Category Archives: Travelog

Awa Odori

Di Jepang, setiap お盆休み (libur musim panas) selalu diadakan 盆踊り(bon odori). Masing-masing daerah memiliki gerakan tarian masing-masing, termasuk Tokushima dengan awa odori-nya.

阿波踊り(awa odori) jika dibahasaindonesiakan berarti tarian awa yang merupakan tarian tradisional dari Tokushima, salah satu perfektur di Pulau Shikoku, Jepang.

Tarian ini menjadi icon-nya Tokushima, ditarikan dengan mengenakan kimono yang khas dan dengan gerakan yang teratur, sebuah kombinasi seni dan tradisi nan indah!

阿波踊り祭り (Awa Odori Event)

Buat yang berminat melihat langsung festival musim panas ala Tokushima ini bisa berkunjung ke Tokushima. Event tahunan ini diadakan setiap musim panas (natsu) pada hari libur obon, tanggal 12 s/d 15 Agustus.

Biasanya, lokasi yang digunakan adalah di sekitar kantor walikota (市町村|shichouson) dan sepanjang area tokushima station (徳島駅|tokushima eki). Dan, ada 2 stage/panggung berbayar, dimana para pengunjung bisa duduk menyaksikan seluruh rangkaian acara dengan sedikit merogoh kocek sebesar ¥1.100.

Pakaian

Awa odori ditarikan dengan mengenakan kimono yang khas. Untuk perempuan, ada beragam tekhnik pemakaian obi (ikat pinggang) dan yang menjadi ciri khasnya adalah kasa (topi yang terbuat dari jerami dilipat dua menyerupai belahan semangka dan dipasang condong ke depan) dan genta (sandal sejenis tangkelek di Indonesia, namun bagian tapaknya dibuat 2 topangan dari kayu. Penari berjalan dengan bertopang ke bagian depan).

Untuk laki-laki, dibagian kepalanya ada 2 versi, ada yang diikat biasa dengan kain batik-nya Tokushima dan ada pula yang diikat menutupi hampir sebagian kepala, terbuka di bagian mata dan diikatkan dibawah hidung. Lalu, mengenakan celana pendek dan kaos kaki yang khas (tanpa genta).

Untuk anak-anak, biasanya lebih sering dijumpai mengenakan pakaian versi laki-laki.

Gerakan Awa Odori

Meskipun terlihat sederhana, dibalik keelokannya, awa odori butuh latihan yang luar biasa tekun.

女の踊り

Untuk tarian perempuan, gerakan berpusat pada kedua lengan dengan jari telunjuk yang selalu mengarah ke atas.

Caranya, berdiri dengan posisi tegak, posisi kaki bertumpu pada genta bagian depan, lutut sedikit ditekuk, badan bagian pinggang ke atas agak dicondongkan ke depan, lengan mengarah ke atas.

Saat menggerakkan lengan yang diputar adalah bagian bahu dengan rileks. Ketika kaki kanan digerakkan, maka lengan kananlah yang ditekuk. Dan, jari telunjuk selalu mengarah ke atas, sementara jari lainnya menguncup dan mengembang seperti bunga tulip.

Salah satu kaki diangkat setinggi betis dan diacungkan lembut dengan posisi mengarah ke depan.

男の踊り

Jika tarian untuk perempuan berfokus pada lengan, sebaliknya tarian untuk laki-laki malah bertumpu pada lutut.

Caranya, berdiri tegak, kemudian kaki ditekuk, berjalan seperti dorobo (pencuri), tangan dilambaikan (sering ditampilkan dengan menggunakan kipas khas-nya Jepang).

Jika jemari tangan pada tarian wanita menyerupai kuncup dan mekarnya bunga tulip, pada pria sebaliknya. Jari mengembang seperti letupan kembang api (menggumpal dan meletup).

Alat Musik

Alat musik yang digunakan adalah samisen, drum/gendang, seruling dan kane.

Makna Lirik Awa Odori

Lirik yang sering diteriakkan adalah “yattosa..” yang berarti 皆さん、お元気ですか (hi, how are you? nice to meet you..).

