Category Archives: Fauna

Berlibur ke Penangkaran Rusa di Cariu

Menurut seorang penjaga, penangkaran rusa di Cariu a.k.a Wisata Taman Rusa Tanjung Sari ini sudah ada sejak tahun 2006, namun baru dibuka untuk wisata sekitar tahun 2014.

Hari ini, Sabtu siang tanggal 28 Desember 2019, rusa yang terlihat hanya ada 5 ekor, 1 ekor rusa tutul dan 4 ekor rusa timor. Kemana rusa lainnya? Pengunjung juga tampak tak banyak, kenapa ya?

Ternyata, berdasarkan informasi dari warga setempat, rusa ini sebetulnya banyak, mencapai 200 ekor. Tapi beberapa diantaranya ada yang dikirim ke daerah lain (mungkin untuk mengisi kebun binatang atau penangkaran lainnya); ada juga yang kembali ke hutan dengan melewati pagar pembatas yang ada diantara padang rumput dengan hutan, biasanya mereka akan kembali ke padang rumput di waktu tertentu (pagi atau sore) untuk mencari makan.

Ada waktunya pengunjung yang datang akan sangat ramai dan ada waktunya seperti sekarang, sepi.. Biasanya di akhir tahun atau libur besar, tempat ini cukup diminati.

Pengunjung diperbolehkan untuk memberi makan dan berinteraksi langsung dengan para rusa, tentunya dengan pengawasan dari penjaga. Pengunjung bisa membeli makanan berupa ubi rambat yang sudah di potong-potong memanjang seharga Rp 10.000,- di jalan menuju padang rumput ataupun di pondokan yang ada di dalam area padang rumput.

Rusa Tutul

Rusa dengan nama latin Axis Axis ini menjadi favorit dari sebagian besar pengunjung yang datang, karena bentuknya nan indah. Bulunya halus berwarna coklat sawo matang dan bermotif tutul putih.

Habitatnya di padang rumput, semak, dan batas hutan yang memiliki sumber air minum. Rusa ini bukanlah jenis rusa asli Indonesia, melainkan dari Sri Langka, Nepal, Bangladesh dan India.

Karena rusa tutul adalah herbivora, biasanya memakan rumput, daun, bunga dan biji-bijian tertentu.

Rusa ini hidup berkelompok, biasanya sekitar 2-6 ekor. Karena tergolong mamalia, rusa ini berkembang biak dengan beranak.

Rusa Timor

Rusa dengan nama latin cervus timorensis ini adalah penghuni terbanyak di penangkaran cariu. Rusa timor adalah salah satu spesies rusa endemik di Indonesia selain Rusa Sambar (Cervus Unicolor), Rusa Bawean (Axis Kuhlii) dan Muncak (Muntiacus Muntjak).

Rusa timor dikenal juga dengan nama Rusa Jawa, Javan Rusa, Javan Deer dan Timor Deer. Rusa asli jawa dan bali ini menjadi fauna identitas daerah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rusa ini memiliki bulu coklat abu-abu hingga coklat tua kemerahan, rusa jantan memiliki warna lebih gelap. Warna di bagian perutnya lebih terang dari bagian punggungnya. Rusa jantan memiliki tanduk bercabang tiga dengan ujung yang runcing dan kasar.

Habitatnya di savana dan vegetasi hutan. Sama seperti rusa tutul, hewan herbivora inipun juga memamah biak, berkembang biak dengan beranak; dan juga hidup berkelompok.

Tiket

Tempat pembelian tiket berupa pondok mungil yang ada di depan tempat parkir.

  • Tiket parkir mobil Rp 10.000,-
  • Tiket parkir motor Rp 5.000,-
  • Tiket masuk anak-anak dibawah 3 tahun: GRATIS!
  • Tiket masuk anak-anak 3 tahun keatas Rp 20.000,-
  • Tiket masuk dewasa Rp 20.000,-

Akses

Akses ke lokasi masih belum praktis, baru bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi. Perjalanan dari Jakarta (Timur) melewati Jonggol memakan waktu sekitar 2,5-3 jam dengan mobil.

