Category Archives: Travelog

Tongseng Maknyuss di Area PGC

Tongseng adalah sejenis gulai dengan bumbu yang lebih komplit dan berasa manis, pedas dan gurih. Daging yang umum digunakan adalah daging kambing. Namun, cukup banyak juga yang menggunakan daging lain seperti daging sapi atau daging ayam.

Di jaman ‘now’, kuliner khas Jawa Tengah yang maknyus ini bisa dibeli di banyak tempat, mulai dari warung kaki lima hingga restoran mahal.

Di Jakarta, ada salah satu tempat yang paling direkomendasi oleh para penikmat kuliner, tepatnya di depan JPO Halte PGC1 arah Cawang. Warung kaki lima ini buka dari jam 10 malam hingga pukul 5 Subuh; itupun kalau pelanggan sepi banget, karena biasanya, ketika warung ini buka, langsung diserbu oleh para pecinta tongseng.

Tongseng sapi yang dijual disini terdiri dari kombinasi daging sapi berlemak cair yang empuk dan mlumer, sayur kol nan renyah, potongan cabe rawit yang memberikan percikan-percikan pedas yang bikin nagih di mulut, kuah santan berbumbu khas yang klop, dengan toping bawang goreng yang juga renyah. Benar-benar menggugah selera makan siapa saja.

Selain tongseng sapi, ada juga menu lainnya yang tak kalah enak, seperti: tongseng ayam, pecel lele dan pecel ayam. Minuman hangat atau dinginpun juga ada lho: air mineral, es jeruk, es teh manis dan jeruk panas.

Sssst.. Soal harga, jangan ditanya, pastinya ekonomis!! Ini nih bocorannya:

  • Pecel lele atau pecel ayam Rp 19.000,-
  • Tongseng sapi atau tongseng ayam Rp 20.000,-

Gallery

  • Tongseng depan PGC (soon)

Catatan

  • Tongseng lebih nikmat disantap selagi hangat
  • Saat makan makanan yang hangat, sebaiknya jangan langsung minum minuman dingin, karena bisa mengakibatkan masalah pada gigi

Referensi

  • Lisa and the gang (Sayonara Party Lisa)

Nongkrong Seru di Perpusnas

Hayo looo.. Siapa yang belum pernah mampir kesini? Nggak ada salahnya ngeluangin waktu dan nyobain mampir barang sekali-kali, dijamin nagih!! Gimana enggak, tempatnya nyaman bangett..

Biasanya, kalau udah ngedenger kosakata ‘pustaka’ pasti bakal ngebayangin tempat yang monoton dengan segudang buku yang bikin para non-kutu buku uring-uringan dan lebih memilih bersantai-ria ditemanin gadget. Tapi NO buat Perpusnas.

Apa bedanya??

Dari gedungnya aja udah unik, di pelataran perpusnas didesain santai, masuk ke lobi suasananya adem dan menarik pengunjung untuk melihat lantai demi lantai, ada loker penyimpanan barang, ada cafe, daaaan… banyak lagi yang pokoknya sangat menarik!

*

Jangan bilang masih ada yang belum tau apa itu Perpusnas. Tapi kalau belum taupun juga nggak masalah, bakal dikasih tau kok.

Perpusnas itu singkatan dari Perpustakaan Nasional. Pustaka yang dimaksud adalah Perpustakaan Nasional RI.

Untuk lokasi, mungkin banyak yang lebih familiar dengan Perpusnas yang lama di Salemba. Tapi, akhir tahun 2018 lalu sudah dibangun ulang gedung Perpusnas yang baru dan ada hingga saat ini di Jl. Medan Merdeka Selatan No. 11, RT.11/RW.2, Gambir, Senen, Jakarta.

Akses

Lokasi bisa diakses dengan Busway (Trans Jakarta). Ambil rute Monas dan turun di depan Balai Kota. Bajet sangat ekonomis Rp 3.500,- saja.

Dari halte sudah tampak gedungnya yang khas. Nyeberang. Bila lampu lalu lintas belum menunjukkan gambar pejalan kaki berwarna hijau, tekan tombol yang ada di tiang lampu merah, tunggu sampai icon pejalan kaki muncul.

Cara Masuk

Sampai di seberang, ada gedung bertuliskan PERPUSTAKAAN NASIONAL RI. Masuk ke gedung bergaya Belanda, ikuti pemeriksaan dari security di pintu masuk. Biasanya, petugas bakal minta pengunjung untuk membuka tas bawaan buat diperiksa, kemudian masuk dengan melewati mesin pendeteksi (mirip screening sewaktu check-in di bandara).

Di gedung ala tempoe doeloe ini, ada foto-foto Presiden Jokowi beserta berbagai koleksi foto kunjungan resmi, ada miniatur digital dan modern, dll. Ini menarik dan pastinya gratis!

Keluar dari gedung, jalan beberapa langkah memasuki pelataran gedung Perpusnas. Masuk ke lobi.

Loker Penyimpanan

Di lobi, titipkan bawaan di sebelah kanan pintu masuk. Penitipan terbagi 2, jadi kalau di depan penuh, jangan kuatir, masih ada satu lagi di sayap kanan sebelah belakang.

Terima kunci loker dari staf di meja penitipan. Khusus bagi pengunjung yang membawa laptop atau notebook, dipinjamkan tas transparan. Bawa barang-barang berharga dan seperlunya, kemudian sisanya masukin loker.

Masing-masing loker ada nomornya. Dan, pengunjung makin dipermudah dengan adanya informasi pengelompokan nomor loker yang ditempel di loker yang terdekat dengan pintu masuk. Misal, nomor kita 53, tinggal lihat di deretan 1-100.

Setelah selesai, ambil barang, kunci loker dan tas transparan laptop tinggal dikembalikan pada staf di meja penitipan.

Layanan

Gedung Perpusnas terdiri dari 24 lantai yang memiliki fungsi masing-masing di setiap lantainya. Berikut layanan yang dimaksud.

  • Lantai 1 Lobi Hall & Display
  • Lantai 2 Layanan Keanggotaan & Penelusuran Informasi
  • Lantai 3 Zona Promosi Budaya Gemar Membaca
  • Lantai 4 Area Pameran & Kantin
  • Lantai 5 Perkantoran
  • Lantai 6
    • Data Center
    • Mushalla
  • Lantai 7 Layanan Koleksi Anak, Lansia & Disabilitas
  • Lantai 8 Layanan Koleksi Audiovisual
  • Lantai 9 Layanan Koleksi Naskah Nusantara
  • Lantai 10 Penyimpanan Koleksi Deposit
  • Lantai 11 Penyimpanan Koleksi Monograf Tertutup
  • Lantai 12 Ruang Baca Koleksi Deposit.
  • Lantai 12A Ruang Baca Koleksi Monograf Tertutup.
  • Lantai 14 Layanan Koleksi Buku Langka
  • Lantai 15 Layanan Koleksi Referens
  • Lantai 16 Layanan Koleksi Foto, Peta & Lukisan
  • Lantai 17 AIPI
  • Lantai 18 AIPI
  • Lantai 19 Layanan Multimedia
  • Lantai 20
    • Layanan Koleksi Berkala Mutakhir
    • Layanan Koleksi Manca Negara dan Ilmu Perpustakaan
  • Lantai 21 Layanan Koleksi Monograf Terbuka [KLAS 000 – 499]
  • Lantai 22 Layanan Kokeksi Monograf Terbuka [KLAS 500 – 999]
  • Lantai 23 Layanan Koleksi Majalah Terjilid
  • Lantai 24 Layanan Koleksi Budaya Nusantara & Eksekutif Lounge

Pendaftaran & Kartu Keanggotaan

Pengunjung bisa mendaftar menjadi anggota Perpusnas di lantai 2. Disini tersedia beberapa komputer yang cukup banyak untuk pendaftaran mandiri dan gratis.

  • Tempat pendaftaran ini ada di sebelah kiri keluar dari area lift. Langsung saja menuju komputer. Yang perlu disediakan adalah KTP.
  • Isi biodata, terutama yang dikasih bintang: *(Wajib diisi).
  • Setelah selesai, klik DAFTAR.
  • Ambil nomer antrian yang dicetak otomatis disamping komputer.
  • Antri dan tunggu dipanggil sesuai nomer antrian (mirip dengan antrean di Bank).
  • Apabila sudah dipanggil, duduk sesuai konter yang telah ditentukan (nomor antri dan posisi konter ada di layar TV ukuran sedang di bagian atas konter).
    • Catatan: tidak boleh memindahkan kursi dari tempat awal, walaupun hanya bergeser sedikit saja.
  • Di konter, bakal ditanya nama ibu kandung, dilakukan pengambilan foto dan cetak kartu.
  • Kartu bisa langsung jadi dan pengunjung sudah menjadi anggota Perpusnas.

Mudah, kan?! Akan lebih mudah lagi buat pengunjung yang sebelumnya sudah pernah menjadi anggota perpusnas (di gedung lama). Tinggal konfirmasi ke meja informasi, dengan ramah staf akan memandu menuju konter untuk cetak ulang kartu, tapi tetep kudu ngantri yaa..

Sementara, walaupun sudah memiliki kartu keanggotaan di Perpusnas ini, sayang sekali layanan peminjaman buku memang belum tersedia, pengunjung masih belum bisa meminjam buku untuk dibawa pulang.

“Apa gunanya dong punya kartu anggota?” Menurut salah satu staf, gunanya untuk penggunaan layanan multi media dan masuk ke beberapa layanan koleksi lainnya.

Ruang Baca Umum

Ruang baca umum ada di lantai 21 & 22. Disini koleksi buku-buku buanyaak..

Buat para non-kutu buku, silahkan dicoba. Tempat ini beda jauh dari pustaka yang selama ini sering kita datangi.

Udah gitu, suasananya nyamaaan bangett seolah membius pengunjung untuk berlama-lama nongkrong sampai lupa waktu.

Saking betahnya, kan biasanya di 30 menit sebelum jam kunjungan berakhir suka diumumkan kalau perpus akan tutup di jam bla bla bla, bahkan di detik-detik terakhirpun pengunjung masih saja nempel di posisinya dan mulai bergegas ngantri di lift setelah staf beres-beres.

Nonton Bareng

Bagi penikmat film, jangan sampai lewatin yang satu ini. Jadi ceritanya ke Perpusnas itu nggak melulu soal baca buku, tapi juga NOBAR alias Nonton Bareng.

Untuk jadwal film bisa dilihat di lobi, sebelah kiri sebelum masuk area lift. Kita bisa nonton film yang telah disediakan sesuai waktu yang telah ditentukan.

Fasilitas

Tak hanya aneka koleksinya yang luar biasa menarik, Perpusnas juga memanjakan pengunjungnya dengan akses free wi-fi yang cepat. Bagi yang belum tau pasword-nya bisa ditanyakan ke bagian informasi yang ada di lantai tersebut (biasanya ada di depan area lift).

Bagi yang muslim, bisa shalat di lantai 6. Mushallanya bersih dan nyaman… TOILETnya ada di luar, tapi untuk berwudlu ada tempat khusus disediakan di dalam mushalla. Mushalla dipisah dengan pembatas antara perempuan dan laki-laki. Di luar mushalla ada kursi yang dibagian bawahnya bisa menaruh sepatu. Ada beberapa sofa juga untuk duduk-duduk.

Masing banyak lagi fasilitas lainnya yang tak bisa disebutkan 1/1. Mungkin bisa teman-teman lihat sendiri saat berkunjung nanti.

Jadwal Operasional

Perpusnas buka setiap hari, kecuali hari libur nasional (termasuk hari besar) dan cuti bersama.