Makna Awa Odori

Secara umum, dilihat dari gerakan, irama dan liriknya, tarian ini bermakna “ayo menari.. bergembira bersama-sama..”.

Namun, selain memiliki nilai seni yang tinggi, ternyata awa odori masih terhubung dengan kepercayaan orang jepang! Pada hari pertama festival, dilakukan upacara pemanggilan arwah para leluhur yang telah meninggal. Kemudian, tarian awa ditarikan sebagai penyambutan dan sebuah bentuk hiburan. Di hari terakhir perayaan, dilakukan pengantaran arwah para leluhur dengan menghanyutkan sesuatu semacam lampion di sepanjang aliran sungai.

Gallery

Kamus

  • 阿波踊り| awa odori | awa dance | tarian awa
  • 阿波踊り祭り| awa odori matsuri | awa dance event | perayaan tarian awa
  • お盆休み| obon yasumi | liburan musim panas
  • 盆踊り | bon odori | summer dance | tarian musim panas
  • 徳島駅| tokushima eki | tokushima station | stasiun tokushima
  • 帯 | obi | ikat pinggang
  • 笠 | かさ| kasa | topi yang terbuat dari jerami
  • げんた | genta | sandal yang terbuat dari kayu sejenis sandal tangkelek di Indonesia

Referensi

  • Beberapa informasi dishare oleh Tanaka Sensei, Atsumi Sensei dan Lisa san.
  • Featured image is taken by Fitri san.

Related Link

Liwetan

Liwetan is one of traditions from East Java, Indonesia. All of menu are served on top of banana leaves. Then, to eat it every one use their hand (without spoon, fork, etc.). You usually can find Indonesian traditional culinary such as fried chicken (ayam goreng), tempe, tofu, sausage (sambal), salat (lalapan), etc. That is truly wonderful tradition.

Liwetan adalah salah satu tradisi dari Jawa Timur, Indonesia. Semua menu disajikan di atas daun. Lalu, setiap orang makan dengan tangan. Kuliner tradisional Indonesia yang sering ditemukan adalah ayam goreng, tempe, tahu, sambal, lalapan, dll. Benar-benar tradisi yang indah!

リウェタンはインドネシアの東ジャワの食べ方です。全部メニューはバナナの葉っぱの上に置きます。それから、皆さんは一緒に手で食べます。様々なインドネシアの料理を食べます。例えば、フライチッキんというアヤムゴレンやテンペやタフというとふやサンバルというチリソースやララパンというサラダです。本当に美味しし、いい文化です。

Related Link

Gallery

Goya

Goya itu apa ya?! Sejenis stylekah? Atau.. nama orang?!

Hahaha, goya itu bahasa kite-nya pare di Indonesia atau pario di Minangkabau (Padang).

Apa sih bedanya? Apa sama saja?

Pare versi Jepang sedikit berbeda dengan pare di Indonesia. Jika di Indonesia rasanya pahit (bangett malah), di Jepang sedikit saja alias selayang. Lalu dari segi ukuran, goya lebih variatif, ada yang terbilang gede!

Belinya dimana?

Di Jepang, goya bisa ditemukan di berbagai supermarket. Harganya relatif. Dan, uniknya, ukurannya nyaris sama. Ternyata, menurut narasumber bernama Kenji san (7/8/2017), goya itu sebelum ditaruh di pusat perbelanjaan ada ketetapan ukurannya, tidak bisa terlalu kecil ataupun terlalu besar.