Gerbang destinasi ini ada 2, sayangnya untuk akhir tahun 2019 ini akses ke lokasi dari gerbangnya tergolong rumit. Gerbang yang ada plang Taman Rusa Tanjung Sari memiliki turunan curam; jalan kecil berkerikil kasar ini ideal untuk 1 mobil, pastikan untuk turun perlahan dengan hati-hati. Gerbang lainnya sedikit lebih baik, hanya saja melalui tanah liat yang rawan longsor, perlu jeli dipertigaan, karena bisa saja ada mobil lain dari arah bawah yang kurang terlihat.

Dari tempat parkir, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 100 meter melewati jembatan bambu. Selain itu, pengunjung perlu memperhatikan peraturan yang ada, yaitu: maksimal penyeberang adalah 5 orang; tidak diperkenankan selfie saat melintas di jembatan

Fasilitas

Penangkaran ini dilengkapi dengan fasilitas parkir kendaraan, toilet, mading (papan informasi), mushalla bagi yg muslim, dan sepertinya ada cottage juga. Selain itu, juga ada arena bermain anak-anak dan area selfie di bagian bawah padang rumput atau di dekat sungai.

Fasilitas lainnya ada kolam renang berbayar. Dengan merogoh kocek Rp 10.000,- bisa menikmati wahana mandi-mandi ini. Lokasinya dekat dengan jembatan penyeberangan, hanya dibatasi pagar saja.

Bagi yang mau berbelanja, di luar area padang rumput banyak jajanan lokal dan instan yang dikelola oleh warga setempat.

Catatan

  • Pada musim hujan, jalanan agak licin, harap berhati-hati.
  • Demi menjaga kesehatan, jangan lupa membawa hand sanitizer dan cuci tangan setelah berinteraksi dengan rusa atau sebelum menyentuh makanan.
  • Ketika pengunjung datang, biasanya rusa mendekat, apalagi jika membawa tentengan atau tas, karena dikira membawa makanan. Pengunjung harap berhati-hati; biar aman, simpan makanan dan keluarkan sedikit demi sedikit.
  • Jangan mengganggu satwa yang lagi istirahat.

Gallery

Referensi

  • Wawancara dengan seorang penjaga dan seorang penduduk lokal.
  • Mading yang ada di penangkaran.

Okawara Kogen

Okawara Kogen adalah dataran tinggi di Tokushima dengan ketinggian 1.000 meter lebih. Terletak di wilayah Sanagochi, Distrik Myodo.

Nuansa alam dan modern yang menjadi andalan wisata jepang masih kental, terlihat dari perpaduan antara dataran tinggi hijau yang diwarnai oleh bunga jenis hydrangea (ajisai) dan 15 pancang kipas angin raksasa (turbin angin) yang menakjubkan. Turbin angin ini digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga angin (di Indonesia dikenal dengan PLTB).

Rekomendasi Waktu

Waktu yang tepat untuk melihat keelokan ini adalah diawal bulan juli, karena pada waktu inilah bunga hydrangea yang didominasi oleh warna biru dan ungu bermekaran.

Akses

Akses ke lokasi yang paling efektif adalah dengan mobil pribadi. Dari Tokushima Station memakan waktu sekitar 1 jam. Bagi yang hobi bersepeda bisa ditempuh sekitar 3-4 jam.

Untuk transportasi umum sangat tidak efisien. Dilansir dari beberapa informasi, dari Tokushima Station ke 中辺停留所 dengan Tokushima Bus (Sanagochi-sen) butuh waktu 3 jam. Lalu, naik taxi sekitar 30 menit hingga lokasi.

Fasilitas & Tempat Nongkrong

Dipertengahan jalan menuju puncak, terdapat TOILET jepang versi jadul. Seterusnya ada bangunan unik bertuliskan 大川原高原ヒルトップハウス yang terlihat seperti tempat penelitian dan rumah kayu berlabel 大川原高原ログハウス yang lebih mirip homestay.

Di pintu masuk gedung 大川原高原ヒルトップハウス ada mise yang menjual kopi, ocha dan lainnya. Di depan mise ada boneka besar menyerupai orang yang masing-masingnya berkalungkan selebaran pengumuman.

Diketinggian sekitar 900 meter ada lapangan luas tempat parkir mobil. Duduk di pinggiran parkiran bisa menikmati hamparan alam luas dan lukisan nyata dari jejeran bukit barisan nan apik. Angin sembriwing perbukitan membuat suasana semakin nyaman.