  • Senin-Kamis 08.30-18.00 WIB
  • Jum’at 09.00-18.00 WIB
    • Kuota antrian layanan keanggotaan 500
  • Sabtu-Minggu 09.00-16.00 WIB
    • Kuota antrian layanan keanggotaan 400

Gallery

Catatan

Di Bulan Ramadhan 1440H/2019, Perpusnas memiliki jadwal berbeda. Terhitung dari tanggal 26 April 2019:

  • Senin-Kamis 07.30-14.30 WIB
    • Jam istirahat 12.00-12.30 WIB
  • Jum’at 07.30-15.00 WIB
    • Jam istirahat 11.30-12.30 WIB
  • Sabtu-Minggu 08.30-14.00 WIB
    • Jam istirahat 12.00-12.30 WIB

Adanya cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1440H/2019 ini, Perpusnas tutup dari tanggal 1-9 Juni dan buka kembali pada tanggal 10 Juni.

Related Link

Kereta Api Bandara Stasiun Sudirman Baru – Bandara Soetta

Pertama kali naik kereta bandara ☺️ Ternyata praktis dan nyaman banget! 😉👍👍

Harga Tiket

Tiket bisa dibeli seharga IDR 70.000 via vending machine atau online.

Cara Beli Tiket di Vending Machine

Masuk Stasiun Bandara Sudirman Baru. Beli tiket via Vending Machine. Buat yang perdana tak perlu kuatir, bakal dipandu oleh beberapa orang petugas yang standbye dan siap membantu dengan ramah.

  • Sentuh logo kereta api yang bertuliskan TICKETS pada layar vending machine
  • Di layar selanjutnya sentuh logo kereta api yang bertuliskan BUY TICKETS
  • Lalu pilih logo tiket yang bertuliskan REGULAR TICKET
  • Pilih rute yang ada logo pesawat bertuliskan Soekarno Hatta Airport (BST)
  • Jika penumpang lebih dari 1, bisa mengurangi/menambah dengan menyentuh icon (menambahkan) atau – (mengurangi) di pojok kiri atas layar yang bertuliskan Number of Passenger(s).
  • Selanjutnya, pilih waktu keberangkatan. Disini tercantum dengan rinci jenis & nama kereta, waktu keberangkatan dan kedatangan, serta harga (IDR 70.000).
  • Setelah itu, sentuh layar yang ada kolom bertuliskan BOOKING
  • Masukkan No. HP dan pilih NEXT
  • Lakukan pembayaran dengan memilih metode yang tersedia di bagian bawah layar bertuliskan Choose Payment MethodDEBIT/CREDIT CARDPREPAID CARD atau VOUCHER. Misalnya dengan cara DEBIT/CREDIT CARD, masukkan kartu ke mesin, tekan tombol angka untuk memasukkan PIN, tekan tombol hijau di sudut kanan terbawah.
  • Ambil tiket kereta dan struk pembayaran.
  • Selesai

Cara Beli Tiket Online

  • Download aplikasi Railink.
  • Sentuh Kolom Register dan lengkapi data.
  • Login sesuai email & password yang telah didaftarkan.
  • Sentuh Regular atau Reserve Seat.
  • Pilih stasiun keberangkatan di sebelah kiri, misal SUDIRMAN BARU (BNI CITY) (SDB). Pilih stasiun tujuan di kolom kanan, misal SHI BST untuk Bandara Internasional Sorkarno-Hatta.
  • Sentuh One Way untuk 1x perjalanan, pergi saja atau pulang saja. Pilih Round Trip untuk pulang-pergi.
  • Pilih tanggal keberangkatan di Depart Date
  • Sentuh icon (menambahkan) atau – (mengurangi) di sebelah kanan layar yang bertuliskan Passenger(s) jika lebih dari 1 atau untuk mengurangi.
  • Sentuh Search.
  • Pilih jadwal keberangkatan sesuai keperluan.
  • Di layar selanjutnya muncul rincian: kode boking, skedul kereta, info penumpang (nama, no. HP dan email), total harga, kode pembayaran dan hitungan mundur waktu boking.
  • Sentuh kolom Continue.
  • Muncul kode boking, hitung mundur waktu boking dan total harga. Pilih Use Voucher atau Payment.
  • Untuk payment, pilih Online PaymentIndirect PaymentVirtual Account atau Cancel untuk pembatalan.
  • Untuk online payment, tinggal pilih kartu debit atau kartu kredit yang digunakan. Dan, akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 5.000,-.
  • Klik Confirm.
  • Lengkapi data kartu debit/kredit.
  • Sentuh kolom Finish Payment setelah selesai.
  • Jika berhasil, informasi pembayaran bisa dilihat di email.
  • Sampai di stasiun, tunjukkan kode pemesanan tiket yang diterima via email ke petugas. Tiket diprint di stasiun dan langsung bisa digunakan.

Fasilitas di Stasiun Kereta Api Bandara

Ada nursery room buat ibu menyusui, food center, toilet, ruang tunggu, vending machine, mesin check-in mandiri, gallery ATM, lapangan parkir, free wi-fi, dll.

Naik Kereta Api Bandara

Scan tiket di gerbang menuju kereta, turun eskalator dan naik kereta api. Letakkan suite case atau travel back atau koper di tempat yang telah disediakan. Duduk sesuai nomer (yang ada di atas harga yang tertera di tiket).

Gallery

  • Instagram: #jejaklangkaho @olha_chayo 👉 KA Bandara
  • Youtube: Olha Chayo 👉 (soon)

Catatan

  • Lebih praktis beli tiket langsung di stasiun. Selain ada petugas yang standbye membantu, jadwal keberangkatan lebih lengkap dan tentunya tanpa biaya tambahan.
  • Di kereta tidak boleh makan-minum.
  • Hati-hati salah stasiun, Stasiun KA Bandara adalah Stasiun Sudirman Baru, bukan Stasiun Sudirman (Stasiun KRL Commuterline).
  • Stasiun KA Bandara Sudirman Baru sering juga disebut Stasiun KA Bandara BNI City. Jadi, jangan kaget ketika pemesanan transportasi online muncul nama salah satunya atau dikonfirmasi driver (pengemudi) untuk salah satu dari dua nama tersebut. Syukur-syukur bila langsung menemukan Stasiun KA Bandara Sudirman Baru (BNI City) di map.

Rekomendasi Link

Opini O

Sarana transportasi umum yang jempol dah..

Indonesia Suite Double Room-nya Capital O 126 Business Hotel

Gallery

‘Trans Snow World’ Wahana Bersalju di Bekasi

Senang itu ketika kita yang tinggal di negara 2 musim serasa bermimpi bisa bermain salju. Yap, salju buatan yang nyata!

Trans Snow World

Menurut informasi, Trans Snow World diresmikan di hari Minggu, 24 Maret 2019. Wahana bermain serba salju ini dibuka perdana pada hari Senin, 25 Maret 2019.

Lokasi

Trans Snow World berada di lantai 4 Trans Park Mall Juanda Bekasi.

Tiket

Tiket masuk dibeli di website resmi transsnowworld.com atau langsung di lokasi.

Untuk pembelian di website resmi, tinggal klik PESAN TIKETMU, pilih TANGGAL dan JAM MAIN, dibawahnya sudah ada harga tiket, klik PESAN, muncul layar baru: lengkapi data diri dan klik BAYAR.

Pembelian di lokasi jauh lebih mudah, bisa bayar cash atau dengan kartu debit/kredit. Pengunjung tinggal datang ke konter Trans Snow World, sudah ada staf yang standbye dan dengan ramah akan memfasilitasi pembelian tiket. Setelah selesai, pengunjung bisa langsung masuk.

Harga tiket di hari biasa Rp 200.000,- dan Rp 275.000,- di akhir pekan atau libur nasional. Tiket ini baru sebatas tiket masuk saja, belum termasuk sewa alat-alat bermain didalamnya.

Tiket ini berlaku selama 2 jam, terhitung setelah wristband diaktifkan di area pengambilan sepatu (setelah melalui pintu masuk)

Cara Masuk

Cara masuk Trans Snow World mirip dengan cara masuk stasiun KRL, scan tiket dan bisa masuk setelah pembatas terbuka. Tak perlu bingung, bakal ada staf yang stansbye yang mengarahkan dan siap membantu pengunjung.

Area Pengambilan Sepatu

Jalan lurus ke LENDING SHOES. Area ini dibuat seperti di bank atau bandara, ada pita-pita pembatas. Antri dengan tertip dan maju ke konter sesuai urutan untuk pengambilan sepatu.

Perlihatkan tiket untuk distempel. Ukur kaki pada gambar yang tersedia di lantai (ada ukuran masing-masing kaki). Sebutkan ukuran pada staf. Kemudian, terima satu wadah plastik berisi sepatu boot sesuai ukuran, wristband dan sepasang kaus kaki yang masih dalam kemasan baru.

Wristband

Wristband adalah alarm/pengingat waktu berbentuk jam tangan yang diterima bersamaan dengan pengambil sepatu boot.

Wristband ini memiliki 4 warna:

  • Biru = Normal
  • Hijau = Sisa waktu 10 menit
  • Kuning = Sisa waktu 5 menit
  • Merah = Sisa waktu HABIS

Bila wristband sudah bergetar dan berwarna merah tapi pengunjung masih di wahana, akan dicharge setengah harga sampat 30 menit. Lebih dari setengah jam: membayar penuh seharga tiket.

Pengunjung tak perlu kuatir bakal kelewatan waktu atau tiap sebentar harus melihat-lihat wristband, karena pengunjung bisa mengecek sisa waktu di area wahana, salah satunya di Equipment Rental.

Tempat Ganti Sepatu & Pakaian

Ganti sepatu bisa dilakukan di CHANGING AREA yang menyediakan bangku-bangku dari kayu. Pasang sepatu, wristband dan atribut lainnya disini.

Suhu di wahana berkisar 11°C, jadi perlu menyiapkan perlengkapan pakaian ala musim dingin. Buat yang tidak membawa, pengunjung bisa membelinya di toko yang ada di area ini.

Menurut staf, bisa ganti pakaian di dalam. Bawa pakaian yang diperlukan saja. Jika bingung, tanyakan pada petugas yang standbye di lokasi.

Penitipan Barang

Setelah mengambil keperluan, seperti: baju ganti, pengunjung bisa menitipkan perlengkapan di DEPOSIT COUNTER yang bertuliskan PENITIPAN SEPATU.

Masukkan semua barang ke dalam wadah plastik (yang diterima saat pengambilan sepatu tadi), ambil dompet dan barang berharga lainnya, serahkan pada staf dan terima kartu penitipan.

Wahana Bersalju

Wahana ini menakjubkan! Dekorasinya benar-benar membuat pengunjung seketika menjelajah ruang waktu dari jakarta yang panas banget ke nuansa pegunungan Alpen dengan bangunan mirip pemukiman musim dingin ala Eropa dan pastinya tumpukan dan hujan salju yang dingin..

Di pintu masuk wahana, pengunjung disambut oleh fotografer profesional. Mereka akan mengarahkan gaya pengambilan foto. Setelah dijepret beberapa kali, pengunjung akan digelangkan sebuah barkod dari kertas. Barkod ini jangan sampai hilang, gunanya untuk pengambilan foto nantinya.

Di area yang ada bangunannya ada restoran, rental alat dan toilet. Sementara di area lainnya didominasi oleh permainan seperti chair lift (kursi gantung, ada juga yang menyebutnya gondola), ski, toboggan (kereta salju sederhana) untuk seluncuran/perosotan, bola-bola salju, dll.

Tidak hanya di pintu masuk, di area bersalju ataupun arena permainanpun pengunjung bisa menggunakan jasa fotografer profesional ataupun eksis dengan kamera sendiri untuk berkodak-kodak ria. Tapi ingat, setiap dijepret fotografer, bakal ada kode barkod yang digelangkan dan jangan sampai hilang.

Rental Alat

Peminjaman alat bisa di EQUIPMENT RENTAL dengan harga yang variatif, mulai dari Rp 30.000,- hingga Rp 100.000,-.

Khusus untuk ski, rental alat terpisah di loket peminjaman khusus ski di SKI RENTAL.

Pengembalian Sepatu

Setelah pengambilan barang, ganti sepatu di bangku yang ada di area tengah. Masukkan sepatu boot dan wristband ke dalam wadah plastik dan kembalikan ke PENGEMBALIAN BOOTS.