Tokushima Bus「17」名東 |「17」Myoudou

徳島駅から | From Tokushima Station | Dari Stasiun Tokushima

  • 徳島駅前|とくしまえきまえ | Tokushima Eki Mae | Tokushima Station | Stasiun Tokushima
    • Terminal Bus
    • Stasiun Kereta Api
    • Clement
      • Basement
        • Omiyage (Oleh-oleh & cenderamata)
      • 1F (Lt. 1)
        • Starbucks
        • Stasiun KA
        • Toko roti
        • Supermarket
      • 2F (Lt. 2)
        • ATM
        • Italian Cafe Pizza Royalhat
      • 3F (Lt. 3)
        • クレメント矯正歯科| Clement Orthodontic Clinic | Klinik Gigi Clement, khusus pemasangan behel (kyosei).
      • 4F (Lt. 4)
        • ☆Can Do☆ (100円 shop alias serba 100 yen)
    • 7 Eleven
    • Family Mart
    • Daiwa Hotel
  • 西大工町二丁目|にしだいくまちにちょうめ| Nishidaiku-machi Ni-choume
  • 西大工町三丁目|にしだいくまちさんちょうめ | Nishidaiku-machi San-choume
  • 西新町|にししんまち | Nishishin-machi
  • 佐古一番町|さこいちばんちょう | Sako Ichiban-chou
    • 佐古駅 | さこえき | Sako Station | Stasiun Sako
    • 広島風お好み焼とたこ焼 BuBu | Okonomiyaki ala Hiroshima & Takoyaki BuBu
  • 佐古三番町|さこさんばんちょう | Sako Sanban-chou
  • Yoshinari Hospital
  • 佐古五番町|さこごばんちょう | Sako Goban-chou
  • 佐古六番町|さころくばんちょう | Sako Rokuban-chou
  • 佐古七番町|さこななばんちょう | Sako Nanaban-chou
  • 佐古八番町|さこはちばんちょう | Sako Hachiban-chou
  • 蔵本中央病院前|くらもとちゅうおうびょういんまえ | Kuramoto Chuuo Byouin Mae | Kuramoto Chuo Hospital
  • 医学部前|いがくぶまえ | Igakubu Mae
    • 徳島大学蔵本キャンパス | Tokushima University Hospital → 医療大学 |いりょうだいがく
  • グランド東口|ぐらんどひがしぐち | Gurando Higashiguchi
  • 蔵本グランド前|くらもとぐらんどまえ | Kuramoto Gurando Mae
  • 加茂名中学校前|かもなちゅうがっこうまえ | Kamona Chuugakkou Mae | Kamona Junior High School | SMP Kamona
  • 西署前|にししょまえ | Nishisho Mae
    • 徳島県警察 | Tokushima-ken Keisatsu | West Tokushima Police Station | Kantor Polisi Tokushima bagian barat
    • 松永病院 | Matsunaga Hospital | Rumah Sakit Matsunaga
    • Takoyaki Ikubee
    • 老人保健施設エルダリーガーデン | The Health Service Facility Elderly Garden
  • 加茂名小学校前|かもなしょうがっこうまえ | Kamona Shougakkou Mae | Kamona Elementary School | SD Kamona
  • 鮎喰町一丁目|あくいちょういっちょうめ | Akui-chou Ichi-choume
    • キョーエイ | Kyoei Supermarket
    • au Shop Kamona
  • 上鮎喰|かみあくい | Kamiakui
  • 上鮎喰回転場|かみあくいかいてんじょう | Kamiakui Kaitenjou
  • 加茂名南小学校前|かもなみなみしょうがっこうまえ | Kamona Minami Shougakkou Mae | South Kamona Elementary School | SD Kamona bagian selatan
  • 名東二丁目北|みょうどうにちょうめきた | Myoudou Ni-choume Kita | East Myoudou 2-chome | Myoudou 2 bagian Utara
  • 名東二丁目|みょうどうにちょうめ | Myoudou Ni-choume
  • 名東三丁目|みょうどうさんちょうめ | Myoudou San-choume
  • 名東住宅前|みょうどうじゅうたくまえ | Myoudou Juutaku Mae
  • 久光|ひさみつ | Hisamitsu
  • 原町|はらまち | Haramachi
  • 僧都|そうず | Sozu

