Category Archives: Air Terjun (Waterfall)

Kebun Herbal Kobe

Selain Kobe Harborland, ada sebuah paket wisata komplit lainnya yang sangat menarik di Kobe, namanya Nunobiki Herb Gardens & Ropeway. Disini banyak sekali jenis tumbuhan herbal dari berbagai spesies.

Nunobiki Herb Gardens & Ropeway

Pastinya, ini bakal menjadi salah satu tempat liburan yang seru bagi para pelancong.

Tiket Masuk

Pembelian tiket masuk ada di lantai 4 gedung Herb Garden Bottom Station. Naik dari lantai 1 dengan menggunakan lift.

Harga tiket variatif tergantung pilihan pengunjung. Untuk round tickets bajetnya ¥1.500/orang. Dengan tiket ini, bisa naik ropeway pulang-pergi, masuk Rose Symphony Garden, Glass House, dan semua tempat wisata yang ada di dalam kawasan Nunobiki Herb Gardens.

Ropeway (Kereta Gantung)

Taman ataupun puncak diakses dengan ropeway yang memiliki 3 stasiun, yaitu: stasiun terbawah, stasiun tengah dan stasiun teratas.

Setelah membeli tiket, ikuti alur antri, perlihatkan tiket pada petugas untuk distempel, naik kereta gantung sesuai arahan petugas.

Hampir semua dinding ropeway terbuat dari kaca. Dan, saking panjang rutenya, bagi yang pertama kali naik kereta gantung mungkin akan sedikit gamang, tapi bakal berasa biasa saja kalau keretanya sudah jalan. Sebaiknya pilih tempat duduk yang searah dengan alur kereta.

Perjalanan hingga stasiun tengah menawarkan panorama kota kobe nan indah. Tempat duduk yang pas adalah berlawanan arah dengan alur kereta.

Melongok dari kaca sebelah kanan kereta terlihat dengan jelas Nunobiki Waterfall yang mempesona. Kabarnya air terjun ini salah satu dari 100 air terjun terbaik di jepang.

Begitu juga dengan sebelah kiri, ada bendungan air! Namanya Nunobiki Gohonmatsu Dam. Dari kejauhan bendungan tersebut lebih terlihat bak kaca. Bendungan dan air terjun ini digadang-gadang sebagai kualitas terbaik air Kobe.

Di stasiun tengah, jika tidak berhenti, kita tetap duduk di kereta. Hanya saja, petugas akan melakukan pengecekan. Kemudian, kereta melanjutkan rutenya hingga stasiun teratas.

Di stasiun teratas, tunggu aba-aba dari petugas baru keluar. Perlihatkan tiket ke petugas dan bisa memasuki kawasan paling puncak.

Papan Penunjuk Arah

Bagi yang bingung mau milih area mana yang mau dikunjungi, cukup dengan melihat papan penunjuk arah yang menunjukkan lokasi masing-masing wisata. Papan tersebut cukup mudah dipahami, karena selain bahasa jepang juga tertulis dalam bahasa inggris.

Panorama Alam & Kota Kobe dari Puncak

Pintu keluar kereta gantung terhubung dengan area restoran (View Plaza) dan panorama lepas kota kobe.

Sejauh mata memandang, luar biasa indah.. Apalagi saat cuaca cerah, bakal jelas terlihat padatnya pemukiman penduduk di kota kobe, gedung-gedung pencakar langit, hamparan laut luas, pelabuhan kobe, bukit barisan yang terlihat seperti garis pembatas antara laut dan langit biru.

Kereta gantung silih berganti berlalu-lalang diketinggian melewati kebun-kebun herbal 4 musim dibawahnya. Atap-atap rumah kacapun terlihat unik dan menarik untuk disinggahi. Sungguh sebuah karya & maha karya yang keren!

Panorama ini bisa dinikmati dengan teleskop berbayar ¥100. Bahkan, Kobe Port Tower pun yang lanmark-nya Kobe bisa terlihat dengan jelas!

