulai, makjang!

    Kita langsung masuk, rame nian.. Saya kira konsernya begitu doang, kayak rada gimanaaa gitu, antara kaget dan tak sesuai ekspektasi..

    Ternyata saya nih yang oneng, ga liat bener-bener poster yang udah dishare sama si teman jepang. Sebelum registrasi ditutup bakal ada ‘konser lobi’, makanya tempatnya di lobi dan banyakan yang berdiri gegara tempat duduk yang terbatas.

    Acara dimulai sekitar 18:30 waktu setempat. Kami lebih memilih duduk di baris bangku ke 8, tidak terlalu dekat ataupun kejauhan.

    Acara dimulai dengan cukup menarik, musik khas orkestra. Pengenalan para crew-nya juga cukup gokil. Dan, yang paling saya suka adalah suara piano dan drum-nya. Piano mudah akrab ditelinga dan terdengar romantis, sementara drum bikin suasana hidup dan gegap gempita.

    Sayangnya, di tengah acara saya mulai bosan, chemistry-nya nggak dapet, ciileh.. Padahal di kuisioner udah tulis bilang lumayan, yaaah…

    Suara biola yang menurut saya dimainkan dengan keren itu mulai beralih menjadi ‘nina bobo’.

    Saya mulai melirik-lirik jam, pikiran mulai kemana-mana 😆 Nyoba perhatiin apa sih yang bisa bikin menarik?! Saya liat-liat, apa yang bikin mereka betah ya nonton konser orkestra ini bahkan sampe rela bayar mahal sekalipun, apalagi di Indonesia pasti udah berjuta-juta nih tiketnya 😬 Jawabannya mungkin cuma 1, MINAT 😅

    Akirnya saya ngerti, ternyata kenal apa enggaknya sama musik yang ditampilin itu ngaruh banget.. Sekarang kan yang dimainin musiknya Final Fantasy, emang sih saya pribadipun suka banget sama film-nya meskipun sekedar tau itu diangkat dari sebuah games. Tapi, saya sama sekali nggak mudeng sama musiknya, paling dibagian yang ada dentuman drum-nya, pasti adegan pertarungan, musik yang biasa digunakan dalam film-film action 😆

    Tapi so far, lucunya saya dan mungkin juga teman-teman yang pertama kali ikut, baru mulai “kembali ke konser” setelah pemberian sebucket bunga pada konduktor dan salah seorang pemain biola. Ini berarti acara mulai berakhir.

    Musik closing-nya dibuka dengan dentuman alat musik dari 2 balok kayu yang ditepukkan (namanya saya nggak tau). Suaranya bener-bener jepang banget dan bikin semua mata tertuju ke konser. Serru!!


    Biasanya, konser ini selalu diadain setiap tahun di minggu siang bulan oktober dan gratis. Sekarangpun gratis, tapi ini pertama kalinya diadain di malam minggu dengan durasi sekitar 2 jam.


    Kamus

      よかった /yokatta/ = Syukurlah..
      阿波オーケストラ第5回演奏会 /awa ookesutora dai go kai ensoukai/ = Awa Orchestra 5th Concert (Konser ke-5 Awa Orkestra)
      Final Fantasy = Nama sebuah games, film yang diangkat dari games
      徳島県教育会館 /tokushima-ken kyouiku kaikan/ = Tokushima Education Center (Pendidikan Pusat Tokushima)

    ‘City Loop’ Bus Wisata Praktis di Kobe

    Jika hanya memiliki 1 tujuan wisata, bajet ¥260 untuk dewasa dan ¥130 untuk anak-anak (dibawah 12 tahun), bayar via mesin otomatis yang ada disamping sopir.

    Sebaliknya, jika punya destinasi lebih dari satu, recommended banget pake 1-Day Pass. Memang sedikit merogoh kocek tapi cukup hemat dan praktis. Tiket dewasa ¥660 dan anak-anak ¥330.

    Tiket bisa dibeli di City Loop buses, Kobe Information Center di Stasiun Sannomiya dan Tourist Information Offices di Shin-Kobe.

    Cara naik city loop:

    • Lihat jadwal bus, tunggu di halte yang berlogo city loop (ada 17 halte)
    • Antri dengan teratur
    • Saat bus datang, pintu bus akan terbuka secara otomatis, naik dengan teratur dari pintu depan/tengah bus (tergantung situasi, perhatikan panduan).
    • Perlihatkan kartu 1 Day Pass pada sopir/guide. Atau, bayar via mesin otomatis yang ada disamping sopir.