徳島駅まで | Go to Tokushima Station | Ke Stasiun Tokushima

  • 僧都|そうず | Sozu
  • 原町|はらまち | Haramachi
  • 久光|ひさみつ | Hisamitsu
  • 名東住宅前|みょうどうじゅうたくまえ | Myoudou Juutaku Mae
  • 名東三丁目|みょうどうさんちょうめ | Myoudou San-choume
  • 名東二丁目|みょうどうにちょうめ | Myoudou Ni-choume
  • 名東二丁目北|みょうどうにちょうめきた | Myoudou Ni-choume Kita | East Myoudou 2-chome | Myoudou 2 bagian Utara
  • 加茂名南小学校前|かもなみなみしょうがっこうまえ | Kamona Minami Shougakkou Mae | South Kamona Elementary School | SD Kamona bagian selatan
  • 上鮎喰回転場|かみあくいかいてんじょう | Kamiakui Kaitenjou
  • 上鮎喰|かみあくい | Kamiakui
  • 鮎喰町一丁目|あくいちょういっちょうめ | Akui-chou Ichi-choume
    • 7 Eleven
  • 加茂名小学校前|かもなしょうがっこうまえ | Kamona Shougakkou Mae | Kamona Elementary School | SD Kamona
  • 西署前|にししょまえ | Nishisho Mae
    • ファミリマート 「ファー魔」| Family Mart
  • 加茂名中学校前|かもなちゅうがっこうまえ | Kamona Chuugakkou Mae | Kamona Junior High School | SMP Kamona
    • Seberang halte:
      • 老人保健施設エルダリーガーデン | The Health Service Facility Elderly Garden
      • Takoyaki Ikubee
      • 松永病院 | Matsunaga Hospital | Rumah Sakit Matsunaga
      • 徳島県警察 | Tokushima-ken Keisatsu | West Tokushima Police Station | Kantor Polisi Tokushima bagian barat
  • 蔵本グランド前|くらもとぐらんどまえ | Kuramoto Gurando Mae
  • グランド東口|ぐらんどひがしぐち | Gurando Higashiguchi
  • 医学部前|いがくぶまえ | Igakubu Mae
  • 蔵本中央病院前|くらもとちゅうおうびょういんまえ | Kuramoto Chuuo Byouin Mae | Kuramoto Chuo Hospital
    • 阿波銀行蔵本支店| Awa Bank Kuramoto Branch
  • 蔵本駅| くらもとえき| Kuramoto Eki | Kuramoto Station | Stasiun Kuramoto
  • 佐古八番町|さこはちばんちょう | Sako Hachiban-chou
  • 佐古七番町|さこななばんちょう | Sako Nanaban-chou
  • 佐古六番町|さころくばんちょう | Sako Rokuban-chou
  • 佐古五番町|さこごばんちょう | Sako Goban-chou
  • 佐古三番町|さこさんばんちょう | Sako Sanban-chou
  • 佐古一番町|さこいちばんちょう | Sako Ichiban-chou
  • 南出来島|みなみできじま | Minami Dekijima | South Dekijima | Dekijima Selatan
  • 郷土文化会館前|きょうどぶんかかいかんまえ | Kyoudo Bunka Kaikan Mae | Tokushima Art Foundation For Culture
  • 元町|もとまち | Motomachi
    • Sogo Mall
  • 徳島駅前|とくしまえきまえ | Tokushima Eki Mae | Tokushima Station | Stasiun Tokushima
    • Terminal Bus
    • Stasiun Kereta Api
    • Clement
      • Basement
        • Omiyage (Oleh-oleh)
      • 1F (Lt. 1)
        • Starbucks
        • Stasiun KA
        • Toko roti
        • Supermarket
      • 2F (Lt. 2)
        • ATM
        • Italian Cafe Pizza Royalhat
      • 3F (Lt. 3)
        • クレメント矯正歯科| Clement Orthodontic Clinic | Klinik Gigi Clement, khusus pemasangan behel (kyosei).
      • 4F (Lt. 4)
        • ☆Can Do☆(100円 shop alias serba 100 yen)
    • 7 Eleven
    • Family Mart
    • Daiwa Hotel

Teruterubozu (照る照る坊主)

Bagi yang hobi nonton kartun/anime dan atau baca komik-komik jepang, pasti sangat familiar dengan boneka yang terbuat dari kertas/kain putih lalu digambari ekspresi wajah dan digantung di jendela, bukan? Tapi, sudah tau namanya, belum?!