Pict taken by Etikuchan
View dari puncak

View Plaza

Di puncak ropeway, ada View Plaza. Bangunan bergaya eropa ini terdiri dari restoran, cafe dan area pertokoan; menjadi tempat terluas disini dan memberi kesan romantis! Area ini didekorasi dengan berbagai jenis bunga dan meninggalkan wangi flora.

Pict taken by Etikuchan
View Plaza

Bagi yang mencari TOILET, ada di lantai dasar gedung yang ada jam dindingnya.

Rose Symphony Garden

Disini terdapat banyak sekali jenis bunga mawar. Di tengah kebun, ada patung anak kecil yang memegang ikan, mulut ikan tersebut menganga lebar mengeluarkan air mancur yang mengalir ke kolam mungil berbentuk gelas piala. Artistik!

Spot di Rose Symphony Garden

Di berbagai sisi taman banyak tempat duduk untuk bersantai-ria.

Mori no Hall

Bangunan ini berada di dalam kawasan Rose Symphony Garden. Di beranda depannya ada Garden Cafe yang menjual aneka minuman yang didominasi dari bahan herbal.

Masuk ke tempat ini gratis! Di sebelah kanan pintu terpajang dengan cantik miniatur rumah dan kehidupan bergaya eropa. Benar-benar kreatif!

Miniatur bergaya eropa

Di sisi seberangnya ada aneka aroma dan wewangian herbal. Aneka tanaman seperti salah satunya kayu manis ditaruh di dalam kotak kaca, kemudian disisinya ada botol kecil berisikan wewangian khas kayu manis.

Di sisi kiri ada ハーブガイドアロマと香り, yang mungkin bila dibahasaindonesiakan berarti panduan aroma dan wewangian herbal. Kita bisa melihat secara langsung alat-alat yang digunakan untuk mengekstrak herbal. Tempat yang lebih mirip area presentasi ini buka pukul 11:00-11:45.

Selanjutnya, ada ruangan yang sepertinya toko yang menjual aneka aroma & wewangian herbal.

Di lantai 2, ada Mori no Hall yang ditutup, mungkin khusus untuk acara-acara tertentu saja.

Pintu keluar lantai 2 terhubung ke bangunan coklat tertinggi yang ada jam dindingnya. Bangunan ini berada diantara View Plaza & Rose Symphony Garden. Menelusuri anak tangga bisa kembali turun ke lorong antara area restoran & kebun mawar.

Glass House

Pernah maen game FarmVille nggak?! Kalo pernah, pasti bakal familiar sama bangunan yang satu ini, namanya glass house (rumah kaca). Mulai dari dinding sampai ke atapnya memang didominasi oleh kaca.

Glass House

Di dalam rumah ini, ada beberapa bagian yang masing-masingnya didekorasi dengan sangat unik. Ada taman, kamar mandi, dapur, ruang makan, ruang santai; semua punya konsep herbal!

Dibagian belakang, ada monumen ibu & anak yang dilatari dengan air. Sesekali muncul gelembung air. Kejernihan airnya bikin adem..

Di beranda belakang mungkin bakal jadi tempat yang paling disukai para pelancong (selain area puncak). Pemandangan lepas laut dan kota kobe kembali menakjubkan mata. Dan lagi, sofa empuknya bebas digunakan pengunjung untuk bersantai-ria, penat setelah melanglang-buana berasa menguap!

Diantara pengunjung ada yang memilih berendam kaki di Herbal Footbath, buka dari pukul 10:00-16:30. Disediain handuk juga lho, ¥100/lembar.

Herbal Footbath

Disini juga ada cafe yang menjual teh, kopi dan es krim herbal. Harganya variatif berkisar dari ¥600.

Pembelian Oleh-oleh

Aneka souvenir banyak dijual di lokasi pembelian tiket, lantai 4 gedung Herb Garden Bottom Station.

Selain lokasi shopping dan beli tiket, disini juga tempat pengambilan souvenir gratis buat pengunjung yang nge-share foto ke sosmed pake hashtag Nunobiki Herb Gardens & Ropeway dengan memperlihatkannya pada staf. Biasanya bakal dapetin sebungkus herbal camomile buat garam mandi di bathtub.