Pengambilan Foto

Foto yang diambil oleh fotografer profesional tadi bisa diambil di konter SOUVENIR FOTO dengan menyerahkan kode barkod. Gelang yang berisi kode barkod harus dibuka dengan sangat hati-hati, karena kertas yang ada barkodnya tidak boleh rusak/robek.

Foto-foto tersebut sudah diedit dengan latar musim dingin dan bisa dicetak untuk dijadikan souvenir. Minimal pencetakan Rp 300.000,- dan pengunjung harus melakukan pencetakan foto dulu baru bisa menyimpan soft copy foto-foto tersebut. Pencetakan foto dengan album seharga Rp 400.000,-. Foto ini masih bisa diakses di konter ini selama 3 hari.

Gallery

Catatan

  • Tidak boleh bawa makanan/minuman dari luar.
  • Kaus kaki yang diterima jadi hak milik pengunjung dan boleh dibawa pulang.
  • Sebaiknya tidak minum minuman atau makan makanan yang dingin sebelum masuk wahana, agar kondisi perut tidak terganggu selama menikmati wahana serba salju ini.

Opini O

Apresiasi buat Trans Snow World yang udah bikin arena bermain bersalju yang menarik di Bekasi dan yang menurut kabar digadang-gadang sebagai wahana salju terbesar di Asia Tenggara dan satu-satunya di Indonesia.

Dekorasi dan saljunya bagus banget untuk berfoto-foto ria. Hanya saja, untuk keseruan lainnya jauh dari ekspektasi. Padahal itu kunjungan pertama di hari pertama (Senin, 25 Maret 2019). Mungkin, karena hari ini masih perdana, jadi kurang persiapan. Atau, mungkin, karena kami datangnya udah di jam-jam terakhir, sekitar 20:30 WIB, jadi arena permainan sepi dan beroperasi dengan lambat.

Arena untuk bermain seluncuran dengan snow tube double belum berfungsi maksimal, ada sekitar 1/3 jalurnya ditutup dan entah kenapa rasanya snow tube double melaju agak lambat. Begitu juga dengan chair lift (kursi gantung) yang terkesan seperti sedang berada di dalam video slow motion.

Rasanya udah lama berada di wahana, sehingga kami sering melihat-lihat wristband yang ternyata setelah dicek di Equipment Rental baru mau 50 menit-an; sudah naik kursi gantung berkali-kali, main seluncuran, sampai jepret foto banyak sekali, masih sisa satu jam-an. Terasa monoton.

Untuk menghabiskan waktu, kami minum hot chocolate dan duduk cukup lama di cafe. Setelahnya, kembali berfoto-foto ria dan duduk-duduk di bangku santai dekat pintu keluar.

Setelah diperhatiin, sepertinya wahana ini lebih cocok untuk anak-anak. Kalau untuk dewasa, dengan arena seperti ini mungkin 1 jam saja udah cukup maksimal, 2 jam mungkin terlalu lama & monoton.

Jejak Langkah O (Travel Diary)

Ini adalah trip dadakan. Minggu malam (24/03/2019), teman saya ngasihtau kalau di Bekasi udah ada wahana bersalju gitu..

Ini membuat kami semalaman searching dan kepoin instagramnya Trans Snow World. Kami sangat antusias. Akhirnya sepakat, besok pagi harus sudah melakukan persiapan, jadi pulang kerja langsung cau.

Pagi (25/03/2019) agak rempong dari biasanya, kudu bawa tetengan 1 tas tambahan berisi persiapan main ke Trans Snow World. Ada coat, leg warmer, syal, sepatu boot, dan celana main yang memungkinkan untuk bermain salju.

Sesuai dengan waktu yang kami lihat di website, kami ingin mengejar waktu yang pukul 19:00-21:00. Kami sepakat beli tiket di lokasi saja.

Sepulang kerja, pukul 5 teng, demi mengejar waktu, kami menggunakan jasa ojek online menuju Stasiun Jatinegara. Kami naik KRL Commuterline Line jurusan Bekasi. Bisa dibayangin dong, jam segini gimana ramenya.

Kami gagal naik kereta pertama, keretanya udah benar-benar full! Saking penuhnya, bahkan untuk masuk buat napakin kaki kami aja mustahil 😅 Udah gitu, pas pintu kereta tertutup otomatis, sampai-sampai ada perut penumpang yang seperti nyaris kejepit dan ada wajah penumpang yang nempel di jendela kaca pintu kereta. Luarr biasa..!!

Syukurlah, kami naik di KRL selanjutnya yang jauh lebih lumayan dari yang sebelumnya. Kami masih bisa memegang pegangan tangan dan bergerak dengan agak luwes.

Turun di Stasiun Bekasi, kami kembali naik ojek online menuju Trans Park Mall Juanda Bekasi. Sampai sekitar jam 7 kurang seperempat.

Sebenarnya bisa langsung masuk diskedul jam 7, hanya saja, teman saya yang sedang berpuasa perlu berbuka dan juga kami harus shalat magrib dulu sebelum masuk. Akhirnya, kami mundur ke skedul berikutnya yang pukul 21:00-23:00 dengan risiko pulang kemalaman.

Kami menanyakan informasi ke loket di lantai 4 sebelum shalat di mushalla yang ada di lantai yang sama. Ternyata, kalau sudah beli tiket bisa langsung masuk, tidak harus menunggu waktu seperti yang tertulis.

Sekitar pukul 20:30 WIB kami beli tiket dan masuk. Awalnya kami bingung harus ke konter yang mana, kami bergerak menuju konter yang ada antriannya yang searah dengan pintu masuk.

Kami mengukur kaki untuk pengambilan sepatu dan membawa set yang diterima ke bangku-bangku yang ada di area tengah.

Kami menanyakan ruang ganti pada petugas. Ternyata ruang ganti ada di dalam dan bawa perlengkapan yang diperlukan saja, selebihnya dititip di penitipan barang. Setelah ganti sepatu dan menitip barang, kami sempat membawa aneka tentengan. Baru aja di depan pintu masuk wahana, hawa dingin mulai terasa, membuat kami memutuskan untuk langsung mengenakan coat, syal dan leg warmer di tempat.

Di pintu masuk wahana, kami disambut dengan ramah oleh 2 orang fotografer. Kami diarahkan beberapa gaya.

Lanjut ke wahana. Keren!! Salju buatan yang beneran 👍👍 Dekorasinya juga OK 👌

Baru saja menapaki salju yang keras, kami kembali diarahkan oleh seorang fotografer, kali ini di salju yang membukit yang juga dihujani oleh salju.

Kami menyewa snow tube double seharga Rp 80.000,- dan main perosotan/seluncuran. Sedikit kurang seru, karena seluncurannya bergerak lambat. Tapi cukup sukses menghipnotis teman saya untuk berkali-kali naik magic carpet dan meluncur. Tak sampai setengah jam, kami sudah bosan.

Seluncuran kami selingi dengan menaiki kereta gantung. Gratiss!! Awalnya excited abis, tapi ternyata karena gerakannya lamban, jadi jenuh juga.

Akhirnya untuk mengisi waktu, kami duduk-duduk di cafe, pesen hot chocolate Rp 40.000,-.

Cukup lama kami duduk, melihat anak-anak yang gembira bermain perosotan, para staf yang mulai sibuk berbenah (mungkin karena udah mau tutup).

Makin lama area sekitar kursi gantung mulai berkabut. Wahana ini mulai sepi pengunjung dan mulai didominasi oleh para staf.

Setelah wristband bergetar dan berwarna merah, kami keluar. Kami mengambil barang dan mengembalikan boot.

Keluar dari Trans Snow World, kami heran, ada yang aneh.. kenapa ya rame banget staf diluar?! seperti menunggu sesuatu. Ternyata, bakal ada shooting kabarnya malam ini, mungkin buat promosi kali yaa.

Dan, akhirnya pulang dengan rute yang sama. Perjalanan kali inipun melelahkan tapi happy 🙂

Kue Keranjang

Kue Keranjang awalnya dibuat oleh suku Tionghoa dan punya nama asli Nian Gao atau Ti Kwe sebagai kue tahunan yg boleh dibilang wajib ada di Tahun Baru Imlek. Kue ini biasanya dimakan pada Cap Go Meh (malam ke-15 tahun baru imlek). Karenanya, kue ini punya makna tersendiri bagi orang-orang Tionghoa (Wikipedia).

“Kok mirip dodol, ya??” Ternyata, ini memang dodol, dodol cina.

“Kok namanya kue keranjang, ya?!” Diambil dari nama wadah pencetaknya yg menyerupai keranjang.

Gallery

Referensi

  • Wikipedia, diakses pada 12 Februari 2019.

Korea Punya Cerita (Bagian 1)

30 Oktober 2018, Menggelandang di Bandara

Ceritanya, kami yang akan ke Korea ini ada 6 orang: Saya & Etikuchan dari Tokushima, Beta chan & Riza chan dari Tokyo, Riani chan dari Osaka dan Q chan dari Nara. Kami berlima menyusul Q chan yang sudah lebih dulu berangkat, lalu janjian kumpul di Kansai Airport.

Dari Tokushima

Sebenernya ada bus langsung Tokushima Station – Kansai Airport, tapi karena mengingat akses dan waktu, supaya efektif saya & Etikuchan sepakat ketemu di Herbis Osaka (Osaka Station).


  • 19:00 Bus jalan meninggalkan Tokushima Station
  • 21:21 Herbis Osaka. Gilaaa, cuaca pas turun bus dingin euy..

Herbis Osaka

Di ruang tunggu Herbis Osaka ini terbilang lengkap; ada telpon umum, toilet, koin loker, jidouhanbaiki, dll. Nyaman banget untuk sebuah ruang tunggu.

Loket Bus TUTUP?!

Setelah ketemuan, kami langsung menuju loket bus yang persis berada di samping ruang tunggu. Namun, di kaca jendela loket sudah tempampang dengan sangat jelas tulisan CLOSED

Kami kaget, antara pasrah tapi tak rela. Kami lihat jadwal bus berkali-kali, saling bergantian, dan barengan, masih ada jadwal di pukul sepuluh!! Tapi kenapa loketnya udah tutup aja yak?!

Kami saling berpandangan, seolah mengisyaratkan kami punya pikiran yang sama. Diam seketika dan mulai berpikir harus bagaimana. Di lain sisi, masih terbersit “nggak mungkin”. Berulang kali melirik semua tulisan yang ada di bagian dinding loket, hasilnya nol.

Untunglah.. muncul seorang staf dibalik sana dan kamipun sepakat untuk bertanya.

Staf tersebut keluar ngecek jadwal bus dan langsung memandu kami untuk membeli tiket via jidouhanbaiki ¥1.550/orang. (Ternyata & ternyata.. 🤣 beli tiket bus bandarapun udah via mesin otomatis, wkwk.. kudet.. kudet..🤣)

Setelah itu, kami diarahkan untuk menunggu di Halte 1. Disana sudah ada petugas yang standbye. Sementara kami kudu antri dengan teratur menunggu bus datang sesuai jadwal.

Jangan ditanya deh, cuaca saat ini lumayan dingiiiiin.. Berharap segera naik bus biar anget kena dambo 😬


  • 21:40 Datang bus, naik, serahkan tiket.
  • 21:43 Berangkat..
  • 22:00 Kansai Airport Terminal 1

Keliling Terminal 1 Kansai Airport

Disini ada adegan banyol yang super konyol!!

Sesampai di bandara, udah ada Riani chan yang standbye nungguin. Riani chan udah pesan ke kita ketemuan di Dai Ni.

Kami (saya & Etikuchan) nggak ngeh; udah turun-naik lift, baca papan penunjuk arah kesana-kemari, lihat bagian informasi, dan sebagainya; tapi kagak ketemu!! Jangankan kode penerbangan, konter penerbangan PEACHpun nggak ada!