Boneka ini namanya teruterubozu (照る照る坊主), boneka tradisional penangkal hujan ala jepang. Boneka ini digunakan untuk kepentingan tertentu yang menjadi aktifitas di luar rumah, terutama di musim hujan yang sering terjadi pada peralihan 2 musim (misal: musim semi ke musim panas).

Jadi, ceritanya, orang jepang itu 2 kali dalam setahun, selalu melakukan perjalanan (遠足) ke luar rumah, seperti jalan-jalan, melancong, piknik, dll. Biasanya di bulan May dan Oktober, atau Maret dan Oktober; tergantung keinginan masing-masing. Agar cuaca cerah, menurut kepercayaannnya, boneka ini dibuat dan digantung di jendela.

Gallery

Kamus

  • 照る照る坊主/てるてる坊主 (てるてるぼうず) /teruteruboozu/ = Boneka tradisional penangkal hujan ala Jepang
  • 遠足(えんそく) /engsoku/ = Perjalanan

Referensi

  • Sebagian besar informasi dishare oleh Tanaka Sensei pada 17 Juni 2017 di Tokushima, Jepang.

Semarak Ramadhan 1438H Di Mesjid Tokushima

Buat para muslim, tak terasa tinggal 6 hari lagi menjelang Idul Fitri, bukan? Nah, selama bulan Ramadhan, bagi yang pertama kali akan mengunjungi Mesjid Tokushima, perlu tau nih hal-hal unik berikut ini.

Buka Bareng

Setiap hari minggu, selalu ada buka bareng (a.k.a bubar/bukbar/bukber/buber/open together) dengan menu tradisional mancanegara. Jadi, buat yang lagi ngirit, anak kontrakan, atau yang hobby hunting kuliner sekalian, tak perlu repot-repot merogoh kocek, cukup datang saja untuk berbuka puasa di Mesjid Tokushima.

Tak hanya lezatnya masakan yang dihidangkan, tapi ada yang lebih utama: nikmatnya kebersamaan. Disini kita akan bertemu dengan orang-orang dari berbagai negara, beragam status dan budaya, luar biasa indah!!

Menu mancanegara yang dimaksud bukan berarti tiap minggu dihidangkan, bukan. Tapi, selalu ada negara yang menjadi penanggungjawabnya setiap minggu yang akan menyajikan masakan khas dari negara masing-masing.

Untuk minggu depan, karena sudah mendekati lebaran, buka bareng skala international ini akan diadakan pada hari Sabtu (24 Juni 2017). Don’t missed it! 

Tarwihan

Ada yang spesial di bulan nan juga spesial ini. Setiap malam, selalu ada shalat berjama’ah yang diimami oleh seorang yang hafidz al-qur’an. Urutannya, shalat Isya, shalat tarwih 2+2 rakat (2 raka’at lalu salam, dilanjutkan dengan 2 raka’at yang juga ditutup dengan salam), kultum/ceramah (dalam bahasa inggris), shalat tarwih 2+2 raka’at dan shalat withir (raka’atnya tergantung mashab yang diikuti oleh sang imam, ada yang 2 raka’at salam lanjut dengan 1 raka’at; begitu juga dengan pembacaan do’a qunut, ada yang sebelum/sesudah rukuk; dsb.).

Kelas Bahasa

Seperti hari biasanya, di mesjid tetap diadakan kelas bahasa jepang, bahasa arab, dll. Tidak hanya dewasa, untuk anak-anakpun juga ada. Bagi yang berminat, silahkan bergabung, free alias gretong!

Gallery

Osusowake (御裾分け)

Osusowake, istilah yang satu ini boleh dibilang baru, karena belum familiar. Di Indonesia, saat panen, biasanya ada kebiasaan berbagi, seperti memberikan sedikit hasil panen pada kerabat, tetangga, dan orang terdekat lainnya. Begitu pula di Jepang, masa tanam yang biasa dilakukan dimusim panas ini, hasilnya akan dikumpulkan pada yang punya lahan/kebun, lalu yang punya kebun membagikannya ala kadarnya (sedikit-sedikit) pada orang-orang tertentu. Nah, ini dikenal dengan istilah osusowake.

Kamus

  • 御裾分け 「おすそわけ」/osusowake/

Referensi

  • Tominaga san via sharing, Tokushima (6/2017).

