Category Archives: Travelog

Berlibur ke Penangkaran Rusa di Cariu

Menurut seorang penjaga, penangkaran rusa di Cariu a.k.a Wisata Taman Rusa Tanjung Sari ini sudah ada sejak tahun 2006, namun baru dibuka untuk wisata sekitar tahun 2014.

Hari ini, Sabtu siang tanggal 28 Desember 2019, rusa yang terlihat hanya ada 5 ekor, 1 ekor rusa tutul dan 4 ekor rusa timor. Kemana rusa lainnya? Pengunjung juga tampak tak banyak, kenapa ya?

Ternyata, berdasarkan informasi dari warga setempat, rusa ini sebetulnya banyak, mencapai 200 ekor. Tapi beberapa diantaranya ada yang dikirim ke daerah lain (mungkin untuk mengisi kebun binatang atau penangkaran lainnya); ada juga yang kembali ke hutan dengan melewati pagar pembatas yang ada diantara padang rumput dengan hutan, biasanya mereka akan kembali ke padang rumput di waktu tertentu (pagi atau sore) untuk mencari makan.

Ada waktunya pengunjung yang datang akan sangat ramai dan ada waktunya seperti sekarang, sepi.. Biasanya di akhir tahun atau libur besar, tempat ini cukup diminati.

Pengunjung diperbolehkan untuk memberi makan dan berinteraksi langsung dengan para rusa, tentunya dengan pengawasan dari penjaga. Pengunjung bisa membeli makanan berupa ubi rambat yang sudah di potong-potong memanjang seharga Rp 10.000,- di jalan menuju padang rumput ataupun di pondokan yang ada di dalam area padang rumput.

Rusa Tutul

Rusa dengan nama latin Axis Axis ini menjadi favorit dari sebagian besar pengunjung yang datang, karena bentuknya nan indah. Bulunya halus berwarna coklat sawo matang dan bermotif tutul putih.

Habitatnya di padang rumput, semak, dan batas hutan yang memiliki sumber air minum. Rusa ini bukanlah jenis rusa asli Indonesia, melainkan dari Sri Langka, Nepal, Bangladesh dan India.

Karena rusa tutul adalah herbivora, biasanya memakan rumput, daun, bunga dan biji-bijian tertentu.

Rusa ini hidup berkelompok, biasanya sekitar 2-6 ekor. Karena tergolong mamalia, rusa ini berkembang biak dengan beranak.

Rusa Timor

Rusa dengan nama latin cervus timorensis ini adalah penghuni terbanyak di penangkaran cariu. Rusa timor adalah salah satu spesies rusa endemik di Indonesia selain Rusa Sambar (Cervus Unicolor), Rusa Bawean (Axis Kuhlii) dan Muncak (Muntiacus Muntjak).

Rusa timor dikenal juga dengan nama Rusa Jawa, Javan Rusa, Javan Deer dan Timor Deer. Rusa asli jawa dan bali ini menjadi fauna identitas daerah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rusa ini memiliki bulu coklat abu-abu hingga coklat tua kemerahan, rusa jantan memiliki warna lebih gelap. Warna di bagian perutnya lebih terang dari bagian punggungnya. Rusa jantan memiliki tanduk bercabang tiga dengan ujung yang runcing dan kasar.

Habitatnya di savana dan vegetasi hutan. Sama seperti rusa tutul, hewan herbivora inipun juga memamah biak, berkembang biak dengan beranak; dan juga hidup berkelompok.

Tiket

Tempat pembelian tiket berupa pondok mungil yang ada di depan tempat parkir.

  • Tiket parkir mobil Rp 10.000,-
  • Tiket parkir motor Rp 5.000,-
  • Tiket masuk anak-anak dibawah 3 tahun: GRATIS!
  • Tiket masuk anak-anak 3 tahun keatas Rp 20.000,-
  • Tiket masuk dewasa Rp 20.000,-

Akses

Akses ke lokasi masih belum praktis, baru bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi. Perjalanan dari Jakarta (Timur) melewati Jonggol memakan waktu sekitar 2,5-3 jam dengan mobil.

Gerbang destinasi ini ada 2, sayangnya untuk akhir tahun 2019 ini akses ke lokasi dari gerbangnya tergolong rumit. Gerbang yang ada plang Taman Rusa Tanjung Sari memiliki turunan curam; jalan kecil berkerikil kasar ini ideal untuk 1 mobil, pastikan untuk turun perlahan dengan hati-hati. Gerbang lainnya sedikit lebih baik, hanya saja melalui tanah liat yang rawan longsor, perlu jeli dipertigaan, karena bisa saja ada mobil lain dari arah bawah yang kurang terlihat.

Dari tempat parkir, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 100 meter melewati jembatan bambu. Selain itu, pengunjung perlu memperhatikan peraturan yang ada, yaitu: maksimal penyeberang adalah 5 orang; tidak diperkenankan selfie saat melintas di jembatan

Fasilitas

Penangkaran ini dilengkapi dengan fasilitas parkir kendaraan, toilet, mading (papan informasi), mushalla bagi yg muslim, dan sepertinya ada cottage juga. Selain itu, juga ada arena bermain anak-anak dan area selfie di bagian bawah padang rumput atau di dekat sungai.

Fasilitas lainnya ada kolam renang berbayar. Dengan merogoh kocek Rp 10.000,- bisa menikmati wahana mandi-mandi ini. Lokasinya dekat dengan jembatan penyeberangan, hanya dibatasi pagar saja.

Bagi yang mau berbelanja, di luar area padang rumput banyak jajanan lokal dan instan yang dikelola oleh warga setempat.

Catatan

  • Pada musim hujan, jalanan agak licin, harap berhati-hati.
  • Demi menjaga kesehatan, jangan lupa membawa hand sanitizer dan cuci tangan setelah berinteraksi dengan rusa atau sebelum menyentuh makanan.
  • Ketika pengunjung datang, biasanya rusa mendekat, apalagi jika membawa tentengan atau tas, karena dikira membawa makanan. Pengunjung harap berhati-hati; biar aman, simpan makanan dan keluarkan sedikit demi sedikit.
  • Jangan mengganggu satwa yang lagi istirahat.

Gallery

Referensi

  • Wawancara dengan seorang penjaga dan seorang penduduk lokal.
  • Mading yang ada di penangkaran.

Refreshing ke GOR Rawamangun

Di Jakarta, ada beberapa tempat yang recommended buat refreshing. Khususnya bagi pecinta olahraga, ada banyak fasilitas umum yang bisa digunakan secara gratis!

Salah satu destinasi yang dimaksud ada di GOR Rawamangun. Tempat ini dikenal juga dengan nama Gelora Rawamangun, GOR Pemuda, Gelanggang Olahraga Rawamangun, GOR Balap Sepeda Rawamangun atau GOR Velodrome.

Fasilitas

Di dalam kawasan ini ada GOR, taman bermain yang adem lengkap dengan kursi taman dan dekorasi nan unik, Jakarta International Velodrome a.k.a Gelanggang Olahraga Velodrome, Stasiun LRT Velodrome, Lapangan Basket, Gedung Squash, Kolam Renang, Lapangan Tenis Indoor & Outdoor, fasilitas olahraga outdoor, fasilitas pendukung olahraga, batu pijakan relaksasi, dll.

Masing-masing gedung menyediakan berbagai fasilitas lainnya yang tak kalah lengkap, seperti: TOILET pria & wanita, loker, lobby, tempat duduk penonton, lapangan olahraga, kantin, mushalla bagi yang muslim, dsb.