Bahkan, dari pinggiran parkir yang menghadap jalan ini, dengan melayangkan pandangan ke sisi kiri (area puncak), bisa terlihat sekawanan sapi hitam sedang mencacah rumput atau sekedar bersantai-ria.

Masih di area parkiran, ada mise (warung/cafe) yang menjual es krim yang ada wafelnya. Disini bisa minta air mineral, gratis! Air ini bisa dituang sendiri dari teko yang disediakan pemilik ke gelas bekas es krim masing-masing.

Di depan mise disediakan meja dan bangku yang telah diset seperti di cafe, ini menjadi salah satu tempat nongkrong andalan bagi para pelancong.

Masih satu bangunan dengan mise, disampingnya ada kedai ocha, ruangan yang bertuliskan 大川原高原総合案内所, dan toilet.

Di ruang yang berlabel 大川原高原総合案内 meskipun terlihat biasa dari luar, ternyata jika dibahasaindonesiakan berarti kantor informasi umum Okawara Kogen yang didalamnya lebih terlihat seperti museum mini. Pengunjung boleh melihat-lihat.

Untuk toilet, berbeda dengan toilet sebelumnya, bentuk dan disain toilet disini lebih umum.

Puncak Okawara Kogen

Ketakjuban tak terhenti sampai ketinggian 900 meter saja, jika masih sanggup, pengunjung masih bisa berjalan kaki mendaki jalan beraspal hingga puncak, karena tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan (jalan dipalang).

Di puncak ini, kita bisa berdiri tepat di bawah kincir angin. Dan, tentunya menyaksikan sekawanan sapi yang sudah terlihat dari kejauhan tadi.

Catatan

  • Di beberapa area tersedia bangku taman atau pondokan untuk melepas penat. Hanya saja, bagi pengunjung hati-hati dengan serangga yang mulai berdatangan di musim panas, terutama nyamuk.
  • Mesin penjualan otomatis untuk minuman tidak ditemukan disepanjang jalan menuju puncak, jadi buat pengunjung jangan lupa membawa persediaan minum, apalagi di musim panas.
  • Buat para muslim yang hendak melakukan shalat di lokasi, bisa dikondisikan dimana saja di area yang bersih.

Gallery

Kamus

  • 大川原高原 /ookawara kougen/ Okawara Kogen
  • 佐那河内 /sanagouchi/ Sanagochi
  • アジサイ/ajisai/ Bunga Hydrangea (sepertinya di Indonesia mirip dengan bunga Janda Kembang)
  • 大川原高原ヒルトップハウス | Okawara Kogen Hill Top House
  • 大川原高原ログハウス | Okawara Kogen Log House | Rumah Kayu Okawara Kogen
  • 中辺停留所 /chuuhen teiryuujo/ Middle Side Station
  • PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) = Singkatan yang ada di Indonesia untuk pembangkit listrik yang memanfaatkan tenaga angin.
  • 自動販売機 /jidouhanbaiki/ = Mesin Penjualan Otomatis.
  • 徳島駅 /tokushima eki/ = Tokushima Station (Stasiun Tokushima).
  • 店 /mise/ Warung/kedai.
  • トイレ /toire/| お手洗い/otearai/ = TOILET.
  • 佐那河内線 /sanagouchi-sen/ Jalur Sanagochi.
  • 徳島バス /tokushima basu/ Tokushima Bus.
  • タクシー /takushi/ Taxi.
🏷 Trip with Etikuchan, Hanif & Otousan (12/07/2018)

Melancong ke Kota Panda

Berbicara tentang pariwisata di Jepang, masing-masing daerah menawarkan maskotnya masing-masing; salah satunya di Shirahama yang merupakan bagian dari Perfektur Wakayama dan terkenal dengan objek wisata panda-nya. Maskot tersebut tidak hanya ditemukan pada icon panda di Shirahama Station yang bertuliskan Panda Town Shirahama, tetapi juga diberbagai objek mulai dari dekorasi tempat hingga transportasi, makanan, souvenir, dsb.

Akses

Transportasi yang digunakan adalah JR, kereta cepat dan bus. Akses ke lokasi terbilang cukup rumit, karena kebun binatang yang sekaligus arena bermain Wakayama Adventure World ini terletak jauh dari jantung kota, memakan waktu sekitar 4 jam (tergantung dari pemilihan kendaraan).