The Naruto German House

Buat pecinta sejarah, recommended banget buat berkunjung ke The Naruto German House yang jika diartikan dalam bahasa indonesia: Rumah Jerman di Naruto. Gedung megah dengan arsitektur bangunan ala jerman ini terletak di Naruto City (Kota Naruto), Perfektur Tokushima.

Sejarah

Berawal dari masa Perang Dunia I, dimana Jepang berpartisipasi sebagai Entente Powers yang berhasil merebut beberapa wilayah Asia dan Pasifik yang menjadi bagian kolonial Jerman, seperti tawanan perang. Sekitar seribu tentara jerman ditahan di Bando POWs Camp. Namun, mereka diberi kebebasan untuk berinteraksi dengan penduduk lokal hingga terjalin sebuah persahabatan yang erat. Ini berlangsung selama 3 tahun (1917-1920).

Selama berada ditahanan, para tawanan melakukan berbagai kegiatan secara aktif, seperti: orkestra, paduan suara, teater, olahraga, kuliah, dll. Dari semua ini, Bethoven Symphony ke-9 lah yang pertama kali terkenal di Asia. Selain itu, karena keterbatasan keuangan jepang untuk memenuhi kebutuhan pangan tawanan, jepang membeli lahan dan para tawanan bekerja untuk menggarapnya.

Meskipun Perang Dunia I telah usai, hubungan persahabatan tersebut masih tetap terjalin. Oleh karenanya, pada tahun 1972 dibangun 鳴門市ドイツ館. Sejak itu, Naruto dan Lueneburg (Jerman) menjadi sister city.

Museum

Di lantai 2 Deutsches Haus Naruto ini terdapat museum yang mendiskripsikan kehidupan para tawanan tentara jerman selama berada di Bando POWs Camp. Tidak hanya dalam bentuk gambar saja, tetapi juga dalam bentuk miniatur yang dikombinasikan dengan video, sangat menarik! Di setiap bagian disediakan selebaran informasi  dalam 2 bahasa (Jerman & Jepang) yang bisa diambil secara gratis.

Dan, tak kalah unik, ada panggung orkestra yang dimainkan oleh patung yang bisa bergerak (boleh dibilang robot), luar biasa! Penampilan ini bisa disaksikan pada waktu yang telah ditentukan.

Catatan: Di lantai 2 dilarang menggunakan kamera.

Tiket & Waktu

Insert untuk umum ¥400 anak-anak (SD-SMP) ¥100. Buka dari pukul 9.30-16.30 (waktu setempat). Tutup pada hari senin keempat dan 28-31 Desember di akhir tahun.

Akses

Akses ke lokasi dengan kendaraan pribadi, waktu tempuh sekitar 1,5 jam dari Kota Tokushima. Akses via transportasi umumpun juga tersedia.

Event

Dalam rangka memperingati HUT ke-100 Pembukaan Bando POWs Camp, di hall lantai 1 museum ini diadakan konser musik klasik GRATIS! Event ini berlangsung pada hari minggu, 9 April 2017, pukul 13.00 (waktu lokal). Selain itu, juga gratis memasuki museum di lantai 2.

Pada event ini, tidak hanya orkestra, paduan suara ataupun seriosa saja, tapi juga ada presentasi menarik tentang sejarah The Naruto German House. Presentasi ini ditampilkan dalam bentuk gambar yang silih berganti diganti secara manual pada alat yang terbuat dari kayu dan sangat menarik!

Gallery

Kamus

  • 鳴門市ドイツ館 = The Naruto German House (Deutsches Haus Naruto)
  • Bando POWs Camp = Kamp tahanan Bando
  • POW = Prisoners of War (tawanan perang)
  • Sister city = Kota kembar
  • 開所100周年記念コンサート= Konser HUT ke-100 Pembukaan Bando POWs Camp
  • Entente Powers = Blok Sekutu

Kebab Halal Di Tokushima

Today news buat yang suka hunting kuliner. Selain restoran yang ada di lantai 5 Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway), ada lagi nih tempat makan halal yang recomended, terutama buat para pendatang muslim yang pertama kali datang ke Tokushima.