Akses

Akses ke lokasi bisa dengan kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi.

Kobe Cityloop Bus

Dengan kendaraan umum, bisa memanfaatkan subway khusus wisata yang dikenal dengan nama Kobe City Loop Bus.

Jika destinasinya hanya kebun herbal ini saja, bisa langsung naik bus di halte berlogo city loop. Bajet ¥260 (¥130 untuk anak-anak dibawah 12 tahun), bayar di mesin otomatis yang ada disamping kiri sopir.

Selama di bus, dilarang makan, minum, merokok ataupun bicara pake suara gede, termasuk menggunakan ponsel yang mengganggu (seperti: menerima telepon).

Jika punya destinasi lebih dari satu, recommended banget pake 1-Day Pass. Memang sedikit merogoh kocek tapi tentunya hemat dan praktis. Tiket dewasa ¥660 dan anak-anak ¥330, bisa dibeli di City Loop buses, Kobe Information Center di Stasiun Sannomiya dan di Tourist Information Offices di Shin-Kobe. Saat naik bus, perlihatkan tiket ke sopir/pemandu.

Bus Pariwisata

Tempat parkir kendaraan pribadi berbeda dengan bus wisata. Bus pariwisata dan kursi roda bisa langsung parkir di halaman pelataran yang ada di depan gedung yang bertuliskan Herb Gardens Bottom Station. Dari belakang gedung ANA Plaza, ikuti plang parkir yang ada disebelah kanan.

Mobil Pribadi

Tempat parkir untuk kendaraan pribadi ada di dalam gedung ANA Plaza. Dari belakang gedung ANA Plaza, plang parkir ada di sebelah kiri, ikuti jalan memasuki gedung, tempat parkir ada di lantai 6-8. Pembayaran parkir dengan kartu atau cash.

Turun dari tempat parkir (6F-8F) dengan lift menuju lantai 1. Jalan keluar gedung, masuki gerbang bertuliskan 布引ハーブ園/ロープウェイ, ikuti jalan khusus pejalan kaki sampai ketemu lift. Disamping lift tersedia map yang bisa digunakan sebagai panduan manual.

Untuk menaiki lift, antri dengan teratur, dahulukan pengunjung yang ada di dalam lift keluar dulu baru masuk dengan tertib. Kadang sesekali bakalan ketemu guide/volunteer di lift. Bobot lift hanya 11 orang.

Atau, pengunjung juga bisa menaiki anak tangga.

Catatan

  • Area Nunobiki Herb Gardens tutup pukul 16:30
  • Ropeway tutup pukul 17:15

Gallery

* Sebagian foto diambil dari koleksi foto Etikuchan, termasuk foto yang digunakan untuk judul

Kamus

  • 布引ハーブ園/ロープウェイ /nunobiki haabu-en roopuwei/ = Nunobiki Herb Gardens & Ropeway (Kebun Herbal Nunobiki & Kereta Gantung)
  • ロープウェイ /roopuwei/ = Ropeway (kereta gatung, gondola, lori
  • グラスハウス /gurasu hausu/ = Glass hause (rumah kaca)
  • 1-Day Pass/One Day Pass /wan dei pas/ = Tiket subway yang bisa digunakan seharian kemana saja sesuai aturan yang berlaku
  • 1F, 6F, 8F = Singkatan dari 1st Floor (lantai 1)
  • ハーブ園山麓駅 /haabu-en sanroku-eki/ = Herb Garden Bottom Station (Stasiun terbawah taman herbal)
  • 布引の滝 /nunobiki no taki/ = Nunobiki Waterfall (Air Terjun Nunobiki)
  • 布引五本松ダム /nunobiki gohonmatsu damu/ = Nunobiki Gohonmatsu Dam (Bendungan Gohonmatsu Nunobiki)
  • Budget = Kata serapan yang dibahasaindonesiakan menjadi bajet (anggaran)
  • ガーデンカフェ /gaaden kafe/ = Garden Cafe
  • ハーブガイドアロマと香り /haabu gaido aroma to kaori/ = Herb Guide Aroma & Fragrance (Panduan Aroma & Wewangian Herbal)
  • Cash = Bayar kontan
  • Guide = Pemandu
  • Volunteer = Sukarelawan

Related Link

Referensi

Opini O

Karena dikelola dengan sangat baik, kebun herbal ini luar biasa indah.. Wort it memang dengan harga tiket segitu.