Untuk kesekian kalinya, kami terus menghubungi Riani chan. Sayangnya, telpon atau video call pake acara ngadat, serba nggak jelas 😓

Ada capek.. Bingung.. Belom lagi, laperrr…🤤

Dan, setelah larut dalam kepuyengan yang tak jelas, muncullah pencerahan. Ternyata kami salah turun!! Pantesan nggak ketemu-ketemu sama Riani chan. 😆

Kami turun di Terminal 1, harusnya di Terminal 2 (yang dimaksud Riani chan Dai Ni itu Terminal 2), koplak.. koplak.. 🤣

Walhasil, energi kamipun semakin menipis (capek di jalan ples adegan mondar-mandir nggak jelas di Terminal 1). Lengkap sudah 😬 Laperr…  🤤 Ujung-ujungnya, sebelum melaju ke Terminal 2, kami sepakat untuk makan dulu, mengira-ngira makanan apa yang diperkirakan aman (halal food, bukan dari bahan babi/alkohol), sekaligus mau nanya-nanya akses ke Terminal 2 😄

Terminal 1 ke Terminal 2

“Nggak mau sesat, jangan malu bertanya” 😬

Kami nanya kesana-sini, mulai dari petugas bandara, bagian informasi sampai ke staf burgerking. Hasilnya T.O.P!

“Pasti ada hasil untuk setiap usaha (sekecil apapun)”

Dari Terminal 1 (lantai 3) turun pake eskalator ke lantai 2, jalan lurus masuk hotel, belok kiri turun eskalator ke shuttle bus, tunggu.


  • 23:40 Suttle bus Terminal 1
  • 23:44 Bus datang & berangkat..

Terminal 2

Akhirnya sampai di Terminal 2, sempat nyasar ke Domestik, haha..

Di depan Terminal 2 International duduk Riani chan dengan muka kuyu, sepertinya perjalanan Riani chan yang meskipun terbilang dekat dari Osaka, cukup melelahkan.

Cukup jauh kami berjalan menuju ruang tunggu. Tapi tak mengapa, karena lingkungan bandaranya nyaman..

Di area tunggu, stanbye Beta chan & Riza chan.

Yap, disini praktis! Ada toilet, sofa, colokan listrik (ada area khusus lengkap dengan meja & kursi), jidouhanbaiki, pachinko, dll.

Diluar fasilitas yang kece itu, kami mulai menghadapi tantangan awal dari perjalanan yang baru sejengkal ini. Kami kedinginan!!🥶

Padahal, jauh-jauh hari teman saya sudah berpesan, kalau ke korea di bulan November itu bakal dingin banget, kudu bawa coat. Eh, ini belom nyampe korea lho 😜 Kami hanya berbekal yang paling lumayan pake jaket, selebihnya modal baju doang! 🤣

Niatnya nih, bawa pakaian seadanya biar nggak berat & irit bawaan, ntar coat beli di korea aja, biar lebih fashion dan praktis. 😜

Walhasil, sewaktu bermalam di bandara, mulai dari mukena, sajadah, syal, baju yang lebih tebel, semua dikeluarin buat dijadiin selimut 🤣  Parrrah!! Wkwkwk…

Kita berlima dan penumpang lainnya udah cup tempat duduk strategis buat tiduran. Berbagai pose tidur bisa dilihat disini. Mulai dari menggelung, separo duduk dengan bantalan tangan di atas meja, lurus sepanjang kursi dengan sedikit kelebihan kaki menggantung, dll. 🤣

Razia

Tiba-tiba ada 2 orang pak polisi datang menghampiri. Bahkan diantara kami, masih ada yang kaget, mungkin kali pertama kena razia polisi di jepang 😅 (Sebenarnya nggak perlu cemas ataupun panik; karena di jepang, razia-razia begini udah biasa, apalagi kalau udah ngeliat orang asing kumpul-kumpul, mereka suka tiba-tiba nimbrung.)

Pak polisi cuma ngambil data kok, minta diperlihatkan residence card dan nanya-nanya seputar identitas dan aktifitas di jepang (kalau kerja, yaa yang ditanya tempat kerja), jadi singkirkan pikiran-pikiran negatif yang tidak perlu yaa..😉

Setelah pak polisi klar nanya-nanya, mereka pergi melanjutkan tugasnya. Dan, suasana tidur yang tadinya sontak bak disengat listrik, mulai kembali tenang dan diwaktu harusnya bangun bawaannya malah ngantuk… males.. tapi kudu buru-buru ☺️

Kamus

  • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ = Mesin penjualan otomatis
  • 在留カード /Zairyuukado/ = Residence Card (Kartu Identitas/KTP Jepang)
  • Pachinko = Permainan (judi) ala Jepang
  • 暖房 /dambou/ = Pengahangat ruangan (kalau AC alias Air Conditioner untuk mendinginkan, dambo sebaliknya, fungsinya persis seperti heater /hiter/)
  • Pergolakan di sumatera tengah = Istilah lain dari laper
  • 第2ターミナル /dai ni taminaru/ = Terminal 2

Bersambung…

Malam Mingguan Bareng Orkestra

Nonton konser? Dimana? Kok bisa? Mahal nggak sih? Ngapain aja disana? Bosenin nggak? Kok bisa tau? Kok nggak ngajak-ngajak?

☝🏻

Beberapa pertanyaan klise yang mungkin bakal pasti saya dengar 😆 Mau kepoin?! Cus, saya ceritain 🤓


Ini kali kedua saya nonton konser orkestra, baik itu di jepang maupun seumur hidup 😄Dan, GRATISsss!!!

Sekitar 2 hari yang lalu, teman filipina bilang ke saya “eh, kita diajakin nonton konser, lho. Ikut nggak?” .

Seperti biasa, yang ngajakin pasti teman jepang yang hantu musik banget. Setiap ada konser, dia pasti ngajakin. Kita tu udah nonton gratis, pulang-pergi nebeng mobil dia lagi 😆

Saya kira tadinya minggu malam, masih bisalah pulang ngetrip bareng teman indonesia baru gabung mereka. Eh, ternyata malam minggu! Yokatta..😇


Nama konsernya 阿波オーケストラ第5回演奏会 Final Fantasy series. Diadain oleh Awa Orchestra di 徳島県教育会館. Konser ini cuma hari ini (Sabtu, 13 Oktober 2018) mulai dari pukul 18:30.


Karena suatu hal, kita telat berangkatnya. Padahal di poster tertulis tempatnya tutup pukul 6. Ini udah jam 6 lho, baru mau berangkat.. Gimana nih gaes?? Kita-kita pasrah tak rela..

Sekitar 15 menit kemudian kita nyampe. Dari area parkir udah keliatan konser dimulai, makjang!

Kita langsung masuk, rame nian.. Saya kira konsernya begitu doang, kayak rada gimanaaa gitu, antara kaget dan tak sesuai ekspektasi..

Ternyata saya nih yang oneng, ga liat bener-bener poster yang udah dishare sama si teman jepang. Sebelum registrasi ditutup bakal ada ‘konser lobi’, makanya tempatnya di lobi dan banyakan yang berdiri gegara tempat duduk yang terbatas.

Acara dimulai sekitar 18:30 waktu setempat. Kami lebih memilih duduk di baris bangku ke 8, tidak terlalu dekat ataupun kejauhan.

Acara dimulai dengan cukup menarik, musik khas orkestra. Pengenalan para crew-nya juga cukup gokil. Dan, yang paling saya suka adalah suara piano dan drum-nya. Piano mudah akrab ditelinga dan terdengar romantis, sementara drum bikin suasana hidup dan gegap gempita.

Sayangnya, di tengah acara saya mulai bosan, chemistry-nya nggak dapet, ciileh.. Padahal di kuisioner udah tulis bilang lumayan, yaaah…

Suara biola yang menurut saya dimainkan dengan keren itu mulai beralih menjadi ‘nina bobo’.

Saya mulai melirik-lirik jam, pikiran mulai kemana-mana 😆 Nyoba perhatiin apa sih yang bisa bikin menarik?! Saya liat-liat, apa yang bikin mereka betah ya nonton konser orkestra ini bahkan sampe rela bayar mahal sekalipun, apalagi di Indonesia pasti udah berjuta-juta nih tiketnya 😬 Jawabannya mungkin cuma 1, MINAT 😅

Akirnya saya ngerti, ternyata kenal apa enggaknya sama musik yang ditampilin itu ngaruh banget.. Sekarang kan yang dimainin musiknya Final Fantasy, emang sih saya pribadipun suka banget sama film-nya meskipun sekedar tau itu diangkat dari sebuah games. Tapi, saya sama sekali nggak mudeng sama musiknya, paling dibagian yang ada dentuman drum-nya, pasti adegan pertarungan, musik yang biasa digunakan dalam film-film action 😆

Tapi so far, lucunya saya dan mungkin juga teman-teman yang pertama kali ikut, baru mulai “kembali ke konser” setelah pemberian sebucket bunga pada konduktor dan salah seorang pemain biola. Ini berarti acara mulai berakhir.

Musik closing-nya dibuka dengan dentuman alat musik dari 2 balok kayu yang ditepukkan (namanya saya nggak tau). Suaranya bener-bener jepang banget dan bikin semua mata tertuju ke konser. Serru!!


Biasanya, konser ini selalu diadain setiap tahun di minggu siang bulan oktober dan gratis. Sekarangpun gratis, tapi ini pertama kalinya diadain di malam minggu dengan durasi sekitar 2 jam.


Kamus

    よかった /yokatta/ = Syukurlah..
    阿波オーケストラ第5回演奏会 /awa ookesutora dai go kai ensoukai/ = Awa Orchestra 5th Concert (Konser ke-5 Awa Orkestra)
    Final Fantasy = Nama sebuah games, film yang diangkat dari games
    徳島県教育会館 /tokushima-ken kyouiku kaikan/ = Tokushima Education Center (Pendidikan Pusat Tokushima)

‘City Loop’ Bus Wisata Praktis di Kobe

Jika hanya memiliki 1 tujuan wisata, bajet ¥260 untuk dewasa dan ¥130 untuk anak-anak (dibawah 12 tahun), bayar via mesin otomatis yang ada disamping sopir.

Sebaliknya, jika punya destinasi lebih dari satu, recommended banget pake 1-Day Pass. Memang sedikit merogoh kocek tapi cukup hemat dan praktis. Tiket dewasa ¥660 dan anak-anak ¥330.

Tiket bisa dibeli di City Loop buses, Kobe Information Center di Stasiun Sannomiya dan Tourist Information Offices di Shin-Kobe.

Cara naik city loop:

  • Lihat jadwal bus, tunggu di halte yang berlogo city loop (ada 17 halte)
  • Antri dengan teratur
  • Saat bus datang, pintu bus akan terbuka secara otomatis, naik dengan teratur dari pintu depan/tengah bus (tergantung situasi, perhatikan panduan).
  • Perlihatkan kartu 1 Day Pass pada sopir/guide. Atau, bayar via mesin otomatis yang ada disamping sopir.

Referensi

Kebun Herbal Kobe

Selain Kobe Harborland, ada sebuah paket wisata komplit lainnya yang sangat menarik di Kobe, namanya Nunobiki Herb Gardens & Ropeway. Disini banyak sekali jenis tumbuhan herbal dari berbagai spesies.

Nunobiki Herb Gardens & Ropeway

Pastinya, ini bakal menjadi salah satu tempat liburan yang seru bagi para pelancong.

Tiket Masuk

Pembelian tiket masuk ada di lantai 4 gedung Herb Garden Bottom Station. Naik dari lantai 1 dengan menggunakan lift.

Harga tiket variatif tergantung pilihan pengunjung. Untuk round tickets bajetnya ¥1.500/orang. Dengan tiket ini, bisa naik ropeway pulang-pergi, masuk Rose Symphony Garden, Glass House, dan semua tempat wisata yang ada di dalam kawasan Nunobiki Herb Gardens.

Ropeway (Kereta Gantung)

Taman ataupun puncak diakses dengan ropeway yang memiliki 3 stasiun, yaitu: stasiun terbawah, stasiun tengah dan stasiun teratas.

Setelah membeli tiket, ikuti alur antri, perlihatkan tiket pada petugas untuk distempel, naik kereta gantung sesuai arahan petugas.