Jakarta International Velodrome

Jakarta International Velodrome a.k.a Gelanggang Olahraga Velodrome adalah salah satu gedung iconic yang paling disukai oleh para pengunjung.

Memang tidak boleh sembarang orang bisa masuk, tapi berada di berandanya saja sungguh mengagumkan, view-nya kece badai!! Kita bisa melihat taman yang apik, 20 lebih tiang bendera yang terpancang rapi, juga LRT yang sesekali melintas di Stasiun LRT Velodrome.

Walaupun tidak bisa masuk, kita bisa mengintip bagian dalam gelanggang balap sepeda ini dari pintu kaca, dinding di sisi pintu masuk masih menyisakan lukisan icon ASEAN Games 2018 yang masih colorful, ngangenin yaa.. Selain itu, deretan kursi tampak tersusun dengan sangat rapi di dalam Velodrome yang di tengahnya ada arena melengkung tempat balap sepeda.

Event

Kompleks fasilitas olahraga yang luas ini menjadi bagian dalam pesta olahraga ASEAN Games 2018. Tak heran, jika pengunjung masih banyak menemukan sisa-sisa icon ASEAN Games yang sukses digelar di tahun lalu itu.

Lain-lain

Antusiasme masyarakat di Jakarta untuk berolahraga juga patut diacungi jempol, terlihat dari ramainya GOR Rawamangun, terutama di akhir pekan. Bukan hal yang aneh, bila melihat ada yang rela ngantri untuk menggunakan fasilitas olahraga yang ada di sisi kanan pintu masuk. Jika ada senam, yang ikut sampai memenuhi jalan di depan GOR.

Tak hanya fasilitasnya yang luar biasa lengkap dan memadai, di GOR juga ada beberapa stand kuliner buat yang mungkin mau sarapan atau sekedar membeli air meneral untuk pelepas dahaga.

Akses

Akses ke lokasi sangat praktis, bisa ditempuh dengan Transjakarta (busway) berhenti di Halte Velodrome dan berjalan kaki menelusuri JPO beberapa menit. Budget yang dibutuhkan ekonomis, sekitar Rp 7.000,- PP.

Kamus

  • JPO = Jembatan Penyeberangan Orang
  • PP = Pulang-pergi
  • GOR = Gelanggang Olahraga

Gallery

  • Instagram: @olha_chayo #jejaklangkaho 👉 Pohon

Catatan

  • Mulai dari tanggal 21 Oktober 2019 s/d SELESAI, ada perbaikan di GOR. Jadi, arena lari ini tutup sementara waktu hingga perbaikan selesai.
  • Biasanya, mulai dari kaki JPO hingga depan pintu masuk ada beberapa pedagang kaki lima yang menjual aneka makanan, namun entah mulai ditertipkan atau bagaimana, mulai terlihat sepi. Beberapa mobil aparat terlihat standbye di sekitar pintu masuk GOR.

Rekomendasi Link

Tongseng Maknyuss di Area PGC

Tongseng adalah sejenis gulai dengan bumbu yang lebih komplit dan berasa manis, pedas dan gurih. Daging yang umum digunakan adalah daging kambing. Namun, cukup banyak juga yang menggunakan daging lain seperti daging sapi atau daging ayam.

Di jaman ‘now’, kuliner khas Jawa Tengah yang maknyus ini bisa dibeli di banyak tempat, mulai dari warung kaki lima hingga restoran mahal.

Di Jakarta, ada salah satu tempat yang paling direkomendasi oleh para penikmat kuliner, tepatnya di depan JPO Halte PGC1 arah Cawang. Warung kaki lima ini buka dari jam 10 malam hingga pukul 5 Subuh; itupun kalau pelanggan sepi banget, karena biasanya, ketika warung ini buka, langsung diserbu oleh para pecinta tongseng.

Tongseng sapi yang dijual disini terdiri dari kombinasi daging sapi berlemak cair yang empuk dan mlumer, sayur kol nan renyah, potongan cabe rawit yang memberikan percikan-percikan pedas yang bikin nagih di mulut, kuah santan berbumbu khas yang klop, dengan toping bawang goreng yang juga renyah. Benar-benar menggugah selera makan siapa saja.

Selain tongseng sapi, ada juga menu lainnya yang tak kalah enak, seperti: tongseng ayam, pecel lele dan pecel ayam. Minuman hangat atau dinginpun juga ada lho: air mineral, es jeruk, es teh manis dan jeruk panas.

Sssst.. Soal harga, jangan ditanya, pastinya ekonomis!! Ini nih bocorannya:

  • Pecel lele atau pecel ayam Rp 19.000,-
  • Tongseng sapi atau tongseng ayam Rp 20.000,-

Gallery

  • Tongseng depan PGC (soon)

Catatan

  • Tongseng lebih nikmat disantap selagi hangat
  • Saat makan makanan yang hangat, sebaiknya jangan langsung minum minuman dingin, karena bisa mengakibatkan masalah pada gigi

Referensi

  • Lisa and the gang (Sayonara Party Lisa)

Review OYO Townhouse 1 Hotel Salemba (English)

Good Points

  • Location is strategic in central
    • Address: Jl. Salemba Raya No. 26, RT.4/RW.6, Kenari, Senen, Central Jakarta, Jakarta 10430, Indonesia
    • Google Maps: OYO Townhouse 1 Hotel Salemba
  • Practical
    • Can access with public transportations, ex: busway (Transjakarta)
  • Good Facilities
    • TV, AC, TOILET (doormats, soap/shampoo, lotion, towl, toothpaste, tooth brush, glass, mirrorr), telephone, Free Wi-Fi, wardrobe, sofa, table)
  • Clean
  • Amazing view from the window
  • The price is cheap, specially when you got a promo
  • Good decoration
  • Free breakfast

Bad Points

  • Old building
  • Difficult to open the primary door

Aplication

  • OYO

Score

  • 4/5

Gallery

Review OYO Townhouse 1 Hotel Salemba

Kelebihan

  • Terletak di pusat kota
    • Alamat: Jl. Salemba Raya No. 26, RT.4/RW.6, Kenari, Kec. Senen, Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10430, Indonesia
    • Google Maps: OYO Townhouse 1 Hotel Salemba
  • Praktis
    • Bisa diakses dengan transportasi umum (seperti: busway Transjakarta) dan transportasi online
  • Fasilitas OK
    • TV, AC, TOILET (keset kaki, sabun/shampo, lotion, odol & pasta gigi, handuk), telpon, Free Wi-Fi, lemari, kursi santai dan meja kerja
  • Bersih
  • Pemandangan dari jendela mantap!
  • Harga miring, tergantung ada/tidaknya promo
  • Dekorasi OK
  • Sarapan gratis

Kekurangan

  • Gedung lama
  • Pintu depan tertutup dan agak sulit dibuka (mungkin karena baru)

Aplikasi

  • OYO

Nilai

  • 4/5

Gallery

Nongkrong Seru di Perpusnas

Hayo looo.. Siapa yang belum pernah mampir kesini? Nggak ada salahnya ngeluangin waktu dan nyobain mampir barang sekali-kali, dijamin nagih!! Gimana enggak, tempatnya nyaman bangett..

Biasanya, kalau udah ngedenger kosakata ‘pustaka’ pasti bakal ngebayangin tempat yang monoton dengan segudang buku yang bikin para non-kutu buku uring-uringan dan lebih memilih bersantai-ria ditemanin gadget. Tapi NO buat Perpusnas.