Kuliner asal Turki ini bertempat persis di seberang Tokushima University Hospital. Lokasi ini beralamat di Kuramotocho 2 chome-44, Tokushima City, Tokushima. Buka pukul 11:00-14:00 siang dan 17:00-21:00 malam.

Akses dari Tokushima Station bisa menggunakan bus dengan ongkos ¥210. Selain itu, juga bisa menggunakan taxi dengan tarif sekitar ¥1.000-an.

Desain restoran ini terbilang cukup sederhana dengan pemandangan lepas menghadap ke lalu lintas. Namun, siapa sangka pengunjung yang datang sangatlah variatif, mulai dari negara asal, pekerjaan bahkan corak bahasa; sebuah kombinasi sosial yang indah!

Tidak hanya itu, tempat ini juga nyaman banget buat dijadiin tempat nongkrong, ala cafe-nya anak-anak muda di Indonesia, tapi juga relatif untuk semua usia. T.O.P dah..

Disini, tersedia aneka menu kebab dan juga makanan halal lainnya.  Hidangan-hidangan ini dibandrol dengan harga yang cukup ekonomis, mulai dari ¥200. Tersedia juga dalam paket  menu tertentu.

Nah, buat para penggemar kebab di Indonesia, pastinya sudah tidak asing lagi dengan aneka menu kebab, bukan? Tapi, kebab yang ada disini sedikit berbeda dari rasa maupun kemasannya. Kuliner  khas Turki ala Halal Kebab ini terbuat dari kombinasi daging ayam, sayur kol, roti dan bumbu khas kebab.

Salah satu menu yang paling populer disini adalah ケバブサンドイチ (Kebab Sandwich). Kita bisa memilih rasa sesuai selera, sedang atau pedas. Tersedia dalam ukuran kecil (小 ¥500) dan besar (大 ¥650).

Menu lainnya, seperti: cake (ケーキ ¥200). Kue berwarna putih ini terdiri dari lapisan bolu yang didalamnya diisi dengan krim (cream) yang agak manis, disajikan dalam keadaan frozen (beku). Tepatnya, mirip dengan bolu gulung di Indonesia dalam kemasan beku.

Untuk minuman, ada air mineral (GRATIS!), teh (チャイ ¥200) dan kopi (コーヒー ¥200). Sedikit berbicara tentang teh, minuman ini disajikan dalam suhu hangat. Soal rasa, teh ini boleh dibilang perpaduan antara rasa khasnya teh Indonesia dan teh Jepang, tentunya dengan aroma yang wangi dan tidak terlalu manis (meskipun telah dibubuhi gula).

Uzo-no-Michi

Jalan-jalan ke Tokushima, tak lengkap jika belum mampir ke Jembatan Onaruto (landmark-nya Tokushima) yang unik dan serba guna. Jembatan ini tidak hanya menghubungkan Kota Naruto di Perfektur Tokushima dan Awaji di Perfektur Hyogo, tapi juga menjadi salah satu objek wisata dengan fenomena alam yang luar biasa, siapa lagi kalau bukan si uzu (pusaran) nan kece badai.

Jembatan ini juga fungsional, lho.. Bagian atasnya dipakai untuk lalu lintas, sementara sisi bawahnya yang menyerupai terowongan (dengan panjang jalan 450 meter) dijadikan objek wisata, namanya uzu no mici.

Disini, bagian dindingnya yang lepas menghadap laut didominasi oleh kaca. Jadi, tak heran para pengunjung begitu takjub dimanjakan oleh pesona full laut! Dan, yang tak kalah menarik, bagian lantainya terbuat dari kaca di titik-titik tertentu yang disebut dengan observation room, tentunya tepat di atas lokasi pusaran air. So, kita bisa melihat si uzu dari ketinggian 45 meter dari permukaan laut!

Fasilitas

Di uzu no michi ini disediakan fasilitas seperti teropong jarak jauh (seperti yang ada di Tugu Monas, Jakarta), GRATIS! Lalu juga ada papan bergambar anime lucu yang bagian kepalanya dilobangi, apalagi kalau bukan sarana buat bereksis-ria pastinya, GRATIS!