Hampir semua dinding ropeway terbuat dari kaca. Dan, saking panjang rutenya, bagi yang pertama kali naik kereta gantung mungkin akan sedikit gamang, tapi bakal berasa biasa saja kalau keretanya sudah jalan. Sebaiknya pilih tempat duduk yang searah dengan alur kereta.

Perjalanan hingga stasiun tengah menawarkan panorama kota kobe nan indah. Tempat duduk yang pas adalah berlawanan arah dengan alur kereta.

Melongok dari kaca sebelah kanan kereta terlihat dengan jelas Nunobiki Waterfall yang mempesona. Kabarnya air terjun ini salah satu dari 100 air terjun terbaik di jepang.

Begitu juga dengan sebelah kiri, ada bendungan air! Namanya Nunobiki Gohonmatsu Dam. Dari kejauhan bendungan tersebut lebih terlihat bak kaca. Bendungan dan air terjun ini digadang-gadang sebagai kualitas terbaik air Kobe.

Di stasiun tengah, jika tidak berhenti, kita tetap duduk di kereta. Hanya saja, petugas akan melakukan pengecekan. Kemudian, kereta melanjutkan rutenya hingga stasiun teratas.

Di stasiun teratas, tunggu aba-aba dari petugas baru keluar. Perlihatkan tiket ke petugas dan bisa memasuki kawasan paling puncak.

Papan Penunjuk Arah

Bagi yang bingung mau milih area mana yang mau dikunjungi, cukup dengan melihat papan penunjuk arah yang menunjukkan lokasi masing-masing wisata. Papan tersebut cukup mudah dipahami, karena selain bahasa jepang juga tertulis dalam bahasa inggris.

Panorama Alam & Kota Kobe dari Puncak

Pintu keluar kereta gantung terhubung dengan area restoran (View Plaza) dan panorama lepas kota kobe.

Sejauh mata memandang, luar biasa indah.. Apalagi saat cuaca cerah, bakal jelas terlihat padatnya pemukiman penduduk di kota kobe, gedung-gedung pencakar langit, hamparan laut luas, pelabuhan kobe, bukit barisan yang terlihat seperti garis pembatas antara laut dan langit biru.

Kereta gantung silih berganti berlalu-lalang diketinggian melewati kebun-kebun herbal 4 musim dibawahnya. Atap-atap rumah kacapun terlihat unik dan menarik untuk disinggahi. Sungguh sebuah karya & maha karya yang keren!

Panorama ini bisa dinikmati dengan teleskop berbayar ¥100. Bahkan, Kobe Port Tower pun yang lanmark-nya Kobe bisa terlihat dengan jelas!

Pict taken by Etikuchan
View dari puncak

View Plaza

Di puncak ropeway, ada View Plaza. Bangunan bergaya eropa ini terdiri dari restoran, cafe dan area pertokoan; menjadi tempat terluas disini dan memberi kesan romantis! Area ini didekorasi dengan berbagai jenis bunga dan meninggalkan wangi flora.

Pict taken by Etikuchan
View Plaza

Bagi yang mencari TOILET, ada di lantai dasar gedung yang ada jam dindingnya.

Rose Symphony Garden

Disini terdapat banyak sekali jenis bunga mawar. Di tengah kebun, ada patung anak kecil yang memegang ikan, mulut ikan tersebut menganga lebar mengeluarkan air mancur yang mengalir ke kolam mungil berbentuk gelas piala. Artistik!

Spot di Rose Symphony Garden

Di berbagai sisi taman banyak tempat duduk untuk bersantai-ria.

Mori no Hall

Bangunan ini berada di dalam kawasan Rose Symphony Garden. Di beranda depannya ada Garden Cafe yang menjual aneka minuman yang didominasi dari bahan herbal.

Masuk ke tempat ini gratis! Di sebelah kanan pintu terpajang dengan cantik miniatur rumah dan kehidupan bergaya eropa. Benar-benar kreatif!

Miniatur bergaya eropa

Di sisi seberangnya ada aneka aroma dan wewangian herbal. Aneka tanaman seperti salah satunya kayu manis ditaruh di dalam kotak kaca, kemudian disisinya ada botol kecil berisikan wewangian khas kayu manis.

Di sisi kiri ada ハーブガイドアロマと香り, yang mungkin bila dibahasaindonesiakan berarti panduan aroma dan wewangian herbal. Kita bisa melihat secara langsung alat-alat yang digunakan untuk mengekstrak herbal. Tempat yang lebih mirip area presentasi ini buka pukul 11:00-11:45.

Selanjutnya, ada ruangan yang sepertinya toko yang menjual aneka aroma & wewangian herbal.

Di lantai 2, ada Mori no Hall yang ditutup, mungkin khusus untuk acara-acara tertentu saja.

Pintu keluar lantai 2 terhubung ke bangunan coklat tertinggi yang ada jam dindingnya. Bangunan ini berada diantara View Plaza & Rose Symphony Garden. Menelusuri anak tangga bisa kembali turun ke lorong antara area restoran & kebun mawar.

Glass House

Pernah maen game FarmVille nggak?! Kalo pernah, pasti bakal familiar sama bangunan yang satu ini, namanya glass house (rumah kaca). Mulai dari dinding sampai ke atapnya memang didominasi oleh kaca.

Glass House

Di dalam rumah ini, ada beberapa bagian yang masing-masingnya didekorasi dengan sangat unik. Ada taman, kamar mandi, dapur, ruang makan, ruang santai; semua punya konsep herbal!

Dibagian belakang, ada monumen ibu & anak yang dilatari dengan air. Sesekali muncul gelembung air. Kejernihan airnya bikin adem..

Di beranda belakang mungkin bakal jadi tempat yang paling disukai para pelancong (selain area puncak). Pemandangan lepas laut dan kota kobe kembali menakjubkan mata. Dan lagi, sofa empuknya bebas digunakan pengunjung untuk bersantai-ria, penat setelah melanglang-buana berasa menguap!

Diantara pengunjung ada yang memilih berendam kaki di Herbal Footbath, buka dari pukul 10:00-16:30. Disediain handuk juga lho, ¥100/lembar.

Herbal Footbath

Disini juga ada cafe yang menjual teh, kopi dan es krim herbal. Harganya variatif berkisar dari ¥600.

Pembelian Oleh-oleh

Aneka souvenir banyak dijual di lokasi pembelian tiket, lantai 4 gedung Herb Garden Bottom Station.

Selain lokasi shopping dan beli tiket, disini juga tempat pengambilan souvenir gratis buat pengunjung yang nge-share foto ke sosmed pake hashtag Nunobiki Herb Gardens & Ropeway dengan memperlihatkannya pada staf. Biasanya bakal dapetin sebungkus herbal camomile buat garam mandi di bathtub.

Akses

Akses ke lokasi bisa dengan kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi.

Kobe Cityloop Bus

Dengan kendaraan umum, bisa memanfaatkan subway khusus wisata yang dikenal dengan nama Kobe City Loop Bus.

Jika destinasinya hanya kebun herbal ini saja, bisa langsung naik bus di halte berlogo city loop. Bajet ¥260 (¥130 untuk anak-anak dibawah 12 tahun), bayar di mesin otomatis yang ada disamping kiri sopir.

Selama di bus, dilarang makan, minum, merokok ataupun bicara pake suara gede, termasuk menggunakan ponsel yang mengganggu (seperti: menerima telepon).

Jika punya destinasi lebih dari satu, recommended banget pake 1-Day Pass. Memang sedikit merogoh kocek tapi tentunya hemat dan praktis. Tiket dewasa ¥660 dan anak-anak ¥330, bisa dibeli di City Loop buses, Kobe Information Center di Stasiun Sannomiya dan di Tourist Information Offices di Shin-Kobe. Saat naik bus, perlihatkan tiket ke sopir/pemandu.

Bus Pariwisata

Tempat parkir kendaraan pribadi berbeda dengan bus wisata. Bus pariwisata dan kursi roda bisa langsung parkir di halaman pelataran yang ada di depan gedung yang bertuliskan Herb Gardens Bottom Station. Dari belakang gedung ANA Plaza, ikuti plang parkir yang ada disebelah kanan.

Mobil Pribadi

Tempat parkir untuk kendaraan pribadi ada di dalam gedung ANA Plaza. Dari belakang gedung ANA Plaza, plang parkir ada di sebelah kiri, ikuti jalan memasuki gedung, tempat parkir ada di lantai 6-8. Pembayaran parkir dengan kartu atau cash.

Turun dari tempat parkir (6F-8F) dengan lift menuju lantai 1. Jalan keluar gedung, masuki gerbang bertuliskan 布引ハーブ園/ロープウェイ, ikuti jalan khusus pejalan kaki sampai ketemu lift. Disamping lift tersedia map yang bisa digunakan sebagai panduan manual.

Untuk menaiki lift, antri dengan teratur, dahulukan pengunjung yang ada di dalam lift keluar dulu baru masuk dengan tertib. Kadang sesekali bakalan ketemu guide/volunteer di lift. Bobot lift hanya 11 orang.

Atau, pengunjung juga bisa menaiki anak tangga.

Catatan

  • Area Nunobiki Herb Gardens tutup pukul 16:30
  • Ropeway tutup pukul 17:15

Gallery

* Sebagian foto diambil dari koleksi foto Etikuchan, termasuk foto yang digunakan untuk judul

Kamus

  • 布引ハーブ園/ロープウェイ /nunobiki haabu-en roopuwei/ = Nunobiki Herb Gardens & Ropeway (Kebun Herbal Nunobiki & Kereta Gantung)
  • ロープウェイ /roopuwei/ = Ropeway (kereta gatung, gondola, lori
  • グラスハウス /gurasu hausu/ = Glass hause (rumah kaca)
  • 1-Day Pass/One Day Pass /wan dei pas/ = Tiket subway yang bisa digunakan seharian kemana saja sesuai aturan yang berlaku
  • 1F, 6F, 8F = Singkatan dari 1st Floor (lantai 1)
  • ハーブ園山麓駅 /haabu-en sanroku-eki/ = Herb Garden Bottom Station (Stasiun terbawah taman herbal)
  • 布引の滝 /nunobiki no taki/ = Nunobiki Waterfall (Air Terjun Nunobiki)
  • 布引五本松ダム /nunobiki gohonmatsu damu/ = Nunobiki Gohonmatsu Dam (Bendungan Gohonmatsu Nunobiki)
  • Budget = Kata serapan yang dibahasaindonesiakan menjadi bajet (anggaran)
  • ガーデンカフェ /gaaden kafe/ = Garden Cafe
  • ハーブガイドアロマと香り /haabu gaido aroma to kaori/ = Herb Guide Aroma & Fragrance (Panduan Aroma & Wewangian Herbal)
  • Cash = Bayar kontan
  • Guide = Pemandu
  • Volunteer = Sukarelawan

Related Link

Referensi

Opini O

Karena dikelola dengan sangat baik, kebun herbal ini luar biasa indah.. Wort it memang dengan harga tiket segitu.

*

Padahal, bunga yang dilihat juga banyak ditemui di Indonesia. Bedanya di Indonesia, mungkin karena saking banyaknya, bunga-bunga itu tampak tak berharga, bahkan ada yang mencapnya bunga kampung, contohnya: bunga tahi ayam; atau lebih memilih bunga yang lebih mahal (apalagi dengan iming-iming impor dari negara bla bla bla).

Di jepang, bunga-bunga yang biasa kita temui di negara kita jadi bernilai. Coba saja lihat di taman kota, taman bermain ataupun di beberapa tanaman hias; sebagian besar bunga-bunga itu cukup familiar. Tak heran bila di supermarketpun dijual dalam bentuk kemasan pot, benih atau bingkisan. Bahkan, menjadi salah satu spesies penghuni kebun herbal di kobe.

*

Tranpostasinya OK! Ada subway bus khusus wisata lengkap dengan buku panduan manual dalam bahasa jepang atau inggris. Tempat parkirpun terkoordinir dengan sangat baik. Pembayaran hanya sekali, jelas dan praktis; sesuai dengan waktu penggunaan. Sistemnya juga teratur, mobil pribadi tidak bisa parkir seenaknya di area bus sekalipun kosong. Bahkan, kursi rodapun memiliki area parkir khusus.