    Referensi

    Kebun Herbal Kobe

    Selain Kobe Harborland, ada sebuah paket wisata komplit lainnya yang sangat menarik di Kobe, namanya Nunobiki Herb Gardens & Ropeway. Disini banyak sekali jenis tumbuhan herbal dari berbagai spesies.

    Nunobiki Herb Gardens & Ropeway

    Pastinya, ini bakal menjadi salah satu tempat liburan yang seru bagi para pelancong.

    Tiket Masuk

    Pembelian tiket masuk ada di lantai 4 gedung Herb Garden Bottom Station. Naik dari lantai 1 dengan menggunakan lift.

    Harga tiket variatif tergantung pilihan pengunjung. Untuk round tickets bajetnya ¥1.500/orang. Dengan tiket ini, bisa naik ropeway pulang-pergi, masuk Rose Symphony Garden, Glass House, dan semua tempat wisata yang ada di dalam kawasan Nunobiki Herb Gardens.

    Ropeway (Kereta Gantung)

    Taman ataupun puncak diakses dengan ropeway yang memiliki 3 stasiun, yaitu: stasiun terbawah, stasiun tengah dan stasiun teratas.

    Setelah membeli tiket, ikuti alur antri, perlihatkan tiket pada petugas untuk distempel, naik kereta gantung sesuai arahan petugas.

    Hampir semua dinding ropeway terbuat dari kaca. Dan, saking panjang rutenya, bagi yang pertama kali naik kereta gantung mungkin akan sedikit gamang, tapi bakal berasa biasa saja kalau keretanya sudah jalan. Sebaiknya pilih tempat duduk yang searah dengan alur kereta.

    Perjalanan hingga stasiun tengah menawarkan panorama kota kobe nan indah. Tempat duduk yang pas adalah berlawanan arah dengan alur kereta.

    Melongok dari kaca sebelah kanan kereta terlihat dengan jelas Nunobiki Waterfall yang mempesona. Kabarnya air terjun ini salah satu dari 100 air terjun terbaik di jepang.

    Begitu juga dengan sebelah kiri, ada bendungan air! Namanya Nunobiki Gohonmatsu Dam. Dari kejauhan bendungan tersebut lebih terlihat bak kaca. Bendungan dan air terjun ini digadang-gadang sebagai kualitas terbaik air Kobe.

    Di stasiun tengah, jika tidak berhenti, kita tetap duduk di kereta. Hanya saja, petugas akan melakukan pengecekan. Kemudian, kereta melanjutkan rutenya hingga stasiun teratas.

    Di stasiun teratas, tunggu aba-aba dari petugas baru keluar. Perlihatkan tiket ke petugas dan bisa memasuki kawasan paling puncak.

    Papan Penunjuk Arah

    Bagi yang bingung mau milih area mana yang mau dikunjungi, cukup dengan melihat papan penunjuk arah yang menunjukkan lokasi masing-masing wisata. Papan tersebut cukup mudah dipahami, karena selain bahasa jepang juga tertulis dalam bahasa inggris.

    Panorama Alam & Kota Kobe dari Puncak

    Pintu keluar kereta gantung terhubung dengan area restoran (View Plaza) dan panorama lepas kota kobe.

    Sejauh mata memandang, luar biasa indah.. Apalagi saat cuaca cerah, bakal jelas terlihat padatnya pemukiman penduduk di kota kobe, gedung-gedung pencakar langit, hamparan laut luas, pelabuhan kobe, bukit barisan yang terlihat seperti garis pembatas antara laut dan langit biru.

    Kereta gantung silih berganti berlalu-lalang diketinggian melewati kebun-kebun herbal 4 musim dibawahnya. Atap-atap rumah kacapun terlihat unik dan menarik untuk disinggahi. Sungguh sebuah karya & maha karya yang keren!

    Panorama ini bisa dinikmati dengan teleskop berbayar ¥100. Bahkan, Kobe Port Tower pun yang lanmark-nya Kobe bisa terlihat dengan jelas!