Apa bedanya??

Dari gedungnya aja udah unik, di pelataran perpusnas didesain santai, masuk ke lobi suasananya adem dan menarik pengunjung untuk melihat lantai demi lantai, ada loker penyimpanan barang, ada cafe, daaaan… banyak lagi yang pokoknya sangat menarik!

*

Jangan bilang masih ada yang belum tau apa itu Perpusnas. Tapi kalau belum taupun juga nggak masalah, bakal dikasih tau kok.

Perpusnas itu singkatan dari Perpustakaan Nasional. Pustaka yang dimaksud adalah Perpustakaan Nasional RI.

Untuk lokasi, mungkin banyak yang lebih familiar dengan Perpusnas yang lama di Salemba. Tapi, akhir tahun 2018 lalu sudah dibangun ulang gedung Perpusnas yang baru dan ada hingga saat ini di Jl. Medan Merdeka Selatan No. 11, RT.11/RW.2, Gambir, Senen, Jakarta.

Akses

Lokasi bisa diakses dengan Busway (Trans Jakarta). Ambil rute Monas dan turun di depan Balai Kota. Bajet sangat ekonomis Rp 3.500,- saja.

Dari halte sudah tampak gedungnya yang khas. Nyeberang. Bila lampu lalu lintas belum menunjukkan gambar pejalan kaki berwarna hijau, tekan tombol yang ada di tiang lampu merah, tunggu sampai icon pejalan kaki muncul.

Cara Masuk

Sampai di seberang, ada gedung bertuliskan PERPUSTAKAAN NASIONAL RI. Masuk ke gedung bergaya Belanda, ikuti pemeriksaan dari security di pintu masuk. Biasanya, petugas bakal minta pengunjung untuk membuka tas bawaan buat diperiksa, kemudian masuk dengan melewati mesin pendeteksi (mirip screening sewaktu check-in di bandara).

Di gedung ala tempoe doeloe ini, ada foto-foto Presiden Jokowi beserta berbagai koleksi foto kunjungan resmi, ada miniatur digital dan modern, dll. Ini menarik dan pastinya gratis!

Keluar dari gedung, jalan beberapa langkah memasuki pelataran gedung Perpusnas. Masuk ke lobi.

Loker Penyimpanan

Di lobi, titipkan bawaan di sebelah kanan pintu masuk. Penitipan terbagi 2, jadi kalau di depan penuh, jangan kuatir, masih ada satu lagi di sayap kanan sebelah belakang.

Terima kunci loker dari staf di meja penitipan. Khusus bagi pengunjung yang membawa laptop atau notebook, dipinjamkan tas transparan. Bawa barang-barang berharga dan seperlunya, kemudian sisanya masukin loker.

Masing-masing loker ada nomornya. Dan, pengunjung makin dipermudah dengan adanya informasi pengelompokan nomor loker yang ditempel di loker yang terdekat dengan pintu masuk. Misal, nomor kita 53, tinggal lihat di deretan 1-100.

Setelah selesai, ambil barang, kunci loker dan tas transparan laptop tinggal dikembalikan pada staf di meja penitipan.

Layanan

Gedung Perpusnas terdiri dari 24 lantai yang memiliki fungsi masing-masing di setiap lantainya. Berikut layanan yang dimaksud.

  • Lantai 1 Lobi Hall & Display
  • Lantai 2 Layanan Keanggotaan & Penelusuran Informasi
  • Lantai 3 Zona Promosi Budaya Gemar Membaca
  • Lantai 4 Area Pameran & Kantin
  • Lantai 5 Perkantoran
  • Lantai 6
    • Data Center
    • Mushalla
  • Lantai 7 Layanan Koleksi Anak, Lansia & Disabilitas
  • Lantai 8 Layanan Koleksi Audiovisual
  • Lantai 9 Layanan Koleksi Naskah Nusantara
  • Lantai 10 Penyimpanan Koleksi Deposit
  • Lantai 11 Penyimpanan Koleksi Monograf Tertutup
  • Lantai 12 Ruang Baca Koleksi Deposit.
  • Lantai 12A Ruang Baca Koleksi Monograf Tertutup.
  • Lantai 14 Layanan Koleksi Buku Langka
  • Lantai 15 Layanan Koleksi Referens
  • Lantai 16 Layanan Koleksi Foto, Peta & Lukisan
  • Lantai 17 AIPI
  • Lantai 18 AIPI
  • Lantai 19 Layanan Multimedia
  • Lantai 20
    • Layanan Koleksi Berkala Mutakhir
    • Layanan Koleksi Manca Negara dan Ilmu Perpustakaan
  • Lantai 21 Layanan Koleksi Monograf Terbuka [KLAS 000 – 499]
  • Lantai 22 Layanan Kokeksi Monograf Terbuka [KLAS 500 – 999]
  • Lantai 23 Layanan Koleksi Majalah Terjilid
  • Lantai 24 Layanan Koleksi Budaya Nusantara & Eksekutif Lounge

Pendaftaran & Kartu Keanggotaan

Pengunjung bisa mendaftar menjadi anggota Perpusnas di lantai 2. Disini tersedia beberapa komputer yang cukup banyak untuk pendaftaran mandiri dan gratis.

  • Tempat pendaftaran ini ada di sebelah kiri keluar dari area lift. Langsung saja menuju komputer. Yang perlu disediakan adalah KTP.
  • Isi biodata, terutama yang dikasih bintang: *(Wajib diisi).
  • Setelah selesai, klik DAFTAR.
  • Ambil nomer antrian yang dicetak otomatis disamping komputer.
  • Antri dan tunggu dipanggil sesuai nomer antrian (mirip dengan antrean di Bank).
  • Apabila sudah dipanggil, duduk sesuai konter yang telah ditentukan (nomor antri dan posisi konter ada di layar TV ukuran sedang di bagian atas konter).
    • Catatan: tidak boleh memindahkan kursi dari tempat awal, walaupun hanya bergeser sedikit saja.
  • Di konter, bakal ditanya nama ibu kandung, dilakukan pengambilan foto dan cetak kartu.
  • Kartu bisa langsung jadi dan pengunjung sudah menjadi anggota Perpusnas.

Mudah, kan?! Akan lebih mudah lagi buat pengunjung yang sebelumnya sudah pernah menjadi anggota perpusnas (di gedung lama). Tinggal konfirmasi ke meja informasi, dengan ramah staf akan memandu menuju konter untuk cetak ulang kartu, tapi tetep kudu ngantri yaa..

Sementara, walaupun sudah memiliki kartu keanggotaan di Perpusnas ini, sayang sekali layanan peminjaman buku memang belum tersedia, pengunjung masih belum bisa meminjam buku untuk dibawa pulang.

“Apa gunanya dong punya kartu anggota?” Menurut salah satu staf, gunanya untuk penggunaan layanan multi media dan masuk ke beberapa layanan koleksi lainnya.

Ruang Baca Umum

Ruang baca umum ada di lantai 21 & 22. Disini koleksi buku-buku buanyaak..

Buat para non-kutu buku, silahkan dicoba. Tempat ini beda jauh dari pustaka yang selama ini sering kita datangi.

Udah gitu, suasananya nyamaaan bangett seolah membius pengunjung untuk berlama-lama nongkrong sampai lupa waktu.