*

Sebagian besar orang Indonesia yang berkunjung kesini benar-benar memanfaatkan waktu untuk berlibur dan mengambil spot foto yang bagus. Pemandangan yang cukup kontras datang dari wisatawan barat, mereka tampak berlibur sekaligus belajar. Selain mengambil foto, mereka membaca penjelasan diberbagai spot yang mereka singgahi.

*

Mau ada atau tidak ada tong sampah, area ini selalu terjaga kebersihannya. Bahkan dengan banyaknya pepohonan dan tanam-tanaman dari segala jenis, sampah daun keringpun tak tampak menyemak di jalan setapak sekalipun.

*

Bagi teman-teman yang perutnya sensitif dengan minuman tertentu, mungkin sedikit memilah dalam pemilihan minuman ataupun kombinasinya. Jika terjadi mual, muntah, pusing dan/atau mencret, evaluasi dulu penyebabnya apa.

Salah satu kombinasi yang mungkin bisa bikin perut ga enak adalah krim cair berbungkus mungil transparan yang berasa asem, sepertinya. Bila ngalamin itu, segera minum banyak air putih atau susu cair, gejala lebih lanjut konsul ke pelayanan kesehatan terdekat.

Cara Mengurus VISA Korea dari Tokushima

Persiapan Sebelum Mengurus VISA Korea

  • Booking pesawat, tips:
    • Cari referensi: tanya ke teman yang pernah ke korea atau browsing.
    • Jika tidak punya kartu kredit, pilih pembayaran via combini/supermarket (harus dibayar dalam waktu 24 jam setelah boking).
    • Pilih booking sesuai kebutuhan.
      • Kalau misalkan sewaktu pergi tidak membawa barang banyak, pilih yang tidak menyediakan bagasi. (Untuk PEACH, boleh bawa 1 tas ke kabin dengan berat maksimal 7kg).
      • Sebaliknya, kalau dirasa bakal belanja banyak dan perlu bagasi, pilih yang sudah set dengan bagasi.
      • Jika mendadak butuh beli bagasi, bisa dibeli sewaktu check-in di bandara dengan metode pembayaran kartu kredit.
    • Buka email dan print. Jika mengalami kesulitan untuk print langsung, capture emailnya & print di combini/supermarket dengan kertas A4.
  • Booking hotel, tips:
    • Cari referensi:
      • Tanyakan ke teman yang sudah pernah ke korea
      • Lihat review hotel/hostel vis internet
    • Pilih didekat stasiun, rekomendasi banget di area sekitar Myeongdong Station (Lokasinya strategis, terlebih ada Myeongdong Street, surganya kuliner korea!).
    • Sebagian besar pelancong biasanya mengambil kamar yang lebih mirip hotel kapsul. Tapi, buat yang tidak terbiasa, bisa memilih kamar sesuai keinginan di penginapan yang sama.
    • Pilih hotel yang bisa dicancel/dibatalkan tanpa pembayaran.
    • Rata-rata meminta pembayaran dengan kartu kredit. Jika tidak punya kartu kredit, cari yang bisa bayar di tempat.
    • Buka email dan print. Jika mengalami kesulitan untuk print langsung, capture emailnya & print di combini/supermarket dengan kertas A4.

Siapkan Persyaratan

  • Passport (paspor)
  • Residence Card
  • Zaishoku shoumei sho (surat keterangan kerja)
  • Foto 4,5cm x 3,5cm
  • E-Ticket (diprint di kertas ukuran A4)
  • Bukti booking hotel (diprint di kertas ukuran A4)

Pengurusan VISA

  • Datang ke Kedutaan Korea di wilayah masing-masing. Untuk area Tokushima, pengurusan dilakukan di Konsulat Korea yang ada di Kobe.
  • Waktu pengajuan VISA pukul 9:00-11:30
    • Ikuti panduan dari security/satpam disana
    • Ambil nomor antrian
    • Isi formulir
    • Fotocopy paspor & Residence Card (di lokasi tersedia mesin fotocopy berbayar, dibantu oleh security yang ramah)
    • Beli tiket pembayaran pengurusan VISA di mesin otomatis ¥4.400
    • Semua persyaratan diserahkan ke petugas
  • Waktu pengambilan VISA
    • Ambil di tempat pada pukul 14:00-16:00, atau
    • Bisa pilih chakubarai, diproses 4 hari kerja & diterima dihari ke-5 atau ke-6. Kalau memilih chakubarai, otomatis paspornya ditinggal dulu. 

Kamus

  • 着払い /chakubarai/ = Pengiriman via pos yang dibayar ketika barang sampai
  • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ = Mesin penjualan otomatis
  • 在留カード /Zairyuukado/ = Residence Card (Kartu Identitas/KTP Jepang)
  • 在職証明書 /zaishoku shoumei sho/ = Surat keterangan kerja dari institusi/lembaga tempat bekerja
  • コンビニ /combini/ = Toko yang buka 24 jam, seperti: 7eleven dan Family Mart

Catatan

  • Kalau datang telat, berkas tidak diproses dan kembali dihari lain.
  • Di jepang, Kedutaan Besar dan Konsulat Korea (Embassy & Consulate General of Korea in Japan) ada di 12 wilayah.
  • Yang belum punya foto, bisa membuatnya di photo box  yang biasanya ada di area supermarket/stasiun atau tempat tertentu lainnya.
  • Bagi yang sudah punya foto dalam bentuk soft copy, bisa mengeprint di combini.

 

Tokushima Station 🔜 Anan Station

Di Tokushima Station

  • Akses dengan kereta api ada 2 macam, 普通列車 dan 特急
  • Loket JR四国 ada di lantai 1 Clement
  • Dari 徳島駅 (Tokushima Station), JR menuju 阿南駅 (Anan Station) ini berlawanan arah dengan 倉本駅 (Kuramoto Station)
  • Informasi jam keberangkatan ada di layar mungil pojok atas tempat melewati pemeriksaan tiket.
  • Perlihatkan tiket ke petugas di loket untuk distempel.

普通列車 (Local Trains/Kereta biasa)

  • Tiket ¥550 beli di 自動販売機 (mesin penjualan otomatis)
  • Jalur: JR牟岐ライン (JR Mugi Line), Platform 4
  • 各停 (Berhenti di setiap stasiun)
  • Rute:
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station)
    • 二軒屋駅 (Niken-Ya Station)
    • 文化の森駅 (Bunkanomori Station)
    • 地蔵橋駅 (Jizoubashi Station)
    • 中田駅 (Chuden Station)
    • 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station)
    • 阿波赤石駅 (Awa-Akaishi Station)
    • 立江駅 (Tatsue Station)
    • 羽ノ浦駅 (Hanoura Station)
    • 西原駅 (Nishibara Station)
    • 阿波中島駅 (Awa-Nakashima Station)
    • 阿南駅 (Anan Station)
  • Waktu yang dibutuhkan sekitar 42 menit
    • 徳島駅 (Tokushima Station) 🔜 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) ⏱ 2 menit
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) 🔜 二軒屋駅 (Niken-Ya Station) ⏱ 3 menit
    • 二軒屋駅 (Niken-Ya Station 🔜 文化の森駅 (Bunkanomori Station) ⏱ 3 menit
    • 文化の森駅 (Bunkanomori Station) 🔜 地蔵橋駅 (Jizoubashi Station) ⏱ 4 menit
    • 地蔵橋駅 (Jizoubashi Station) 🔜 中田駅 (Chuden Station) ⏱ 4 menit
    • 中田駅 (Chuden Station) 🔜 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station) ⏱ 4 menit
    • 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station) 🔜 阿波赤石駅 (Awa-Akaishi Station) ⏱ 4 menit
    • 阿波赤石駅 (Awa-Akaishi Station) 🔜 立江駅 (Tatsue Station) ⏱ 3 menit
    • 立江駅 (Tatsue Station) 🔜 羽ノ浦駅 (Hanoura Station) ⏱ 3 menit
    • 羽ノ浦駅 (Hanoura Station) 🔜 西原駅 (Nishibara Station) ⏱ 4 menit
    • 西原駅 (Nishibara Station) 🔜 阿波中島駅 (Awa-Nakashima Station) ⏱ 3 menit
    • 阿波中島駅 (Awa-Nakashima Station) 🔜 阿南駅 (Anan Station) ⏱ 4 menit

特急 (Limited Express/Kereta Cepat)

  • Jalur: 剣山室戸 (Taurugisan-Muroto Line)
  • Tiket ¥1.400 beli langsung ke petugas di loket
  • 徳島駅 (Tokushima Station) – 阿南駅 (Anan Station) – 海部駅 (Kaifu Station)
  • Rute:
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station)
    • 南小松島駅 (Minami-Komatsushima Station)
    • 羽ノ浦駅 (Hanoura Station)
    • 阿南駅 (Anan Station)
  • Waktu yang dibutuhkan sekitar 27 meni
    • 徳島駅 (Tokushima Station) 🔜 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) ⏱ 2 menit
    • 阿波富田駅 (Awa-Tomida Station) 🔜 南小松島 (Minami-Komatsushima Station) ⏱ 10 menit
    • 南小松島 (Minami-Komatsushima Station) 🔜羽ノ浦 (Hanoura Station) ⏱ 8 menit
    • 羽ノ浦 (Hanoura Station) 🔜 阿南駅 (Anan Station) ⏱ 7 menit

Di Anan Station

  • Turun di Anan Station, naiki tangga, serahkan tiket ke petugas di loket, naik lif dan turun menuju pintu keluar

普通列車 vs 特急

  • Dari nama aja udah beda:
    • 普通列車 (Local Trains/Kereta biasa)
    • 特急 (Limited Express/Kereta Cepat)
  • Kalau mau cepat, pilih 特急. Memang sedikit merogoh kocek tapi lebih efisien dari segi waktu.
  • Kalau mau irit, pilih 普通列車. Murah meriah dan nyante, harganya ekonomis. Tapi cukup memakan waktu, karena kudu singgah sejenak di setiap stasiun.

Kamus

  • クレメント (Clement), nama bangunan di Tokushima Station yang memiliki fasilitas hotel, shopping center, aneka restoran, toko omiyage (oleh-oleh), loket & stasiun JR, dll.
  • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ Mesin penjualan otomatis
  • 牟岐線 /mugi-sen/ Mugi Line
  • 阿波室戸シーサイドライン
  • 各停 /kakutei/ Berhenti setiap kali
  • 駅 /eki/ Station (Stasiun)
  • JR (Japan Rail) | Kerete api jepang
  • 窓口 /madoguchi/ Loket

Rekomendasi Link

  • Website resmi JR四国 dalam bahasa inggris, korea & cina.

Pulang Kampuang 2018 (Bagian 1)

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu telah tiba 😇 Padahal, menjelang hari ini butuh perjuangan rada sengit! 😬 Yah, begitulah nikmatnya merantau, kita belajar menghadapi segala sesuatu yang sering tak terduga 😜

Ini penerbangan internasional mandiri perdana (ribet nyebutnya 😆) saya nih.. Sebelum hari-H, saya udah survey sana-sini, mulai dari tempat turun bus, cara masuk bandara jepang, tempat wrapping, gate, dll. Saya telah mencatatnya dengan sangat rinci, takut sewaktu-waktu nyasar dan malah ketinggalan pesawat 😜

“Cinta Produk Dalam Negeri” Saya Pilih GARUDA

Memang banyak pesawat yang bisa dipilih untuk penerbangan Indonesia-Jepang. Tapi, bagi saya hanya ada 2 rekomendasi terbaik yaitu GARUDA atau JAL (Japan Airlines, GARUDA-nya jepang).

Pertama kali terbang ke jepang, saya sudah menggunakan JAL. Dan, sekarang saya ingin naik GARUDA 🙂 (Sekalipun banyak rekomendasi penerbangan murah dari teman-teman mancanegara, bahkan ada yang benar-benar murah tapi bagasi bayar sendiri 😜).