Dari Wakayama Station ke Shirahama Station, bisa menggunakan JR ataupun kereta cepat. Masing-masing memiliki keunggulan sesuai prioritas pelancong. Akses via JR boleh dibilang cukup ekonomis, namun boros di waktu. Sedangkan, via kereta cepat (diskedul ditulis berwarna merah) harganya lebih mahal, tapi dari segi waktu pastinya lebih unggul.

Sementara, dari Shirahama Station ke Wakayama Adventure World itu sendiri menaiki Wakayama Bus tiket pp ¥600 (@¥300). Tiket ini bisa dibeli di loket bus, sebelah kiri dari pintu keluar stasiun. Lama perjalanan sekitar 30 menit.

Akses diatas berdasarkan journey Jejak Langkah O “Ekspedisi Panda” pada 24 Februari 2018.

Tiket Wakayama Adventure World

Tiket masuk bisa dibeli langsung di loket bus Shirahama Station atau di pintu masuk Wakayama Adventure World.

Harga tiket reguler (untuk lebih rinci bisa dilihat di leaflet atau website):

  • Dewasa (18th keatas)  ¥4.500
  • Lansia (65th keatas) ¥4.000
  • Remaja (12 s/d 17th)  ¥3.500
  • Anak-anak (4 s/d 11 th) ¥300

Fasilitas

Sama seperti kebun binatang pada umumnya; selain panda yang menjadi primadona, di Wakayama Adventure World juga ditemukan hewan lainnya, misalnya pinguin, kuda, elang, badak, unta, lumba-lumba, bangau pink, dll.

Untuk berkeliling di area boleh dibilang sangat mudah, tinggal mengikuti petunjuk sesuai map yang ada di leaflet informasi. Berbagai fasilitas yang tersediapun bisa dengan mudah ditemukan sesuai leaflet, karena map yang ada didalamnya sudah didesain dengan sangat menarik disertai gambar-gambar atau icon tujuan dengan cukup rinci.

Fasilitas yang tersedia cukup lengkap. Diantaranya, resto & cafe (bento, es krim, tempura, popcorn), supermarket, wahana permainan (gondola, roller coaster, dll.) dan toko souvenir. Semua didesain panda!

Yang menarik, diwaktu tertentu (bisa dilihat di kalender via leaflet atau website) ada atraksi menarik yang bisa disaksikan oleh para pelancong.

Catatan

  • Hal yang penting sewaktu melancong ke Wakayama Adventure World  ini adalah leaflet, karena didalamnya banyak informasi yang dibutuhkan dan dijelaskan secara rinci. Boleh dibilang tour guide manual, andalan para pelancong yang sangat membantu. Buat yang memiliki akses internet, bisa searching di http://aws-s.com
  • Sebaiknya membeli kartu khusus kereta, seperti ICOCA, SUICA, dll. Jadi tidak perlu berkali-kali membeli tiket secara manual, tinggal charge sejumlah uang sesuai kebutuhan di mesin otomatis.
  • ATM JP di Shirahama Station ada di seberang jalan yang searah dengan loket bus agak ke kiri.

Kamus

  • フェリー /ferii/ = Ferry (Kapal Feri)
  • 和歌山フェリー南海 = Wakayama Ferry Nankai
  • Ferry = Kapal feri
  • 和歌山港駅 /Wakayamakoeeki/ = Wakayamako Station (Stasiun Wakayama)
  • 和歌山港駅バス乗り場 /Wakayamakoe eki basu noriba/ = Halte Bus Wakayamako Station (Halte Bus Stasiun Wakayamako)
  • 和歌山駅 /Wakayama eki/ (Wakayama Station)
  • 乗り場 /Noriba/ = Tempat naik/halte
  • 2 way = Pulang-pergi
  • Leaflet = Selebaran yang berisi informasi tertentu

Related Link

Gallery

https://youtu.be/h4UMf7rhooM

Toiyamachi ‘Pasar Minggu-nya Tokushima’

Gallery

Art Aquarium (アートアクアリウム)

Event ini diadakan dalam rangka HUT (Hari Ulang Tahun) Art Aquarium yang ke-10. Sebuah maha karya yang luar biasa ini diprakarsai oleh seorang seniman Jepang bernama Hidetomo Kimura. Beliau orang pertama yang mampu mengombinasikan seni, design dan interior ke dalam dunia kerjanya (akuarium) melalui pengalaman yang kaya dan pengetahuan tekhnologi tinggi.