Saking betahnya, kan biasanya di 30 menit sebelum jam kunjungan berakhir suka diumumkan kalau perpus akan tutup di jam bla bla bla, bahkan di detik-detik terakhirpun pengunjung masih saja nempel di posisinya dan mulai bergegas ngantri di lift setelah staf beres-beres.

Nonton Bareng

Bagi penikmat film, jangan sampai lewatin yang satu ini. Jadi ceritanya ke Perpusnas itu nggak melulu soal baca buku, tapi juga NOBAR alias Nonton Bareng.

Untuk jadwal film bisa dilihat di lobi, sebelah kiri sebelum masuk area lift. Kita bisa nonton film yang telah disediakan sesuai waktu yang telah ditentukan.

Fasilitas

Tak hanya aneka koleksinya yang luar biasa menarik, Perpusnas juga memanjakan pengunjungnya dengan akses free wi-fi yang cepat. Bagi yang belum tau pasword-nya bisa ditanyakan ke bagian informasi yang ada di lantai tersebut (biasanya ada di depan area lift).

Bagi yang muslim, bisa shalat di lantai 6. Mushallanya bersih dan nyaman… TOILETnya ada di luar, tapi untuk berwudlu ada tempat khusus disediakan di dalam mushalla. Mushalla dipisah dengan pembatas antara perempuan dan laki-laki. Di luar mushalla ada kursi yang dibagian bawahnya bisa menaruh sepatu. Ada beberapa sofa juga untuk duduk-duduk.

Masing banyak lagi fasilitas lainnya yang tak bisa disebutkan 1/1. Mungkin bisa teman-teman lihat sendiri saat berkunjung nanti.

Jadwal Operasional

Perpusnas buka setiap hari, kecuali hari libur nasional (termasuk hari besar) dan cuti bersama.

  • Senin-Kamis 08.30-18.00 WIB
  • Jum’at 09.00-18.00 WIB
    • Kuota antrian layanan keanggotaan 500
  • Sabtu-Minggu 09.00-16.00 WIB
    • Kuota antrian layanan keanggotaan 400

Gallery

Catatan

Di Bulan Ramadhan 1440H/2019, Perpusnas memiliki jadwal berbeda. Terhitung dari tanggal 26 April 2019:

  • Senin-Kamis 07.30-14.30 WIB
    • Jam istirahat 12.00-12.30 WIB
  • Jum’at 07.30-15.00 WIB
    • Jam istirahat 11.30-12.30 WIB
  • Sabtu-Minggu 08.30-14.00 WIB
    • Jam istirahat 12.00-12.30 WIB

Adanya cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1440H/2019 ini, Perpusnas tutup dari tanggal 1-9 Juni dan buka kembali pada tanggal 10 Juni.

Related Link

Pertama kali Naik KA Bandara, Beli Tiket via Vending Machine di Stasiun BNI City

Gallery

Kereta Api Bandara Stasiun Sudirman Baru – Bandara Soetta

Pertama kali naik kereta bandara ☺️ Ternyata praktis dan nyaman banget! 😉👍👍

Harga Tiket

Tiket bisa dibeli seharga IDR 70.000 via vending machine atau online.

Cara Beli Tiket di Vending Machine

Masuk Stasiun Bandara Sudirman Baru. Beli tiket via Vending Machine. Buat yang perdana tak perlu kuatir, bakal dipandu oleh beberapa orang petugas yang standbye dan siap membantu dengan ramah.

  • Sentuh logo kereta api yang bertuliskan TICKETS pada layar vending machine
  • Di layar selanjutnya sentuh logo kereta api yang bertuliskan BUY TICKETS
  • Lalu pilih logo tiket yang bertuliskan REGULAR TICKET
  • Pilih rute yang ada logo pesawat bertuliskan Soekarno Hatta Airport (BST)
  • Jika penumpang lebih dari 1, bisa mengurangi/menambah dengan menyentuh icon (menambahkan) atau – (mengurangi) di pojok kiri atas layar yang bertuliskan Number of Passenger(s).
  • Selanjutnya, pilih waktu keberangkatan. Disini tercantum dengan rinci jenis & nama kereta, waktu keberangkatan dan kedatangan, serta harga (IDR 70.000).
  • Setelah itu, sentuh layar yang ada kolom bertuliskan BOOKING
  • Masukkan No. HP dan pilih NEXT
  • Lakukan pembayaran dengan memilih metode yang tersedia di bagian bawah layar bertuliskan Choose Payment MethodDEBIT/CREDIT CARDPREPAID CARD atau VOUCHER. Misalnya dengan cara DEBIT/CREDIT CARD, masukkan kartu ke mesin, tekan tombol angka untuk memasukkan PIN, tekan tombol hijau di sudut kanan terbawah.
  • Ambil tiket kereta dan struk pembayaran.
  • Selesai

Cara Beli Tiket Online

  • Download aplikasi Railink.
  • Sentuh Kolom Register dan lengkapi data.
  • Login sesuai email & password yang telah didaftarkan.
  • Sentuh Regular atau Reserve Seat.
  • Pilih stasiun keberangkatan di sebelah kiri, misal SUDIRMAN BARU (BNI CITY) (SDB). Pilih stasiun tujuan di kolom kanan, misal SHI BST untuk Bandara Internasional Sorkarno-Hatta.
  • Sentuh One Way untuk 1x perjalanan, pergi saja atau pulang saja. Pilih Round Trip untuk pulang-pergi.
  • Pilih tanggal keberangkatan di Depart Date
  • Sentuh icon (menambahkan) atau – (mengurangi) di sebelah kanan layar yang bertuliskan Passenger(s) jika lebih dari 1 atau untuk mengurangi.
  • Sentuh Search.
  • Pilih jadwal keberangkatan sesuai keperluan.
  • Di layar selanjutnya muncul rincian: kode boking, skedul kereta, info penumpang (nama, no. HP dan email), total harga, kode pembayaran dan hitungan mundur waktu boking.
  • Sentuh kolom Continue.
  • Muncul kode boking, hitung mundur waktu boking dan total harga. Pilih Use Voucher atau Payment.
  • Untuk payment, pilih Online PaymentIndirect PaymentVirtual Account atau Cancel untuk pembatalan.
  • Untuk online payment, tinggal pilih kartu debit atau kartu kredit yang digunakan. Dan, akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 5.000,-.
  • Klik Confirm.
  • Lengkapi data kartu debit/kredit.
  • Sentuh kolom Finish Payment setelah selesai.
  • Jika berhasil, informasi pembayaran bisa dilihat di email.
  • Sampai di stasiun, tunjukkan kode pemesanan tiket yang diterima via email ke petugas. Tiket diprint di stasiun dan langsung bisa digunakan.

Fasilitas di Stasiun Kereta Api Bandara

Ada nursery room buat ibu menyusui, food center, toilet, ruang tunggu, vending machine, mesin check-in mandiri, gallery ATM, lapangan parkir, free wi-fi, dll.

Naik Kereta Api Bandara

Scan tiket di gerbang menuju kereta, turun eskalator dan naik kereta api. Letakkan suite case atau travel back atau koper di tempat yang telah disediakan. Duduk sesuai nomer (yang ada di atas harga yang tertera di tiket).