Kenapa saya pilih GARUDA? Pertama, semboyan “Cinta Produk Dalam Negeri(Saya yakin, maskapai kita ga kalah bagus kok dengan maskapai penerbangan dari negeri sakura) 😁☝🏻Kedua, lebih praktis! GARUDA ada di seluruh indonesia, jadi mau saya sampai pindah-pindah provinsipun ga bakal ribet, karena udah 1 maskapai untuk semua. Udah gitu free bagasipun lumayan 46 kg (belum lagi bisa bawa aneka tentengan ke kabin 😜). Dan, agen tiket langganan perantau di jepang memang yang paling populer juga GARUDA, lho..

Yang paling praktis, untuk pemula seperti saya, bisa konsultasi via chat dengan agen. Mau itu pembayaran, penggunaan GarudaMiles, cara check-in online, pengambilan bagasi yang udah check-in online, dll.

Check-in Sendiri

Meskipun saya tergolong orang yang awam sedunia tentang segala seluk-beluk penerbangan (sampe-sampe, sewaktu agen tiket saya bilang tax free, saya malah dengernya ‘taxpi’, oneng.. oneng..); saya itu pengen nyobain sesuatu yang menurut saya baru (check-in online & GarudaMiles), walaupun ada yang bilang ribet bla bla bla 😬

Saya upload aplikasi Garuda, daftar GarudaMiles, sampe nawarin sendiri ke agen saya kalo saya udah punya GarudaMiles dan minta panduan untuk tiket saya. Saya coba check-in sendiri, pilih tempat duduk sesuai keinginan (bangku kosong cuma tinggal 10 doang euy!! subarashii..), dan.. setelah melewati proses, ternyata mudah dan menyenangkan! Jadi semakin PeDe nih..

Sewaktu check-in online, untuk penerbangan Osaka Kansai International 🔜 Denpasar-Bali Ngurah Rai, maskapai GA883, seats-nya 2-4-2, saya pilih di 38G. Padahal saya pengen duduk dekat jendela, tapi udah full 😬 Alih-alih mau liat Gunung Fuji (lewat aja kagak 😆). Lalu, untuk Denpasar-Jogja, maskapai GA255, saya ngikutin bangku yang udah direkomendasiin aja di seats 21A, samping jendela 😜 (udah cam anak-anak nak piknik ajee).

Persiapan Omiyage

Namanya juga mudik (sekali seabad 😜), pulang kampung tanpa buah tangan itu kok ya hambar ya rasanya (macem iyee aje 🤣). Saya udah titip nih dari 3 bulan sebelumnya sama Tanaka Sensei (beliau udah kayak mak nya kite ☺️). Kebetulan rumah beliau deket dengan Supermarket DIO yang harga produknya sedikit lebih miring dari supermarket terdekat dari shelter kami. Biasanya yang dibeli disini aneka coklat dan snack-snack. Tapi, buat macha milk, lebih murah saangin di Supermarket KYOEI.

👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇

Bukan endorse lo yee 😬☝🏻siapa tau aja ada teman-teman di Tokushima lagi nyari tempat rekomendasi oleh-oleh 😅

Tokushima 🔜 Osaka

Saking fokusnya dengan persiapan pulang, saya nyaris lupa beli tiket bus!! OMG.. Untungnya, masih punya waktu 2 minggu lagi.. giri-giri.. 😬

Saya mematahkan kegalauan antara cari aman ambil jam paling pagi atau yang bisa nyante ambil bus yang waktunya pas-pasan, akhirnya pilih yang aman (NANKAI BUS 04:45) 😁☝🏻

Di Tokushima, tiket bus bisa dibeli di Tokushima Station tepatnya di bangunan terbawah Daiwa Hotel, di loket bus yang ada di supermarket Takuto, atau di area Tokushima University (lebih murah buat yang ada kartu mahasiswanya). Untuk rute Tokushima Station 🔜 Kansai Airport Terminal 1, PP ¥7.400.

Katanya nih, harga tiket bus selain tergantung waktu pemesanan (jauh-jauh hari lebih murah), juga tergantung berapa lama kita ninggalin jepang. Lebih dari 2 minggu harga tiket bus lebih mahal. Tapi, saya pribadi tidak mendapatkan info langsung dari loketnya.

Pake Taxi

Dari shelter saya menuju Tokushima Station, saya pesan taxi, makluuum.. jadwal bus di Tokushima itu mulai operasionalnya sekitar pukul 7 🙁 Beda banget dengan di Indonesia (tepatnya di Padang) yang bus kota atau angkot kerennya masih ready sampe jam 10-an atau jam 5 subuh udah berlalu-lalang ria 😁

Sebenernya di Tokushima ini taxi yang paling murah adalah Konpira Taxi, bajet buka pintu hanya ¥410; tapi, saya lebih senang dengan NTS (yang bermarkas di Kuramoto Station itu, lho..🤓), bajet awal ¥560, operator dan sopirnya lebih komunikatif 🙂👍

Selain ini, sebelumnya yang sering dipesen adalah Akuigawa Taxi, hanya saja terkadang untung-untungan, kalo dapet operator bapak-bapak yang ngomongnya kayak kumur-kumur, beuh.. ampun dah, semua kosakata bahasa jepang saia menguap seketika 🤣✌🏻

  • 4:00 (waktu Tokushima). Menuju Tokushima Station dengan NTS Taxi, sopirnya perempuan euy, sampe stasiun kena ¥1760.
  • 4:20 Tokushima Station. Hanya saya makhluk yang terdampar disini 😅 Padahal masih subuh, tapi cuacanya udah panas! Makluuum, cuaca di Tokushima belakangan ini lagi ekstrim, tiba-tiba dingin lalu hujan eh sekarang fuanazz!!

Saya tidak tau kalau bagasi kudu ditaruh di depan pintu masuk ruang tunggu (jam segini belum buka), saya malah gerek-gerek lagi sampe loket tunggu yang ada label Kansai Airport-nya 😬 Untung aja petugas datang ga cuma ngasih tau doang, tapi ikut ngebantuin 😁 Makluum, Saya bawa tiga koper dengan semua size M, L & XL 🤣

  • 4:30 Petugas ngantriin koper, ngasi kode bagasi. Penumpang kedua datang. Kode koper ada 2, yang satu ditempel di koper/bagasi dan yang satu lagi kita yang pegang.
  • 4:33 Bus datang, petugas yang masukin koper (bukan kita).
  • 4:45 Jalan
  • 5:02 Halte Matsushige 1 (松茂1)
  • 5:05 Go.. Bapak yang tadi ngurusin bagasi turun dan tinggal, mungkin udah ga ada yang naik 😬 Mirip dengan sistem bus antar-provinsi di Indonesia yaa.. 😁☝🏻
  • 5:15 (TS5) Highway Naruto
  • 5:16 Go
  • TS4
  • TS3 Sumoto
  • 5:53 …

Mulai ngaco nih catatan perjalanannya, sempat tepar! 😅 Capek buangedh soalnya, belum lagi semalaman begadang gegara paranoid bakal kebablasan 😆

  • 7:45 Nyampe bandara (Kansai Airport).

Bagasi bus diturunkan dan kita liatin ke petugas nomer bagasi. Ambil troli dan masuk bandara. Menurut informasi dari teman saya, gate Garuda itu kecil, belok kiri dan jalan lurus, terus liat yang muka-muka Indonesia.

Tapi sebelum menuju counter Garuda, yang pasti, hal pertama yang saya lakukan setelah turun bus dan ambil bagasi adalah wrapping. Nah, itulah perlunya informasi, saya udah siap-siap nih yang kata si teman wrapping itu harganya mahal sampe ¥5.000 lebih, eh faktanya ¥1.000 kok ☺️ Yokatta.. “Kenapa harus diwrapping?? Padahal koper saya udah bagus kok, ada cover-nya lagi?!” Wrapping bagasi itu biar aman.. Setelah diukur, 2 koper size XL & M saya, kena ¥2000.

  • Garuda GA883, antri di loket F20-F24.

Untuk hari ini saya antri di gate F22 awalnya, eh yang ngantri di depan saya pada bubar dan balik ke F21, saya ikutin.. Ternyata, mereka yang pindah ini penerbangan yang delayed dari kemaren (17/7). Sementara, F22 untuk tempat yang belum check-in & F23 yang udah check-in online (termasuk saya, di layar TV mungil depan konter tertulis Baggage Drop Mobile/Internet Check-in).

  • City Check-in.
  • 8:39 Selesai boarding

Naaah, disini saya memulai aksi.. cari wajah-wajah indo yang bisa diajakin bareng.. Mono soalnya kalo sendirian, masa iya ngomong sama angin?! 😆

Saya beraniin nyapa itu ibuk-ibuk. Eh, ternyata ‘urang awak’!! MasyaAllah.. dunia emang sempit yak 🤩👍👍 Udah beribuk-ibuk ria, mbok ya ga cocok akirnya tak panggil uni dah 😅 Si uni abis liburan bareng keluarga. Meskipun beliau orang padang, mereka sekeluarga udah menetap di Bandung.. Surprisenya lagi, ini uni tetangganya sensei saya semasa masih tinggal di Padang!! 🤓 subarashii..

  • 9:18 Naik train (kereta api).

Saya udah nggak ngandalin catatan mungil, tinggal ngekorin uni sekeluarga nih 😇 Paling enggak, sampe bali bareng terus.. Mulai berasa aman.. 😁

  • 9:23 Sampai.
  • Tunggu di ruang tunggu.
  • 10:31 Antri masuk pesawat.
  • 10:40 Di pesawat, di bangku 38G udah ada air mineral kemasan merk Indonesia!! 🤩 Kangeeen.. 🤣
  • 40.000 kaki di atas permukaan laut, berawan sedikit guncangan (macem pertama kali naik pesawat aja 😆☝🏻).
  • 11:15 Berangkat..
  • 11:30 Pembagian pouch yang didalamnya berisi penutup mata, penutup telinga & kaos kaki. Saya cuma butuh penutup mata buat tidur 😅
  • 13:20 Launch (makan siang)

Kebetulan banget nih, lapeeer!!! Menu perdana saya di Garuda, ada gulai (indonesia bangedh!!) dan shomen (mie dingin ala jepang).

  • 15:20 Pembagian es krim. Hmmm.. yummy.. Es krim merk “meiji” ini boleh nih dikonsumsi bagi para muslim di jepang.
  • Pengumuman sampai di Bali. “Halloo Indonesiaa..” 🙂👋🏻

Welcome to Indonesia

  • 16:20 Mendarat..
  • 16:40 Turun
  • 17:50 (masih waktu Osaka, lupa nyetel jam 😬). Periksa pasport.
  • 17:30 (waktu Bali) Periksa paspor.
  • 17:35 Periksa tiket.

Sempat ngotot sama si uni, saya mau buru-buru coz waktu kita kan cuma sedikit 😅 Padahal, si uni sekeluarga mau ngajakin makan dulu. Saya mbok ya ngeyel 🤣

By the way, kalo udah nyampe Bali, saya punya visi nih, eng ing eng.. MAKAN KFC!!! 🤣🤣 Ga tau nih, ngalah-ngalahin bumil yang lagi ngidam aja. Pokoknya nyampe indo harus makan KFC!! Saya mutusin buat misah dulu dari si uni, sempat ketemu dan kenalan juga dengan rombongan indo lainnya (nikmat-Mu mana lagi yang kan hamba dustakan.. ketemu orang indo yang sama sekali ga kenalpun udah macem ketemu kerabat jauh yang udah lama ga ketemu aja 😇).

Balik lagi, kok KFC sih?! Mungkin, berawal dari waktu itu, pas bulan-bulan pertama sampe di Tokushima. Saya sendirian nih muter-muter di mall. Ga ada yang salah sih, cumaa.. perut saya laper euy! Nemulah KFC.. Halal nggak nih?! Jawabannya pasti enggak dong, kayaknya (karena waktu itu saya dikasih tau sama yang jualan karage, ayam tepung versi jepang, kalo karage itu bikinnya pake sake, saya lihat KFC ala jepang kok kayaknya karage banget ya?!).