Memasuki ruangan pertama, dalam nuansa nan eksotis, aneka ikan ditempatkan di dalam akuarium dengan aneka desain. Tidak hanya itu, selain keindahan berbagai ikan hias juga disuguhkan ornamen-ornamen unik yang sangat tepat. Salah satu akuarium yang paling menarik disini adalah akuarium berbentuk globe (ada peta Indonesia juga) yang setengah bagiannya dibuat buram (blur).

Lanjut ke ruang selanjutnya, berjalan menelusuri lorong dengan lebar sekitar 1 meteran. Disini tidak kalah menakjubkan! Di tengah-tengah jalan dibuat akuarium mini dengan ikan-ikan hias unik dan juga ornamen yang sangat menarik. Kemudian, di lorong berikutnya, disisi dinding kanan dan kiri dirancang dengan sangat apik akuarium dinding.

Diruang kedua, akuarium yang paling menarik ada 2, bentuk piramid dan beberapa segi. Dalam akuarium piramid, terdapat beberapa bulatan kaca yang menonjol. Jika dilihat sekilas akan tampak buram, tapi jika dilihat melalui bulatan kaca, akan terlihat sangat jelas dan ikan yang paling disorot adalah nemo.

Beranjak ke ruang utama, mata pengunjung dimanjakan dengan segala kombinasi nan megah. Ada beberapa akuarium disusun beberapa tingkat dan diatasnya bergelantung tirai lampu nan indah. Sementara di sisi yang berbeda, terdapat jenjang dengan berbagai jenis akuarium. Pada bagian puncaknya berdiri akuarium raksasa yang paling menakjubkan diantara akuarium lainnya. Sementara di bagian atas dindingnya, disusun dengan sangat rapi lampion-lampion bergambarkan lukisan ikan. Musik yang disuguhkan juga sangat pas dengan tata lampu.

Di bagian pintu keluar, berbagai cenderamata bisa dibeli sebagai omiyage (oleh-oleh). Harga mulai dari ¥200-an. Jenisnya variatif, seperti: boneka, mainan hp, kipas, dll.

Art Aquarium diselenggarakan sejak tanggal 6 Juli hingga 5 September nanti di lantai dasar Dojima River Forum, Fukushima, Fukushima-ku, Osaka. Biaya tiket pelajar SMP hingga dewasa ¥1.000, anak-anak umur 4 tahun hingga SD ¥600, dan gratis untuk anak-anak berusia 3 tahun ke bawah.

Art Aquarium buka dari Minggu-Jum’at, pukul 11.00-21.00 dengan jam masuk terakhir pukul 20.30 (waktu Osaka). Pada hari tertentu, seperti: 17 Juli (Minggu), 11-14 Agustus (Kamis-Sabtu), buka dari pukul 11.00-23.00 dengan jam masuk terakhir pukul 22.30 (waktu Osaka).

Antrian pembelian tiket ataupun masuk akan sangat ramai pada akhir pekan. Namun, strategi dari penyelenggara sudah sangat terkoordinir. Jadi, bila pengunjung mengalami overload, tetap bisa masuk dengan pembagian jam masuk selang 15 menit per sekian kapasitas.

Akses ke lokasi sangat praktis dengan menggunakan chikatetsu (kereta api bawah tanah). Pada akhir pekan dan hari libur nasional Jepang, lebih irit dengan membeli one day pass seharga ¥600 (enam ratus yen, atau jika dirupiahkan sekitar Rp 60.000,-) via mesin otomatis.

Dengan Subway Midosuji Line turun di Stasiun Daikokucho (M21). Kemudian, transit ke Yotsubashi Line, Stasiun Daidokucho (Y16). Turun di Stasiun keempat, yaitu Stasiun Higobashi (Y12). Dari stasiun berjalan ke arah kanan melewati 2 jembatan, belok ke kiri menyusuri sungai Dojimagawa. Jarak yang ditempuh sekitar 1.1 km, gedung dengan tulisan Dojima River Forum dibagian atas atapnya terletak di sisi kanan jalan.