Gallery

Catatan

  • Lebih praktis beli tiket langsung di stasiun. Selain ada petugas yang standbye membantu, jadwal keberangkatan lebih lengkap dan tentunya tanpa biaya tambahan.
  • Di kereta tidak boleh makan-minum.
  • Hati-hati salah stasiun, Stasiun KA Bandara adalah Stasiun Sudirman Baru, bukan Stasiun Sudirman (Stasiun KRL Commuterline).
  • Stasiun KA Bandara Sudirman Baru sering juga disebut Stasiun KA Bandara BNI City. Jadi, jangan kaget ketika pemesanan transportasi online muncul nama salah satunya atau dikonfirmasi driver (pengemudi) untuk salah satu dari dua nama tersebut. Syukur-syukur bila langsung menemukan Stasiun KA Bandara Sudirman Baru (BNI City) di map.

Rekomendasi Link

Opini O

Sarana transportasi umum yang jempol dah..

Indonesia Suite Double Room-nya Capital O 126 Business Hotel

Gallery

‘Trans Snow World’ Wahana Bersalju di Bekasi

Senang itu ketika kita yang tinggal di negara 2 musim serasa bermimpi bisa bermain salju. Yap, salju buatan yang nyata!

Trans Snow World

Menurut informasi, Trans Snow World diresmikan di hari Minggu, 24 Maret 2019. Wahana bermain serba salju ini dibuka perdana pada hari Senin, 25 Maret 2019.

Lokasi

Trans Snow World berada di lantai 4 Trans Park Mall Juanda Bekasi.

Tiket

Tiket masuk dibeli di website resmi transsnowworld.com atau langsung di lokasi.

Untuk pembelian di website resmi, tinggal klik PESAN TIKETMU, pilih TANGGAL dan JAM MAIN, dibawahnya sudah ada harga tiket, klik PESAN, muncul layar baru: lengkapi data diri dan klik BAYAR.

Pembelian di lokasi jauh lebih mudah, bisa bayar cash atau dengan kartu debit/kredit. Pengunjung tinggal datang ke konter Trans Snow World, sudah ada staf yang standbye dan dengan ramah akan memfasilitasi pembelian tiket. Setelah selesai, pengunjung bisa langsung masuk.

Harga tiket di hari biasa Rp 200.000,- dan Rp 275.000,- di akhir pekan atau libur nasional. Tiket ini baru sebatas tiket masuk saja, belum termasuk sewa alat-alat bermain didalamnya.

Tiket ini berlaku selama 2 jam, terhitung setelah wristband diaktifkan di area pengambilan sepatu (setelah melalui pintu masuk)

Cara Masuk

Cara masuk Trans Snow World mirip dengan cara masuk stasiun KRL, scan tiket dan bisa masuk setelah pembatas terbuka. Tak perlu bingung, bakal ada staf yang stansbye yang mengarahkan dan siap membantu pengunjung.

Area Pengambilan Sepatu

Jalan lurus ke LENDING SHOES. Area ini dibuat seperti di bank atau bandara, ada pita-pita pembatas. Antri dengan tertip dan maju ke konter sesuai urutan untuk pengambilan sepatu.

Perlihatkan tiket untuk distempel. Ukur kaki pada gambar yang tersedia di lantai (ada ukuran masing-masing kaki). Sebutkan ukuran pada staf. Kemudian, terima satu wadah plastik berisi sepatu boot sesuai ukuran, wristband dan sepasang kaus kaki yang masih dalam kemasan baru.

Wristband

Wristband adalah alarm/pengingat waktu berbentuk jam tangan yang diterima bersamaan dengan pengambil sepatu boot.

Wristband ini memiliki 4 warna:

  • Biru = Normal
  • Hijau = Sisa waktu 10 menit
  • Kuning = Sisa waktu 5 menit
  • Merah = Sisa waktu HABIS

Bila wristband sudah bergetar dan berwarna merah tapi pengunjung masih di wahana, akan dicharge setengah harga sampat 30 menit. Lebih dari setengah jam: membayar penuh seharga tiket.

Pengunjung tak perlu kuatir bakal kelewatan waktu atau tiap sebentar harus melihat-lihat wristband, karena pengunjung bisa mengecek sisa waktu di area wahana, salah satunya di Equipment Rental.

Tempat Ganti Sepatu & Pakaian

Ganti sepatu bisa dilakukan di CHANGING AREA yang menyediakan bangku-bangku dari kayu. Pasang sepatu, wristband dan atribut lainnya disini.

Suhu di wahana berkisar 11°C, jadi perlu menyiapkan perlengkapan pakaian ala musim dingin. Buat yang tidak membawa, pengunjung bisa membelinya di toko yang ada di area ini.

Menurut staf, bisa ganti pakaian di dalam. Bawa pakaian yang diperlukan saja. Jika bingung, tanyakan pada petugas yang standbye di lokasi.

Penitipan Barang

Setelah mengambil keperluan, seperti: baju ganti, pengunjung bisa menitipkan perlengkapan di DEPOSIT COUNTER yang bertuliskan PENITIPAN SEPATU.

Masukkan semua barang ke dalam wadah plastik (yang diterima saat pengambilan sepatu tadi), ambil dompet dan barang berharga lainnya, serahkan pada staf dan terima kartu penitipan.

Wahana Bersalju

Wahana ini menakjubkan! Dekorasinya benar-benar membuat pengunjung seketika menjelajah ruang waktu dari jakarta yang panas banget ke nuansa pegunungan Alpen dengan bangunan mirip pemukiman musim dingin ala Eropa dan pastinya tumpukan dan hujan salju yang dingin..

Di pintu masuk wahana, pengunjung disambut oleh fotografer profesional. Mereka akan mengarahkan gaya pengambilan foto. Setelah dijepret beberapa kali, pengunjung akan digelangkan sebuah barkod dari kertas. Barkod ini jangan sampai hilang, gunanya untuk pengambilan foto nantinya.

Di area yang ada bangunannya ada restoran, rental alat dan toilet. Sementara di area lainnya didominasi oleh permainan seperti chair lift (kursi gantung, ada juga yang menyebutnya gondola), ski, toboggan (kereta salju sederhana) untuk seluncuran/perosotan, bola-bola salju, dll.

Tidak hanya di pintu masuk, di area bersalju ataupun arena permainanpun pengunjung bisa menggunakan jasa fotografer profesional ataupun eksis dengan kamera sendiri untuk berkodak-kodak ria. Tapi ingat, setiap dijepret fotografer, bakal ada kode barkod yang digelangkan dan jangan sampai hilang.

Rental Alat

Peminjaman alat bisa di EQUIPMENT RENTAL dengan harga yang variatif, mulai dari Rp 30.000,- hingga Rp 100.000,-.

Khusus untuk ski, rental alat terpisah di loket peminjaman khusus ski di SKI RENTAL.

Pengembalian Sepatu

Setelah pengambilan barang, ganti sepatu di bangku yang ada di area tengah. Masukkan sepatu boot dan wristband ke dalam wadah plastik dan kembalikan ke PENGEMBALIAN BOOTS.

Pengambilan Foto

Foto yang diambil oleh fotografer profesional tadi bisa diambil di konter SOUVENIR FOTO dengan menyerahkan kode barkod. Gelang yang berisi kode barkod harus dibuka dengan sangat hati-hati, karena kertas yang ada barkodnya tidak boleh rusak/robek.

Foto-foto tersebut sudah diedit dengan latar musim dingin dan bisa dicetak untuk dijadikan souvenir. Minimal pencetakan Rp 300.000,- dan pengunjung harus melakukan pencetakan foto dulu baru bisa menyimpan soft copy foto-foto tersebut. Pencetakan foto dengan album seharga Rp 400.000,-. Foto ini masih bisa diakses di konter ini selama 3 hari.