    Pict taken by Etikuchan
    View dari puncak

    View Plaza

    Di puncak ropeway, ada View Plaza. Bangunan bergaya eropa ini terdiri dari restoran, cafe dan area pertokoan; menjadi tempat terluas disini dan memberi kesan romantis! Area ini didekorasi dengan berbagai jenis bunga dan meninggalkan wangi flora.

    Pict taken by Etikuchan
    View Plaza

    Bagi yang mencari TOILET, ada di lantai dasar gedung yang ada jam dindingnya.

    Rose Symphony Garden

    Disini terdapat banyak sekali jenis bunga mawar. Di tengah kebun, ada patung anak kecil yang memegang ikan, mulut ikan tersebut menganga lebar mengeluarkan air mancur yang mengalir ke kolam mungil berbentuk gelas piala. Artistik!

    Spot di Rose Symphony Garden

    Di berbagai sisi taman banyak tempat duduk untuk bersantai-ria.

    Mori no Hall

    Bangunan ini berada di dalam kawasan Rose Symphony Garden. Di beranda depannya ada Garden Cafe yang menjual aneka minuman yang didominasi dari bahan herbal.

    Masuk ke tempat ini gratis! Di sebelah kanan pintu terpajang dengan cantik miniatur rumah dan kehidupan bergaya eropa. Benar-benar kreatif!

    Miniatur bergaya eropa

    Di sisi seberangnya ada aneka aroma dan wewangian herbal. Aneka tanaman seperti salah satunya kayu manis ditaruh di dalam kotak kaca, kemudian disisinya ada botol kecil berisikan wewangian khas kayu manis.

    Di sisi kiri ada ハーブガイドアロマと香り, yang mungkin bila dibahasaindonesiakan berarti panduan aroma dan wewangian herbal. Kita bisa melihat secara langsung alat-alat yang digunakan untuk mengekstrak herbal. Tempat yang lebih mirip area presentasi ini buka pukul 11:00-11:45.

    Selanjutnya, ada ruangan yang sepertinya toko yang menjual aneka aroma & wewangian herbal.

    Di lantai 2, ada Mori no Hall yang ditutup, mungkin khusus untuk acara-acara tertentu saja.

    Pintu keluar lantai 2 terhubung ke bangunan coklat tertinggi yang ada jam dindingnya. Bangunan ini berada diantara View Plaza & Rose Symphony Garden. Menelusuri anak tangga bisa kembali turun ke lorong antara area restoran & kebun mawar.

    Glass House

    Pernah maen game FarmVille nggak?! Kalo pernah, pasti bakal familiar sama bangunan yang satu ini, namanya glass house (rumah kaca). Mulai dari dinding sampai ke atapnya memang didominasi oleh kaca.

    Glass House

    Di dalam rumah ini, ada beberapa bagian yang masing-masingnya didekorasi dengan sangat unik. Ada taman, kamar mandi, dapur, ruang makan, ruang santai; semua punya konsep herbal!

    Dibagian belakang, ada monumen ibu & anak yang dilatari dengan air. Sesekali muncul gelembung air. Kejernihan airnya bikin adem..

    Di beranda belakang mungkin bakal jadi tempat yang paling disukai para pelancong (selain area puncak). Pemandangan lepas laut dan kota kobe kembali menakjubkan mata. Dan lagi, sofa empuknya bebas digunakan pengunjung untuk bersantai-ria, penat setelah melanglang-buana berasa menguap!

    Diantara pengunjung ada yang memilih berendam kaki di Herbal Footbath, buka dari pukul 10:00-16:30. Disediain handuk juga lho, ¥100/lembar.

    Herbal Footbath

    Disini juga ada cafe yang menjual teh, kopi dan es krim herbal. Harganya variatif berkisar dari ¥600.

    Pembelian Oleh-oleh

    Aneka souvenir banyak dijual di lokasi pembelian tiket, lantai 4 gedung Herb Garden Bottom Station.

    Selain lokasi shopping dan beli tiket, disini juga tempat pengambilan souvenir gratis buat pengunjung yang nge-share foto ke sosmed pake hashtag Nunobiki Herb Gardens & Ropeway dengan memperlihatkannya pada staf. Biasanya bakal dapetin sebungkus herbal camomile buat garam mandi di bathtub.

    Akses

    Akses ke lokasi bisa dengan kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi.