Gallery

Recommended

Referensi

  • Pamflet Art Aquarium dari KKC, 27 Agustus 2016.
  • Berbagai media dari event Art Aquarium.

Lain-lain

  • Dokumentasi diambil dari koleksi foto Maria san.

Osaka Museum Of Natural History

Museum ini terletak di dalam area Nagai Botanical Park. Biaya masuk ¥100, gratis hanya dengan menunjukkan karcis jika telah membayar sepaket dengan tiket Nagai Botanical Park.

Wisata yang satu ini kaya akan ilmu pengetahuan, seperti tumbuh kembang tanaman mulai dari kecambah hingga berdaun, macam-macam tanaman dari berbagai negara (bahkan jengkol-pun ada), aneka serangga (ada beberapa karung kerangka kosong serangga musim panas ditulis berdasarkan waktu), kerangka manusia hingga hewan, binatang yang diawetkan, dll. Semua disajikan lengkap dengan penjelasan yang sangat detail. Namun, hanya tersedia dalam bahasa jepang, inggris dan latin.

Gudang ilmu ini didesain dengan sangat unik. Mayoritas yang berkunjung adalah anak-anak usia sekolah. Berbagai fasilitas pendukungpun tersedia, seperti permainan yang dirancang dengan sangat menarik. Metode belajar yang diberikanpun cukup variatif, bisa melihat langsung, membaca, menonton video, atau melalui permainan.

Gallery

Osaka Museum Of Natural History

Nagai Park (長居公園)

Nagai Park (Taman Nagai) merupakan taman yang sangat luas yang berlokasi di wilayah Sumiyoshi bagian timur (Higashisumiyoshi-ku), Kota Osaka. Akses ke lokasi bisa menggunakan chikatetsu (Kereta Api bawah tanah) Midosuji Line dengan tujuan ke Stasiun Nagai (M26) deguchi (pintu keluar atau gate) 3.

Taman ini juga dijuluki sebagai “Taman 4 Musim”, karena didalamnya terdapat aneka tumbuhan yang bisa ditemukan dalam 4 musim di Jepang, yaitu musim panas (夏), musim gugur (秋), musim dingin (冬) dan musim semi (春). Selain itu, di dalam kawasan ini juga terdapat wisata lainnya, seperti:

Di area taman, dapat ditemukan cukup banyak bangku untuk bersantai. Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa berinteraksi langsung dengan burung-burung merpati jinak yang berkeliaran di setiap sudut taman.

Berbagai jidouhanbaiki (mesin penjualan minum otomatis) dapat ditemukan di beberapa titik lokasi tertentu. Taman bermain anak-anakpun juga tersedia. Siapapun bebas bermain di taman ini secara gratis.

Gallery: Nagai Park

Taman Wisata Nara (Cagar Alam Rusa)

Taman Wisata Nara (Nara Park) lebih terkenal sebagai Cagar Alam Rusa, karena hampir 1.200 (seribu dua ratus) rusa jinak berkeliaran bebas disini. Selain itu, disekitar taman ini juga banyak terdapat peninggalan sejarah Nara (KKC, 2016).

Akses ke lokasi sangat praktis dengan menggunakan kereta api. Dari Subway-Stasiun Abiko, menaiki chikatetsu (kereta api bawah tanah) hingga Subway-Stasiun Namba, bajet ¥280 dengan 16 menit perjalanan. Setelah itu, transit ke Kintetsu-Stasiun Nara, tiket ¥560. Lama perjalanan sekitar 38 menit.

Dari Stasiun Nara, cukup berjalan kaki sekitar 5 menit. Di sepanjang jalan pengunjung bisa berinteraksi dengan banyak rusa. Dan, pengunjung juga diperbolehkan memberi makanan. Di sisi jalan terdapat beberapa pedagang yang menjual makanan khusus untuk si rusa. Makanan yang lebih tepatnya disebut kue kering itu dijual seharga ¥150.

Disamping taman, di jalan menuju ke Kuil Todaiji, berjejer aneka food court. Uniknya, juga terdapat becak antik di pinggir jalan area taman.

Sebagian informasi didapat dari panduan wisata praktis dari KKC (Kansai Kenshu Center).