Gallery

Catatan

  • Tidak boleh bawa makanan/minuman dari luar.
  • Kaus kaki yang diterima jadi hak milik pengunjung dan boleh dibawa pulang.
  • Sebaiknya tidak minum minuman atau makan makanan yang dingin sebelum masuk wahana, agar kondisi perut tidak terganggu selama menikmati wahana serba salju ini.

Opini O

Apresiasi buat Trans Snow World yang udah bikin arena bermain bersalju yang menarik di Bekasi dan yang menurut kabar digadang-gadang sebagai wahana salju terbesar di Asia Tenggara dan satu-satunya di Indonesia.

Dekorasi dan saljunya bagus banget untuk berfoto-foto ria. Hanya saja, untuk keseruan lainnya jauh dari ekspektasi. Padahal itu kunjungan pertama di hari pertama (Senin, 25 Maret 2019). Mungkin, karena hari ini masih perdana, jadi kurang persiapan. Atau, mungkin, karena kami datangnya udah di jam-jam terakhir, sekitar 20:30 WIB, jadi arena permainan sepi dan beroperasi dengan lambat.

Arena untuk bermain seluncuran dengan snow tube double belum berfungsi maksimal, ada sekitar 1/3 jalurnya ditutup dan entah kenapa rasanya snow tube double melaju agak lambat. Begitu juga dengan chair lift (kursi gantung) yang terkesan seperti sedang berada di dalam video slow motion.

Rasanya udah lama berada di wahana, sehingga kami sering melihat-lihat wristband yang ternyata setelah dicek di Equipment Rental baru mau 50 menit-an; sudah naik kursi gantung berkali-kali, main seluncuran, sampai jepret foto banyak sekali, masih sisa satu jam-an. Terasa monoton.

Untuk menghabiskan waktu, kami minum hot chocolate dan duduk cukup lama di cafe. Setelahnya, kembali berfoto-foto ria dan duduk-duduk di bangku santai dekat pintu keluar.

Setelah diperhatiin, sepertinya wahana ini lebih cocok untuk anak-anak. Kalau untuk dewasa, dengan arena seperti ini mungkin 1 jam saja udah cukup maksimal, 2 jam mungkin terlalu lama & monoton.

Jejak Langkah O (Travel Diary)

Ini adalah trip dadakan. Minggu malam (24/03/2019), teman saya ngasihtau kalau di Bekasi udah ada wahana bersalju gitu..

Ini membuat kami semalaman searching dan kepoin instagramnya Trans Snow World. Kami sangat antusias. Akhirnya sepakat, besok pagi harus sudah melakukan persiapan, jadi pulang kerja langsung cau.

Pagi (25/03/2019) agak rempong dari biasanya, kudu bawa tetengan 1 tas tambahan berisi persiapan main ke Trans Snow World. Ada coat, leg warmer, syal, sepatu boot, dan celana main yang memungkinkan untuk bermain salju.

Sesuai dengan waktu yang kami lihat di website, kami ingin mengejar waktu yang pukul 19:00-21:00. Kami sepakat beli tiket di lokasi saja.

Sepulang kerja, pukul 5 teng, demi mengejar waktu, kami menggunakan jasa ojek online menuju Stasiun Jatinegara. Kami naik KRL Commuterline Line jurusan Bekasi. Bisa dibayangin dong, jam segini gimana ramenya.

Kami gagal naik kereta pertama, keretanya udah benar-benar full! Saking penuhnya, bahkan untuk masuk buat napakin kaki kami aja mustahil 😅 Udah gitu, pas pintu kereta tertutup otomatis, sampai-sampai ada perut penumpang yang seperti nyaris kejepit dan ada wajah penumpang yang nempel di jendela kaca pintu kereta. Luarr biasa..!!

Syukurlah, kami naik di KRL selanjutnya yang jauh lebih lumayan dari yang sebelumnya. Kami masih bisa memegang pegangan tangan dan bergerak dengan agak luwes.

Turun di Stasiun Bekasi, kami kembali naik ojek online menuju Trans Park Mall Juanda Bekasi. Sampai sekitar jam 7 kurang seperempat.

Sebenarnya bisa langsung masuk diskedul jam 7, hanya saja, teman saya yang sedang berpuasa perlu berbuka dan juga kami harus shalat magrib dulu sebelum masuk. Akhirnya, kami mundur ke skedul berikutnya yang pukul 21:00-23:00 dengan risiko pulang kemalaman.

Kami menanyakan informasi ke loket di lantai 4 sebelum shalat di mushalla yang ada di lantai yang sama. Ternyata, kalau sudah beli tiket bisa langsung masuk, tidak harus menunggu waktu seperti yang tertulis.

Sekitar pukul 20:30 WIB kami beli tiket dan masuk. Awalnya kami bingung harus ke konter yang mana, kami bergerak menuju konter yang ada antriannya yang searah dengan pintu masuk.

Kami mengukur kaki untuk pengambilan sepatu dan membawa set yang diterima ke bangku-bangku yang ada di area tengah.

Kami menanyakan ruang ganti pada petugas. Ternyata ruang ganti ada di dalam dan bawa perlengkapan yang diperlukan saja, selebihnya dititip di penitipan barang. Setelah ganti sepatu dan menitip barang, kami sempat membawa aneka tentengan. Baru aja di depan pintu masuk wahana, hawa dingin mulai terasa, membuat kami memutuskan untuk langsung mengenakan coat, syal dan leg warmer di tempat.

Di pintu masuk wahana, kami disambut dengan ramah oleh 2 orang fotografer. Kami diarahkan beberapa gaya.

Lanjut ke wahana. Keren!! Salju buatan yang beneran 👍👍 Dekorasinya juga OK 👌

Baru saja menapaki salju yang keras, kami kembali diarahkan oleh seorang fotografer, kali ini di salju yang membukit yang juga dihujani oleh salju.

Kami menyewa snow tube double seharga Rp 80.000,- dan main perosotan/seluncuran. Sedikit kurang seru, karena seluncurannya bergerak lambat. Tapi cukup sukses menghipnotis teman saya untuk berkali-kali naik magic carpet dan meluncur. Tak sampai setengah jam, kami sudah bosan.

Seluncuran kami selingi dengan menaiki kereta gantung. Gratiss!! Awalnya excited abis, tapi ternyata karena gerakannya lamban, jadi jenuh juga.

Akhirnya untuk mengisi waktu, kami duduk-duduk di cafe, pesen hot chocolate Rp 40.000,-.

Cukup lama kami duduk, melihat anak-anak yang gembira bermain perosotan, para staf yang mulai sibuk berbenah (mungkin karena udah mau tutup).

Makin lama area sekitar kursi gantung mulai berkabut. Wahana ini mulai sepi pengunjung dan mulai didominasi oleh para staf.

Setelah wristband bergetar dan berwarna merah, kami keluar. Kami mengambil barang dan mengembalikan boot.

Keluar dari Trans Snow World, kami heran, ada yang aneh.. kenapa ya rame banget staf diluar?! seperti menunggu sesuatu. Ternyata, bakal ada shooting kabarnya malam ini, mungkin buat promosi kali yaa.

Dan, akhirnya pulang dengan rute yang sama. Perjalanan kali inipun melelahkan tapi happy 🙂

Kue Keranjang

Kue Keranjang awalnya dibuat oleh suku Tionghoa dan punya nama asli Nian Gao atau Ti Kwe sebagai kue tahunan yg boleh dibilang wajib ada di Tahun Baru Imlek. Kue ini biasanya dimakan pada Cap Go Meh (malam ke-15 tahun baru imlek). Karenanya, kue ini punya makna tersendiri bagi orang-orang Tionghoa (Wikipedia).