Akses

Akses dari Tokushima Station (徳島駅) dengan menggunakan bus no. 27 di 1番のりば (halte no.1), di loket A (halte pertama di seberang 7eleven yang berada di samping Daiwa Hotel). Lama perjalanan sekitar satu setengah jam dengan bajet ¥720. Kemudian, turun di halte Naruto Park (鳴門公園).

Dari halte Naruto Park, bisa diakses dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dengan mendaki anak tangga yang ada disebelah toko omiyage. Sementara, dari pelabuhan mini tempat menaiki fune (kapal) yang digunakan untuk berinteraksi dengan si uzu, bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 30 menit. Menurut informasi dari beberapa sumber, jika tidak memiliki kendaraan, bisa menggunakan jasa taxi dengan menempuh waktu sekitar 15 menit.

Tiket (Insert)

  • Perorangan:
    • Umum ¥510
    • Pelajar (usia 13-18 th) ¥410
    • Anak-anak (6-12 th) ¥250
  • Grup (20 orang atau lebih)
    • Umum ¥410
    • Pelajar (13-18 th) ¥320
    • Anak-anak (6-12 th) ¥200

Waktu

Uzu-no-Michi buka pukul 09.00-18.00 (waktu se tempat). Pada 1 oktober hingga akhir februari, di musim dinginnya jepang, buka pukul 09.00-17.00. Dengan catatan, masih bisa masuk 30 menit sebelum tutup. Tempat ini libur pada hari senin kedua di bulan maret, juni, september dan desember. Selain itu, di hari golden week (3-5 May) atau hari libur musim panas (natsu yasumi), buka dari pukul 08.00-19.00.

Kuliner & Omiyage

Sekitar 5 menit berjalan kaki dari lokasi, ada warung aneka kuliner dan oleh-oleh. Salah satunya udon dengan harga berkisar ¥500. Dibagian belakang sebelah luar warung ini, tampak pemandangan lepas Jembatan Onaruto. Disini juga tersedia teropong jarak jauh berbayar.

Selain ini, sekitar 2 meter dari halte Naruto Park (鳴門公園) juga ada sebuah toko omiyage  yang juga menyediakan udon dengan harga yang cukup variatif. Tidak hanya itu, disini juga menyediakan tiket kapal (船) seharga ¥1.550/orang.

Pusat omiyage terbesar berada di seberang tempat parkir, bisa diakses dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dengan menaiki anak tangga dari halte Naruto Park. Disini tersedia aneka makanan khas Tokushima yang didominasi oleh imo (ubi berkulit ungu dengan isi putih kuning, hasil pertanian utama di Tokushima), seperti manju (kue mirip dorayaki, kue-nya  kartun doraemon, tapi dalam versi mini), osato (gula dengan pengolahan tradisional), dll.

Gallery

Kamus (Dictionary)

  • 辞書 /jisho/ = Kamus (dictionary)
  • 渦の道 /Uzu-no-Michi/ = Onaruto Bridge Floating Prominade
  • 渦 /uzu/ = Pusaran air (Whirlpools)
  • Observation room = Ruang observasi
  • 船 /fune/ = Kapal (Ship)
  • 夏休み /natsu yasumi/ = Libur musim panas (Summer holidays)
  • 冬 /fuyu/ = Musim dingin (Winter)
  • 乗り場 /noriba/ = Halte, tempat pemberhentian/penantian bus
  • 鳴門公園 /naruto kouen/ = Taman Naruto (Naruto Park)
  • アニメ /anime/ = Cartoon /kartun/
  • うどん /udon/ = Udong, mie gepeng dan lebar khas jepang
  • お鳴門橋 /onarutohashi/ = Jembatan Onaruto (Onaruto Bridge)
  • Insert = Masuk (biasanya berhubungan dengan admission)
  • Golden week = Hari libur berturut-turut di Jepang pada tanggal 3-5 May setiap tahun
  • Admission = Pendaftaran (biasanya bergubungan dengan pembelian tiket)
  • おみやげ /omiyage/ = Oleh-oleh