Gallery

Terapi Ikan Gurra Fura

Mungkin belum banyak yang mengenal ikan garra fura, bukan? Nah, ikan asal Turki ini mirip anak ikan lele, cuma warnanya lebih cerah dan ukuran yang paling besar hanya beberapa cm (centimeter) dari yang kecil.

Ikan ini memiliki efek terapi melalui sistem persyarafan. Gigitannya seperti gelombang vibra yang dapat melancarkan peredaran darah, mengobati asam urat, mengurangi tekanan darah tinggi, menghilangkan stres, menyembuhkan kesemutan pada kaki dan susah tidur. Tak hanya itu, gigitannya mampu mengikis toksin atau endapan toksin yang berada di telapak kaki jika dilakukan secara rutin 4x dalam seminggu. Sensasi relaksasi alaminya akan mestimulasi titik akupuntur sehingga membuat rasa nyaman dan rileks. Selain itu, ikan ini juga dapat menyembuhkan penyakit kulit dengan memakan sel-sel kulit mati atau kering, merangsang pertumbuhan sel kulit baru dan menghaluskan kulit.

Bagi yang tertarik memiliki ikan terapis ini sudah bisa memesannya di Indonesia, karena mulai dibiakkan di daerah Bogor. Kabarnya, minggu depan akan naik menjadi Rp 10.000,-/ekor, setengah harga dari minggu ini (Rp 5.000,-). Bahkan, Dunia Aquarium-pun berencana menambah koleksinya, karena saat ini ikan garra fura meraih banyak peminat.

Nah, pemilik aquarium mulai mengeluarkan kebijakan: Tidak boleh memasukkan tangan ke dalam aquarium. Kenapa begitu?? Ini ada latar belakangnya. Sebelumnya, pengunjung yang mulai banyak berdatangan, terutama anak-anak, dibiarkan leluasa berekspresi sesukanya, termasuk memasuk-masukkan tangan ke aquarium; namun, ternyata, ikan-ikan yang notabennya steril (bahkan air yang digunakanpun adalah air galon) ini mulai banyak yang mati, karena terkontaminasi oleh banyak kuman yang diserapnya. Ini membuat pemilik menyiasati cara melalui prosedur pengunjung.

Prosedur tersebut berawal dari ketika kita memasuki Dunia Aquarium, kita diminta mencuci kaki terlebih dahulu, tersedia air di depan pintu masuk. Lalu, kaki di lap dengan handuk yang telah disediakan. Kemudian, baru disilahkan menuju kolam yang terbuat dari kaca dan diberi bangku tanpa sandaran yang saling berhadapan. Disana terlihat banyak ikan garra fura bermain kian kemari, desain kolam ini sangat mirip dengan aquarium yang biasa dipajang di rumah-rumah, hanya saja ukurannya seperti kolam. Selanjutnya, masukkan kaki ke kolam dan nikmati efek terapinya selama 20 menit 😉 Enak banget… awalnya memang sedikit geli tapi lama kelamaan mulai terbiasa dan rasanya nyaman..

Di kota-kota besar, terapi ini dilakukan pada seluruh tubuh dengan sebelumnya pengunjung diminta mandi terlebih dahulu. Namun, karena keterbatasan fasilitas, Dunia Aquarium memilih hanya kaki saja yang bisa diterapi; berhubung di kaki, terutama telapak kaki, memiliki sistem persyarafan yang kompleks.

Seluruh informasi ini didapat dari Dunia Aquarium Bukittinggi. Berminat?! Silahkan berkunjung… 😉

Ikan Gadang Di Kapalo Hilalang

Kapalo Hilalang terletak di Nagari Koto Hilalang, 2×11 Lingkuang, Kayu Tanam, Kab. Padang Pariaman. Tiket masuk Rp 2.000,-/ orang, bebas parkir. Dari Padang ke Bukittinggi, lokasi ini berada di sisi kiri. Dari jalan raya membutuhan waktu + 10 menit dengan jarak tempuh + 500 meter (menggunakan motor). Aksesnya cukup lancar dan bagi yang tidak mempunyai kendaraan bisa memanfaatkan jasa ojek dengan bajet sekitar Rp 5.000,-.