    Kobe Cityloop Bus

    Dengan kendaraan umum, bisa memanfaatkan subway khusus wisata yang dikenal dengan nama Kobe City Loop Bus.

    Jika destinasinya hanya kebun herbal ini saja, bisa langsung naik bus di halte berlogo city loop. Bajet ¥260 (¥130 untuk anak-anak dibawah 12 tahun), bayar di mesin otomatis yang ada disamping kiri sopir.

    Selama di bus, dilarang makan, minum, merokok ataupun bicara pake suara gede, termasuk menggunakan ponsel yang mengganggu (seperti: menerima telepon).

    Jika punya destinasi lebih dari satu, recommended banget pake 1-Day Pass. Memang sedikit merogoh kocek tapi tentunya hemat dan praktis. Tiket dewasa ¥660 dan anak-anak ¥330, bisa dibeli di City Loop buses, Kobe Information Center di Stasiun Sannomiya dan di Tourist Information Offices di Shin-Kobe. Saat naik bus, perlihatkan tiket ke sopir/pemandu.

    Bus Pariwisata

    Tempat parkir kendaraan pribadi berbeda dengan bus wisata. Bus pariwisata dan kursi roda bisa langsung parkir di halaman pelataran yang ada di depan gedung yang bertuliskan Herb Gardens Bottom Station. Dari belakang gedung ANA Plaza, ikuti plang parkir yang ada disebelah kanan.

    Mobil Pribadi

    Tempat parkir untuk kendaraan pribadi ada di dalam gedung ANA Plaza. Dari belakang gedung ANA Plaza, plang parkir ada di sebelah kiri, ikuti jalan memasuki gedung, tempat parkir ada di lantai 6-8. Pembayaran parkir dengan kartu atau cash.

    Turun dari tempat parkir (6F-8F) dengan lift menuju lantai 1. Jalan keluar gedung, masuki gerbang bertuliskan 布引ハーブ園/ロープウェイ, ikuti jalan khusus pejalan kaki sampai ketemu lift. Disamping lift tersedia map yang bisa digunakan sebagai panduan manual.

    Untuk menaiki lift, antri dengan teratur, dahulukan pengunjung yang ada di dalam lift keluar dulu baru masuk dengan tertib. Kadang sesekali bakalan ketemu guide/volunteer di lift. Bobot lift hanya 11 orang.

    Atau, pengunjung juga bisa menaiki anak tangga.

    Catatan

    • Area Nunobiki Herb Gardens tutup pukul 16:30
    • Ropeway tutup pukul 17:15

    Gallery

    * Sebagian foto diambil dari koleksi foto Etikuchan, termasuk foto yang digunakan untuk judul

    Kamus

    • 布引ハーブ園/ロープウェイ /nunobiki haabu-en roopuwei/ = Nunobiki Herb Gardens & Ropeway (Kebun Herbal Nunobiki & Kereta Gantung)
    • ロープウェイ /roopuwei/ = Ropeway (kereta gatung, gondola, lori
    • グラスハウス /gurasu hausu/ = Glass hause (rumah kaca)
    • 1-Day Pass/One Day Pass /wan dei pas/ = Tiket subway yang bisa digunakan seharian kemana saja sesuai aturan yang berlaku
    • 1F, 6F, 8F = Singkatan dari 1st Floor (lantai 1)
    • ハーブ園山麓駅 /haabu-en sanroku-eki/ = Herb Garden Bottom Station (Stasiun terbawah taman herbal)
    • 布引の滝 /nunobiki no taki/ = Nunobiki Waterfall (Air Terjun Nunobiki)
    • 布引五本松ダム /nunobiki gohonmatsu damu/ = Nunobiki Gohonmatsu Dam (Bendungan Gohonmatsu Nunobiki)
    • Budget = Kata serapan yang dibahasaindonesiakan menjadi bajet (anggaran)
    • ガーデンカフェ /gaaden kafe/ = Garden Cafe
    • ハーブガイドアロマと香り /haabu gaido aroma to kaori/ = Herb Guide Aroma & Fragrance (Panduan Aroma & Wewangian Herbal)
    • Cash = Bayar kontan
    • Guide = Pemandu
    • Volunteer = Sukarelawan

    Related Link

    Referensi

    Opini O

    Karena dikelola dengan sangat baik, kebun herbal ini luar biasa indah.. Wort it memang dengan harga tiket segitu.