“Kok mirip dodol, ya??” Ternyata, ini memang dodol, dodol cina.

“Kok namanya kue keranjang, ya?!” Diambil dari nama wadah pencetaknya yg menyerupai keranjang.

Gallery

Referensi

  • Wikipedia, diakses pada 12 Februari 2019.

Korea Punya Cerita (Bagian 1)

30 Oktober 2018, Menggelandang di Bandara

Ceritanya, kami yang akan ke Korea ini ada 6 orang: Saya & Etikuchan dari Tokushima, Beta chan & Riza chan dari Tokyo, Riani chan dari Osaka dan Q chan dari Nara. Kami berlima menyusul Q chan yang sudah lebih dulu berangkat, lalu janjian kumpul di Kansai Airport.

Dari Tokushima

Sebenernya ada bus langsung Tokushima Station – Kansai Airport, tapi karena mengingat akses dan waktu, supaya efektif saya & Etikuchan sepakat ketemu di Herbis Osaka (Osaka Station).


  • 19:00 Bus jalan meninggalkan Tokushima Station
  • 21:21 Herbis Osaka. Gilaaa, cuaca pas turun bus dingin euy..

Herbis Osaka

Di ruang tunggu Herbis Osaka ini terbilang lengkap; ada telpon umum, toilet, koin loker, jidouhanbaiki, dll. Nyaman banget untuk sebuah ruang tunggu.

Loket Bus TUTUP?!

Setelah ketemuan, kami langsung menuju loket bus yang persis berada di samping ruang tunggu. Namun, di kaca jendela loket sudah tempampang dengan sangat jelas tulisan CLOSED

Kami kaget, antara pasrah tapi tak rela. Kami lihat jadwal bus berkali-kali, saling bergantian, dan barengan, masih ada jadwal di pukul sepuluh!! Tapi kenapa loketnya udah tutup aja yak?!

Kami saling berpandangan, seolah mengisyaratkan kami punya pikiran yang sama. Diam seketika dan mulai berpikir harus bagaimana. Di lain sisi, masih terbersit “nggak mungkin”. Berulang kali melirik semua tulisan yang ada di bagian dinding loket, hasilnya nol.

Untunglah.. muncul seorang staf dibalik sana dan kamipun sepakat untuk bertanya.

Staf tersebut keluar ngecek jadwal bus dan langsung memandu kami untuk membeli tiket via jidouhanbaiki ¥1.550/orang. (Ternyata & ternyata.. 🤣 beli tiket bus bandarapun udah via mesin otomatis, wkwk.. kudet.. kudet..🤣)

Setelah itu, kami diarahkan untuk menunggu di Halte 1. Disana sudah ada petugas yang standbye. Sementara kami kudu antri dengan teratur menunggu bus datang sesuai jadwal.

Jangan ditanya deh, cuaca saat ini lumayan dingiiiiin.. Berharap segera naik bus biar anget kena dambo 😬


  • 21:40 Datang bus, naik, serahkan tiket.
  • 21:43 Berangkat..
  • 22:00 Kansai Airport Terminal 1

Keliling Terminal 1 Kansai Airport

Disini ada adegan banyol yang super konyol!!

Sesampai di bandara, udah ada Riani chan yang standbye nungguin. Riani chan udah pesan ke kita ketemuan di Dai Ni.

Kami (saya & Etikuchan) nggak ngeh; udah turun-naik lift, baca papan penunjuk arah kesana-kemari, lihat bagian informasi, dan sebagainya; tapi kagak ketemu!! Jangankan kode penerbangan, konter penerbangan PEACHpun nggak ada!

Untuk kesekian kalinya, kami terus menghubungi Riani chan. Sayangnya, telpon atau video call pake acara ngadat, serba nggak jelas 😓

Ada capek.. Bingung.. Belom lagi, laperrr…🤤

Dan, setelah larut dalam kepuyengan yang tak jelas, muncullah pencerahan. Ternyata kami salah turun!! Pantesan nggak ketemu-ketemu sama Riani chan. 😆

Kami turun di Terminal 1, harusnya di Terminal 2 (yang dimaksud Riani chan Dai Ni itu Terminal 2), koplak.. koplak.. 🤣

Walhasil, energi kamipun semakin menipis (capek di jalan ples adegan mondar-mandir nggak jelas di Terminal 1). Lengkap sudah 😬 Laperr…  ðŸ¤¤ Ujung-ujungnya, sebelum melaju ke Terminal 2, kami sepakat untuk makan dulu, mengira-ngira makanan apa yang diperkirakan aman (halal food, bukan dari bahan babi/alkohol), sekaligus mau nanya-nanya akses ke Terminal 2 😄

Terminal 1 ke Terminal 2

“Nggak mau sesat, jangan malu bertanya” ðŸ˜¬

Kami nanya kesana-sini, mulai dari petugas bandara, bagian informasi sampai ke staf burgerking. Hasilnya T.O.P!

“Pasti ada hasil untuk setiap usaha (sekecil apapun)”

Dari Terminal 1 (lantai 3) turun pake eskalator ke lantai 2, jalan lurus masuk hotel, belok kiri turun eskalator ke shuttle bus, tunggu.


  • 23:40 Suttle bus Terminal 1
  • 23:44 Bus datang & berangkat..

Terminal 2

Akhirnya sampai di Terminal 2, sempat nyasar ke Domestik, haha..

Di depan Terminal 2 International duduk Riani chan dengan muka kuyu, sepertinya perjalanan Riani chan yang meskipun terbilang dekat dari Osaka, cukup melelahkan.

Cukup jauh kami berjalan menuju ruang tunggu. Tapi tak mengapa, karena lingkungan bandaranya nyaman..

Di area tunggu, stanbye Beta chan & Riza chan.

Yap, disini praktis! Ada toilet, sofa, colokan listrik (ada area khusus lengkap dengan meja & kursi), jidouhanbaiki, pachinko, dll.

Diluar fasilitas yang kece itu, kami mulai menghadapi tantangan awal dari perjalanan yang baru sejengkal ini. Kami kedinginan!!🥶

Padahal, jauh-jauh hari teman saya sudah berpesan, kalau ke korea di bulan November itu bakal dingin banget, kudu bawa coat. Eh, ini belom nyampe korea lho 😜 Kami hanya berbekal yang paling lumayan pake jaket, selebihnya modal baju doang! 🤣

Niatnya nih, bawa pakaian seadanya biar nggak berat & irit bawaan, ntar coat beli di korea aja, biar lebih fashion dan praktis. 😜

Walhasil, sewaktu bermalam di bandara, mulai dari mukena, sajadah, syal, baju yang lebih tebel, semua dikeluarin buat dijadiin selimut 🤣  Parrrah!! Wkwkwk…

Kita berlima dan penumpang lainnya udah cup tempat duduk strategis buat tiduran. Berbagai pose tidur bisa dilihat disini. Mulai dari menggelung, separo duduk dengan bantalan tangan di atas meja, lurus sepanjang kursi dengan sedikit kelebihan kaki menggantung, dll. 🤣

Razia

Tiba-tiba ada 2 orang pak polisi datang menghampiri. Bahkan diantara kami, masih ada yang kaget, mungkin kali pertama kena razia polisi di jepang 😅 (Sebenarnya nggak perlu cemas ataupun panik; karena di jepang, razia-razia begini udah biasa, apalagi kalau udah ngeliat orang asing kumpul-kumpul, mereka suka tiba-tiba nimbrung.)