Walhasil, bismillah.. Saya ga ada pilihan. Kebetulan waktu itu saya sama sekali belum punya referensi makanan mana aja yang udah boleh buat muslim di food court. Jadi saya belilah itu KFC, berharap rasanya paling enggak mirip sedikitlah sama yang di indo. Beeeuh.. makan 1, saya langsung kenyang.. Ini mah karage bukan KFC 😢 Yaa.. mereka nyesuai-in lah ya di negara mana mereka buka 😬

Pas nungguin barang, kita pada ke TOILET dulu. Baru aja mau masuk gerbang TOILET, aroma khas-nya langsung menyapa diikuti oleh komentar orang jepang di belakang kami “kusai!” sambil menutupi hidungnya. OMG.. Selesai dari TOILET, saya hanya tertegun.. dengan berat hati kasih emoticon ☹️ sesuai sikon TOILET.

  • 18:53 Cek masuk pesawat.

Masih ada waktu! Tapi ga nemu KFC.. ga papa deh, orang masih kenyang juga abis makan di Garuda tadi. Ntar nyampe jogja baru daah, hajjarrr!! 😁☝🏻

  • 19:05 1b boarding.
  • 19:16 Di pesawat.

Perbedaan waktu Bali & Jogja adalah 1 jam lebih lambat di Jogja. Saat ini jam di Bali 07:11 sementara di Jogja 06:12 (lama perjalanan 01:12).

Waktu dapetin snack, ada roti dan saya minta teh hangat. Waaah, tau aja nih saya suka manis, teh hangat yang saya terima dikasih 2 bungkus gula, dan rasanya pas! Saya celupin roti sedikit demi sedikit ke teh manis hangat, makannya nikmatin banget.. gilaaaa… “saya memang udah di indonesia..😇” berasa mimpi!

Sampe-sampe, snack kacang campurnya saya makan sedikit demi sedikit, takut rasa indo-nya hilang dalam sekejap 😂 Terakhir, ingat waktu jajan-jajan disekolahan, pas udah mau habis, sisa-sisa dibungkus plastiknya itu diangkat dan dituang ke mulut sampe ga ada sisa 😆

Karna bawaan saya cukup ribet, pas naik pesawat sampe turun lagi, dibantuin tau sama penumpang bangku belakang. Padahal kabinnya terjangkau dan saya nggak ngomong apa-apa, lho.. Saya terharu, guys.. saya bener-bener udah di indonesia!! Karena bagi saya, dimana-mana hanya orang indonesialah yang begitu, bantuin duluan sebelum diminta tolong. Makin bangga jadi Warga Indonesia 😇 (dimaklumin aja, berle-nya lagi kumat 😅).

Di ruang tunggu, pesawat saya berangkat duluan dari uni. Kita pisah.. Tapi insyaAllah silaturrahim tetap terjalin.. 🙂

  • 21:00 (waktu Jogja) Mendarat.. Dekorasi di Bandara Adisutjipto keren!! Berbagai rupa wayang berjejer di dinding sebelah kanan pintu keluar.
  • 21:08 Ambil bagasi.

Dijemput si bontot.. missed him so much!!😘😘 Gilak, perbandingan saya & unjut bontot ruarr bisah! Udah macem body guard aja nih dia 😆✌🏻

Transportasi Online

Kita menuju penginapan saya dengan transportasi online. Taxi di Bandara sini ga pake argo. Pas ditawar, kebetulan cukup mahal ke lokasi hotel saya.

Penginapan Murah di Jogja

Saya menginap di Hotel Desa Puri Syariah Jogja. Tempatnya nyaman.. 🙂 Recommended nih, bisa jadi referensi buat yang nyari penginapan murah di jogja.. Kamar saya twince dengan bajet Rp 140.000,-.

Fasilitas untuk twince ini ada 2 tempat tidur single, kamar mandi (shower) & TOILET duduk 1 set di dalam kamar (lengkap dengan sabun mandi), wastafel yang udah ready perlengkapan gosok gigi, 2 air mineral gratis (jadi yang kehausan bisa langsung minum 🤣), perlengkapan dan petunjuk shalat buat yang muslim.

Saya sengaja bawa baju pas-pasan, karena ngerasa bakal aman “kan di hotel ada baju ganti?!”. Gelo… gelo.. ngimpi!! 😅

Pesan Makanan Online

Karena udah kemaleman, kita pesan makanan via online aja. Kebetulan yang recommended hanya Aldan yang masih buka, gurame dan sambalnya mantep euy!!

Ini kelebihan indonesia.. kulinernya mantep bisa pesen online lagi.. 😇 Beda banget sama Tokushima yang delivery aja bisa dihitung dan itupun ga bisa kapanpun ☝🏻 Kalo di indonesia, salahsatunya aja di jogja ini, mau hujan badai sekalipun bisa tetep makan enak tinggal pesan online atau delivery. Tapi di jepang, khususnya tokushima, kalo hujan atau lewat waktu (jam bukapun tergantung masing-masing tempat) murii (mustahil), malah ga terima pesanan juga ada, lho..

Penyakit Musiman saat Traveling

Sayangnya.. tenggorokan saya mulai sakit nih.. biasa, kalo udah pindah-pindah tempat suka gitu.. Terancam ga bisa makan enak nih 😢

Uang Baru!!

Karena ada keperluan, saya bareng unjut bontot belanja di minimarket terdekat, tak jauh dari penginapan. Pas menerima kembalian, saya bingung.. 2 tahun ditinggal, uang udah baru semua!! Saya kudu kenalan dulu nih.. Suka cek nominal dulu sebelum bayar-bayar 😅

Kesan

  • Mau di Indonesia kek, Jepang kek, kampuang atau perantauan; tetep pasti ada plus-minus-nya. Mentang-mentang tinggal di negara yang lebih maju, jadi keder dengan negara sendiri, oh NO! Jangan sampai.. 🤓☝🏻

Kamus

  • Kampuang (bahasa minang) = Kampung
  • 徳島駅 /tokushima eki/ = Tokushima Station | Stasiun Tokushima.
  • よかった /yokatta/ = Syukurlah..
  • OMG = Oh My God..
  • Giri-giri berasal dari ぎりぎり時間 /giri-giri jikang/ = Udah mendekati waktunya.
  • お土産 /omiyage/ = Buah tangan/oleh-oleh.
  • Saangin (bahasa minang) = Sedikit.
  • Subarashii (bahasa jepang) = Luar biasa.
  • Mono = Bahasa slank-nya monoton.
  • Murii (bahasa jepang) = Mustahil, ga mungkin, berlebihan.

Okawara Kogen

Okawara Kogen adalah dataran tinggi di Tokushima dengan ketinggian 1.000 meter lebih. Terletak di wilayah Sanagochi, Distrik Myodo.

Nuansa alam dan modern yang menjadi andalan wisata jepang masih kental, terlihat dari perpaduan antara dataran tinggi hijau yang diwarnai oleh bunga jenis hydrangea (ajisai) dan 15 pancang kipas angin raksasa (turbin angin) yang menakjubkan. Turbin angin ini digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga angin (di Indonesia dikenal dengan PLTB).

Rekomendasi Waktu

Waktu yang tepat untuk melihat keelokan ini adalah diawal bulan juli, karena pada waktu inilah bunga hydrangea yang didominasi oleh warna biru dan ungu bermekaran.

Akses

Akses ke lokasi yang paling efektif adalah dengan mobil pribadi. Dari Tokushima Station memakan waktu sekitar 1 jam. Bagi yang hobi bersepeda bisa ditempuh sekitar 3-4 jam.

Untuk transportasi umum sangat tidak efisien. Dilansir dari beberapa informasi, dari Tokushima Station ke 中辺停留所 dengan Tokushima Bus (Sanagochi-sen) butuh waktu 3 jam. Lalu, naik taxi sekitar 30 menit hingga lokasi.

Fasilitas & Tempat Nongkrong

Dipertengahan jalan menuju puncak, terdapat TOILET jepang versi jadul. Seterusnya ada bangunan unik bertuliskan 大川原高原ヒルトップハウス yang terlihat seperti tempat penelitian dan rumah kayu berlabel 大川原高原ログハウス yang lebih mirip homestay.

Di pintu masuk gedung 大川原高原ヒルトップハウス ada mise yang menjual kopi, ocha dan lainnya. Di depan mise ada boneka besar menyerupai orang yang masing-masingnya berkalungkan selebaran pengumuman.

Diketinggian sekitar 900 meter ada lapangan luas tempat parkir mobil. Duduk di pinggiran parkiran bisa menikmati hamparan alam luas dan lukisan nyata dari jejeran bukit barisan nan apik. Angin sembriwing perbukitan membuat suasana semakin nyaman.

Bahkan, dari pinggiran parkir yang menghadap jalan ini, dengan melayangkan pandangan ke sisi kiri (area puncak), bisa terlihat sekawanan sapi hitam sedang mencacah rumput atau sekedar bersantai-ria.

Masih di area parkiran, ada mise (warung/cafe) yang menjual es krim yang ada wafelnya. Disini bisa minta air mineral, gratis! Air ini bisa dituang sendiri dari teko yang disediakan pemilik ke gelas bekas es krim masing-masing.

Di depan mise disediakan meja dan bangku yang telah diset seperti di cafe, ini menjadi salah satu tempat nongkrong andalan bagi para pelancong.

Masih satu bangunan dengan mise, disampingnya ada kedai ocha, ruangan yang bertuliskan 大川原高原総合案内所, dan toilet.

Di ruang yang berlabel 大川原高原総合案内 meskipun terlihat biasa dari luar, ternyata jika dibahasaindonesiakan berarti kantor informasi umum Okawara Kogen yang didalamnya lebih terlihat seperti museum mini. Pengunjung boleh melihat-lihat.

Untuk toilet, berbeda dengan toilet sebelumnya, bentuk dan disain toilet disini lebih umum.

Puncak Okawara Kogen

Ketakjuban tak terhenti sampai ketinggian 900 meter saja, jika masih sanggup, pengunjung masih bisa berjalan kaki mendaki jalan beraspal hingga puncak, karena tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan (jalan dipalang).

Di puncak ini, kita bisa berdiri tepat di bawah kincir angin. Dan, tentunya menyaksikan sekawanan sapi yang sudah terlihat dari kejauhan tadi.

Catatan

  • Di beberapa area tersedia bangku taman atau pondokan untuk melepas penat. Hanya saja, bagi pengunjung hati-hati dengan serangga yang mulai berdatangan di musim panas, terutama nyamuk.
  • Mesin penjualan otomatis untuk minuman tidak ditemukan disepanjang jalan menuju puncak, jadi buat pengunjung jangan lupa membawa persediaan minum, apalagi di musim panas.
  • Buat para muslim yang hendak melakukan shalat di lokasi, bisa dikondisikan dimana saja di area yang bersih.

Gallery

Kamus

  • 大川原高原 /ookawara kougen/ Okawara Kogen
  • 佐那河内 /sanagouchi/ Sanagochi
  • アジサイ/ajisai/ Bunga Hydrangea (sepertinya di Indonesia mirip dengan bunga Janda Kembang)
  • 大川原高原ヒルトップハウス | Okawara Kogen Hill Top House
  • 大川原高原ログハウス | Okawara Kogen Log House | Rumah Kayu Okawara Kogen
  • 中辺停留所 /chuuhen teiryuujo/ Middle Side Station
  • PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) = Singkatan yang ada di Indonesia untuk pembangkit listrik yang memanfaatkan tenaga angin.
  • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ = Mesin Penjualan Otomatis.
  • 徳島駅 /tokushima eki/ = Tokushima Station (Stasiun Tokushima).
  • 店 /mise/ Warung/kedai.
  • トイレ /toire/| お手洗い/otearai/ = TOILET.
  • 佐那河内線 /sanagouchi-sen/ Jalur Sanagochi.
  • 徳島バス /tokushima basu/ Tokushima Bus.
  • タクシー /takushi/ Taxi.
🏷 Trip with Etikuchan, Hanif & Otousan (12/07/2018)