    *

    Padahal, bunga yang dilihat juga banyak ditemui di Indonesia. Bedanya di Indonesia, mungkin karena saking banyaknya, bunga-bunga itu tampak tak berharga, bahkan ada yang mencapnya bunga kampung, contohnya: bunga tahi ayam; atau lebih memilih bunga yang lebih mahal (apalagi dengan iming-iming impor dari negara bla bla bla).

    Di jepang, bunga-bunga yang biasa kita temui di negara kita jadi bernilai. Coba saja lihat di taman kota, taman bermain ataupun di beberapa tanaman hias; sebagian besar bunga-bunga itu cukup familiar. Tak heran bila di supermarketpun dijual dalam bentuk kemasan pot, benih atau bingkisan. Bahkan, menjadi salah satu spesies penghuni kebun herbal di kobe.

    *

    Tranpostasinya OK! Ada subway bus khusus wisata lengkap dengan buku panduan manual dalam bahasa jepang atau inggris. Tempat parkirpun terkoordinir dengan sangat baik. Pembayaran hanya sekali, jelas dan praktis; sesuai dengan waktu penggunaan. Sistemnya juga teratur, mobil pribadi tidak bisa parkir seenaknya di area bus sekalipun kosong. Bahkan, kursi rodapun memiliki area parkir khusus.

    *

    Sebagian besar orang Indonesia yang berkunjung kesini benar-benar memanfaatkan waktu untuk berlibur dan mengambil spot foto yang bagus. Pemandangan yang cukup kontras datang dari wisatawan barat, mereka tampak berlibur sekaligus belajar. Selain mengambil foto, mereka membaca penjelasan diberbagai spot yang mereka singgahi.

    *

    Mau ada atau tidak ada tong sampah, area ini selalu terjaga kebersihannya. Bahkan dengan banyaknya pepohonan dan tanam-tanaman dari segala jenis, sampah daun keringpun tak tampak menyemak di jalan setapak sekalipun.

    *

    Bagi teman-teman yang perutnya sensitif dengan minuman tertentu, mungkin sedikit memilah dalam pemilihan minuman ataupun kombinasinya. Jika terjadi mual, muntah, pusing dan/atau mencret, evaluasi dulu penyebabnya apa.

    Salah satu kombinasi yang mungkin bisa bikin perut ga enak adalah krim cair berbungkus mungil transparan yang berasa asem, sepertinya. Bila ngalamin itu, segera minum banyak air putih atau susu cair, gejala lebih lanjut konsul ke pelayanan kesehatan terdekat.

    Cara Mengurus VISA Korea dari Tokushima

    Persiapan Sebelum Mengurus VISA Korea

    • Booking pesawat, tips:
      • Cari referensi: tanya ke teman yang pernah ke korea atau browsing.
      • Jika tidak punya kartu kredit, pilih pembayaran via combini/supermarket (harus dibayar dalam waktu 24 jam setelah boking).
      • Pilih booking sesuai kebutuhan.
        • Kalau misalkan sewaktu pergi tidak membawa barang banyak, pilih yang tidak menyediakan bagasi. (Untuk PEACH, boleh bawa 1 tas ke kabin dengan berat maksimal 7kg).
        • Sebaliknya, kalau dirasa bakal belanja banyak dan perlu bagasi, pilih yang sudah set dengan bagasi.
        • Jika mendadak butuh beli bagasi, bisa dibeli sewaktu check-in di bandara dengan metode pembayaran kartu kredit.
      • Buka email dan print. Jika mengalami kesulitan untuk print langsung, capture emailnya & print di combini/supermarket dengan kertas A4.
    • Booking hotel, tips:
      • Cari referensi:
        • Tanyakan ke teman yang sudah pernah ke korea
        • Lihat review hotel/hostel vis internet
      • Pilih didekat stasiun, rekomendasi banget di area sekitar Myeongdong Station (Lokasinya strategis, terlebih ada Myeongdong Street, surganya kuliner korea!).
      • Sebagian besar pelancong biasanya mengambil kamar yang lebih mirip hotel kapsul. Tapi, buat yang tidak terbiasa, bisa memilih kamar sesuai keinginan di penginapan yang sama.
      • Pilih hotel yang bisa dicancel/dibatalkan tanpa pembayaran.
      • Rata-rata meminta pembayaran dengan kartu kredit. Jika tidak punya kartu kredit, cari yang bisa bayar di tempat.
      • Buka email dan print. Jika mengalami kesulitan untuk print langsung, capture emailnya & print di combini/supermarket dengan kertas A4.