Disini terdapat kolam-kolam peternakan ikan yang terbuka untuk umum. Kolam yang menjadi favorit pengunjung adalah kolam besar yang menjadi tempat ikan-ikan dengan ukuran besar. Menurut penjaga, ikan besar (bahasa Minangnya Ikan Gadang) ini adalah keturunan dari ikan-ikan Amerika yang dulunya berjumlah 5 ekor, namun sekarang hanya tinggal 2 ekor. Bentuknya mirip ikan lele tanpa kumis. Uniknya, ikan-ikan ini diberi nama juga, lho… namanya ARA PRIMA!! Penjaga akan menepuk-nepuk dinding kolam sembari meneriakkan nama ini untuk memanggil siikan yang kemudian dengan patuhnya akan muncul ke permukaan 🙂 Bapak penjaga memberi mereka makan dengan ikan-ikan kecil, namun mereka tidak akan memakan ikan-ikan lain yang mati di kolam tersebut (ini nih bedanya dengan ikan lele..).

Ikannya tampak sedikit kurang jelas karena airnya agak keruh.

Referensi

Informasi verbal dan dokumentasi didapat dari Geni pada 30 Agustus 2015 di Padang.

“RAHMAT” INTERNATIONAL WILDLIFE MUSEUM & GALLERY

Disini terdapat 5.000 koleksi binatang, mulai dari binatang langka hingga yang kita temukan sehari-hari; ada harimau putih, kucing emas, hingga nyamuk! Tidak hanya itu, di tempat ini juga tersimpan aneka penghargaan, foto-foto, dan aneka koleksi lainnya dari seorang Rahmat Shah (pemilik museum & gallery ini, juga orang tua laki-laki dari artist cantik Raline Shah).
Insert masuk untuk dewasa Rp 32.000,-. Ini sudah termasuk Night Safari Pass, gambaran hutan di malam hari lengkap dengan efek suara; kita bakal masuk ke sebuah ruangan yang dibuat menyerupai goa, di awal masuk ada suara-suara binatang buas menggaung ke seluruh ruangan, di dalamnya terdapat banyak satwa. Museum & Gallery ini buka pada hari Selasa s/d Minggu, pukul 09.00-17.00 WIB.

Nah, lho… Ini hanya sebagian kecil dari koleksi yang ada disini. Tidak hanya sekedar tempat rekreasi, menurut saya, disini juga ladang ilmu.. Ini semakin meyakinkan ketika Dewi (yang ngajakin saya kesini) mengatakan bahwa rata-rata pengunjung tempat ini adalah anak sekolahan 🙂

Sungai Janiah

Sungai Janiah.. sebuah nama tempat yang cukup familiar dengan keelokan tempat wisatanya dan juga cerita rakyatnya. Terletak di Kec. Baso, melalui jalur Bukittinggi-Payakumbuh (belok ke kiri), sekitar setengah jam dari Terminal Aur Kuning dan 15 menit dari simpang plang Kolam Ikan Sakti (dengan kendaraan bermotor). Sementara untuk menuju ke kolam, kita melewati gerbang mesjid (masuk kawasan mesjid), tepat di belakang mesjid. Insert masuk untuk dewasa Rp 3.000,- dan anak-anak Rp 2.000,-. Parkir kendaraan (motor) Rp 2.000,-.
Disini terkenal dengan legenda ikan sakti dengan ukuran besar yang konon hanya muncul sekali dalam setahun (saat lebaran Idul Adha). Ini berdasarkan kisah turun-temurun tentang sepasang saudara “Buyung & Upik” yang tak mengindahkan nasihat ibunya yang pada akhirnya berbuah penyesalan.
Di kolam ini terdapat banyak jenis ikan dengan beragam ukuran. Pengunjung diperbolehkan memberikan ikan makanan berupa pensi mentah, atau lainnya.
Jajanan favorit disini adalah kerupuk kuah, kerupuk ubi yang dibubuhi kuah sate, kadang ada yang ditambahkan mie hun goreng. Selain itu juga ada pensi (yang telah ditumis), makanan ringan, dll.
Bagi petualang yang ingin memacu adrenalin, tentunya punya keberanian dan keahlian panjat tebing, bisa menikmatinya disini. Tak jauh dari kolam, berdiri kokoh tebing yang tidak terlalu curam dan biasa dimanfaatkan oleh para pemanjat tebing yang tak ingin melewatkan indahnya view Baso dari ketinggian.

Referensi

Geni via interview pada 10 Agustus 2015.

Olha Chayo