Pak polisi cuma ngambil data kok, minta diperlihatkan residence card dan nanya-nanya seputar identitas dan aktifitas di jepang (kalau kerja, yaa yang ditanya tempat kerja), jadi singkirkan pikiran-pikiran negatif yang tidak perlu yaa..😉

Setelah pak polisi klar nanya-nanya, mereka pergi melanjutkan tugasnya. Dan, suasana tidur yang tadinya sontak bak disengat listrik, mulai kembali tenang dan diwaktu harusnya bangun bawaannya malah ngantuk… males.. tapi kudu buru-buru ☺️

Kamus

  • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ = Mesin penjualan otomatis
  • 在留カード /Zairyuukado/ = Residence Card (Kartu Identitas/KTP Jepang)
  • Pachinko = Permainan (judi) ala Jepang
  • 暖房 /dambou/ = Pengahangat ruangan (kalau AC alias Air Conditioner untuk mendinginkan, dambo sebaliknya, fungsinya persis seperti heater /hiter/)
  • Pergolakan di sumatera tengah = Istilah lain dari laper
  • 第2ターミナル /dai ni taminaru/ = Terminal 2

Bersambung…

Malam Mingguan Bareng Orkestra

Nonton konser? Dimana? Kok bisa? Mahal nggak sih? Ngapain aja disana? Bosenin nggak? Kok bisa tau? Kok nggak ngajak-ngajak?

☝🏻

Beberapa pertanyaan klise yang mungkin bakal pasti saya dengar 😆 Mau kepoin?! Cus, saya ceritain 🤓


Ini kali kedua saya nonton konser orkestra, baik itu di jepang maupun seumur hidup 😄Dan, GRATISsss!!!

Sekitar 2 hari yang lalu, teman filipina bilang ke saya “eh, kita diajakin nonton konser, lho. Ikut nggak?” .

Seperti biasa, yang ngajakin pasti teman jepang yang hantu musik banget. Setiap ada konser, dia pasti ngajakin. Kita tu udah nonton gratis, pulang-pergi nebeng mobil dia lagi 😆

Saya kira tadinya minggu malam, masih bisalah pulang ngetrip bareng teman indonesia baru gabung mereka. Eh, ternyata malam minggu! Yokatta..😇


Nama konsernya 阿波オーケストラ第5回演奏会 Final Fantasy series. Diadain oleh Awa Orchestra di 徳島県教育会館. Konser ini cuma hari ini (Sabtu, 13 Oktober 2018) mulai dari pukul 18:30.


Karena suatu hal, kita telat berangkatnya. Padahal di poster tertulis tempatnya tutup pukul 6. Ini udah jam 6 lho, baru mau berangkat.. Gimana nih gaes?? Kita-kita pasrah tak rela..

Sekitar 15 menit kemudian kita nyampe. Dari area parkir udah keliatan konser dimulai, makjang!

Kita langsung masuk, rame nian.. Saya kira konsernya begitu doang, kayak rada gimanaaa gitu, antara kaget dan tak sesuai ekspektasi..

Ternyata saya nih yang oneng, ga liat bener-bener poster yang udah dishare sama si teman jepang. Sebelum registrasi ditutup bakal ada ‘konser lobi’, makanya tempatnya di lobi dan banyakan yang berdiri gegara tempat duduk yang terbatas.

Acara dimulai sekitar 18:30 waktu setempat. Kami lebih memilih duduk di baris bangku ke 8, tidak terlalu dekat ataupun kejauhan.

Acara dimulai dengan cukup menarik, musik khas orkestra. Pengenalan para crew-nya juga cukup gokil. Dan, yang paling saya suka adalah suara piano dan drum-nya. Piano mudah akrab ditelinga dan terdengar romantis, sementara drum bikin suasana hidup dan gegap gempita.

Sayangnya, di tengah acara saya mulai bosan, chemistry-nya nggak dapet, ciileh.. Padahal di kuisioner udah tulis bilang lumayan, yaaah…

Suara biola yang menurut saya dimainkan dengan keren itu mulai beralih menjadi ‘nina bobo’.

Saya mulai melirik-lirik jam, pikiran mulai kemana-mana 😆 Nyoba perhatiin apa sih yang bisa bikin menarik?! Saya liat-liat, apa yang bikin mereka betah ya nonton konser orkestra ini bahkan sampe rela bayar mahal sekalipun, apalagi di Indonesia pasti udah berjuta-juta nih tiketnya 😬 Jawabannya mungkin cuma 1, MINAT 😅

Akirnya saya ngerti, ternyata kenal apa enggaknya sama musik yang ditampilin itu ngaruh banget.. Sekarang kan yang dimainin musiknya Final Fantasy, emang sih saya pribadipun suka banget sama film-nya meskipun sekedar tau itu diangkat dari sebuah games. Tapi, saya sama sekali nggak mudeng sama musiknya, paling dibagian yang ada dentuman drum-nya, pasti adegan pertarungan, musik yang biasa digunakan dalam film-film action 😆

Tapi so far, lucunya saya dan mungkin juga teman-teman yang pertama kali ikut, baru mulai “kembali ke konser” setelah pemberian sebucket bunga pada konduktor dan salah seorang pemain biola. Ini berarti acara mulai berakhir.

Musik closing-nya dibuka dengan dentuman alat musik dari 2 balok kayu yang ditepukkan (namanya saya nggak tau). Suaranya bener-bener jepang banget dan bikin semua mata tertuju ke konser. Serru!!


Biasanya, konser ini selalu diadain setiap tahun di minggu siang bulan oktober dan gratis. Sekarangpun gratis, tapi ini pertama kalinya diadain di malam minggu dengan durasi sekitar 2 jam.


Kamus

    よかった /yokatta/ = Syukurlah..
    阿波オーケストラ第5回演奏会 /awa ookesutora dai go kai ensoukai/ = Awa Orchestra 5th Concert (Konser ke-5 Awa Orkestra)
    Final Fantasy = Nama sebuah games, film yang diangkat dari games
    徳島県教育会館 /tokushima-ken kyouiku kaikan/ = Tokushima Education Center (Pendidikan Pusat Tokushima)

‘City Loop’ Bus Wisata Praktis di Kobe

Jika hanya memiliki 1 tujuan wisata, bajet ¥260 untuk dewasa dan ¥130 untuk anak-anak (dibawah 12 tahun), bayar via mesin otomatis yang ada disamping sopir.

Sebaliknya, jika punya destinasi lebih dari satu, recommended banget pake 1-Day Pass. Memang sedikit merogoh kocek tapi cukup hemat dan praktis. Tiket dewasa ¥660 dan anak-anak ¥330.

Tiket bisa dibeli di City Loop buses, Kobe Information Center di Stasiun Sannomiya dan Tourist Information Offices di Shin-Kobe.

Cara naik city loop:

  • Lihat jadwal bus, tunggu di halte yang berlogo city loop (ada 17 halte)
  • Antri dengan teratur
  • Saat bus datang, pintu bus akan terbuka secara otomatis, naik dengan teratur dari pintu depan/tengah bus (tergantung situasi, perhatikan panduan).
  • Perlihatkan kartu 1 Day Pass pada sopir/guide. Atau, bayar via mesin otomatis yang ada disamping sopir.

Referensi