    Siapkan Persyaratan

    • Passport (paspor)
    • Residence Card
    • Zaishoku shoumei sho (surat keterangan kerja)
    • Foto 4,5cm x 3,5cm
    • E-Ticket (diprint di kertas ukuran A4)
    • Bukti booking hotel (diprint di kertas ukuran A4)

    Pengurusan VISA

    • Datang ke Kedutaan Korea di wilayah masing-masing. Untuk area Tokushima, pengurusan dilakukan di Konsulat Korea yang ada di Kobe.
    • Waktu pengajuan VISA pukul 9:00-11:30
      • Ikuti panduan dari security/satpam disana
      • Ambil nomor antrian
      • Isi formulir
      • Fotocopy paspor & Residence Card (di lokasi tersedia mesin fotocopy berbayar, dibantu oleh security yang ramah)
      • Beli tiket pembayaran pengurusan VISA di mesin otomatis Â¥4.400
      • Semua persyaratan diserahkan ke petugas
    • Waktu pengambilan VISA
      • Ambil di tempat pada pukul 14:00-16:00, atau
      • Bisa pilih chakubarai, diproses 4 hari kerja & diterima dihari ke-5 atau ke-6. Kalau memilih chakubarai, otomatis paspornya ditinggal dulu. 

    Kamus

    • 着払い /chakubarai/ = Pengiriman via pos yang dibayar ketika barang sampai
    • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ = Mesin penjualan otomatis
    • 在留カード /Zairyuukado/ = Residence Card (Kartu Identitas/KTP Jepang)
    • 在職証明書 /zaishoku shoumei sho/ = Surat keterangan kerja dari institusi/lembaga tempat bekerja
    • コンビニ /combini/ = Toko yang buka 24 jam, seperti: 7eleven dan Family Mart

    Catatan

    • Kalau datang telat, berkas tidak diproses dan kembali dihari lain.
    • Di jepang, Kedutaan Besar dan Konsulat Korea (Embassy & Consulate General of Korea in Japan) ada di 12 wilayah.
    • Yang belum punya foto, bisa membuatnya di photo box  yang biasanya ada di area supermarket/stasiun atau tempat tertentu lainnya.
    • Bagi yang sudah punya foto dalam bentuk soft copy, bisa mengeprint di combini.

     

    すだち (Sudachi)

    Selain satsumaimo, Tokushima punya hasil pertanian andalan lainnya yang sangat familiar dengan sebutan sudachi. Dan, jeruk nipis khas tokushima ini tak hanya dikenal sebagai hasil tani belaka, tapi lebih terkenal sebagai icon-nya tokushima yang bernama sudachi-kun, icon manusia berkepala sudachi dengan pakaian awa odori laki-laki.

    Bagi para pelancong, sudachi menjadi salah satu souvenir yang kudu diboyong sebagai omiyage dari tanah awa (tokushima).


    Di musim panas ini, sudachi bakal banyak dijumpai di berbagai supermarket, mulai dari versi original (dalam bentuk buah) hingga produk olahan (jus, snack, permen, dll). Rata-rata dijual lebih murah dan sudah dipaket dalam jumlah yang cukup banyak.


    Panas-panas begini enaknya minum yang fresh. Tak mau ribet, bisa beli; tapi kalau mau berkreasi, bikin minuman yang gampang aja, kaya vitamin C dan maknyuss, apalagi kalau bukan es jeruk nipis 🍹😋👇


    Es Jeruk Nipis

    • Bahan:
      • Jeruk nipis
      • Gula pasir
      • Air hangat
      • Es batu
    • Cara:
      • Peras jeruk nipis
      • Tuang air hangat
      • Tambahkan gula
      • Aduk
      • Tambahkan es batu

    Gallery


    Kamus

    • すだち /sudachi/ Jeruk nipis khas Tokushima
    • さつまいも /satsumaimo/ Ubi ungu yang bagian dalamnya kuning dengan rasa yang manis
    • 阿波踊り /awa odori/ Tarian khas Tokushima
    • お土産 /omiyage/ Oleh-oleh atau souvenir