*

Padahal, bunga yang dilihat juga banyak ditemui di Indonesia. Bedanya di Indonesia, mungkin karena saking banyaknya, bunga-bunga itu tampak tak berharga, bahkan ada yang mencapnya bunga kampung, contohnya: bunga tahi ayam; atau lebih memilih bunga yang lebih mahal (apalagi dengan iming-iming impor dari negara bla bla bla).

Di jepang, bunga-bunga yang biasa kita temui di negara kita jadi bernilai. Coba saja lihat di taman kota, taman bermain ataupun di beberapa tanaman hias; sebagian besar bunga-bunga itu cukup familiar. Tak heran bila di supermarketpun dijual dalam bentuk kemasan pot, benih atau bingkisan. Bahkan, menjadi salah satu spesies penghuni kebun herbal di kobe.

*

Tranpostasinya OK! Ada subway bus khusus wisata lengkap dengan buku panduan manual dalam bahasa jepang atau inggris. Tempat parkirpun terkoordinir dengan sangat baik. Pembayaran hanya sekali, jelas dan praktis; sesuai dengan waktu penggunaan. Sistemnya juga teratur, mobil pribadi tidak bisa parkir seenaknya di area bus sekalipun kosong. Bahkan, kursi rodapun memiliki area parkir khusus.

*

Sebagian besar orang Indonesia yang berkunjung kesini benar-benar memanfaatkan waktu untuk berlibur dan mengambil spot foto yang bagus. Pemandangan yang cukup kontras datang dari wisatawan barat, mereka tampak berlibur sekaligus belajar. Selain mengambil foto, mereka membaca penjelasan diberbagai spot yang mereka singgahi.

*

Mau ada atau tidak ada tong sampah, area ini selalu terjaga kebersihannya. Bahkan dengan banyaknya pepohonan dan tanam-tanaman dari segala jenis, sampah daun keringpun tak tampak menyemak di jalan setapak sekalipun.

*

Bagi teman-teman yang perutnya sensitif dengan minuman tertentu, mungkin sedikit memilah dalam pemilihan minuman ataupun kombinasinya. Jika terjadi mual, muntah, pusing dan/atau mencret, evaluasi dulu penyebabnya apa.

Salah satu kombinasi yang mungkin bisa bikin perut ga enak adalah krim cair berbungkus mungil transparan yang berasa asem, sepertinya. Bila ngalamin itu, segera minum banyak air putih atau susu cair, gejala lebih lanjut konsul ke pelayanan kesehatan terdekat.

Advertisements

Hello Kobe!

Budget

  • Tokushima-Kobe (Tokushima Bus EDDY) Round Trip ¥5,940
  • Sannomiya Center Street (Shopping Center in Kobe) FREE
  • Nankinmachi (China Town) FREE
  • City Loop (Bus Tourist Guide in Kobe) ¥660
  • Kobe Harbor-Land FREE
  • Kobe Port Tower FREE (outside)
  • Meriken Park FREE (outside)
  • Kobe Maritime Museum FREE (outside)
  • Ali’s Halal Kitchen (Set B) ¥1,250
  • Kobe Muslim Mosque FREE
  • Kitano Ijinkan-dori Street (3 houses) ¥1,400
  • Kobe Nunobiki Herb Gardens & Ropeway ¥1,120
  • Manneken waffle ¥1,077 (1 box)
  • TOTAL Budget ¥11,447

Gallery

Air Terjun Mandeh

Air Terjun Mandeh terletak di kawasan Mandeh, Pesisir Selatan. Meskipun demikian, wisata alam yang satu ini tak sepopuler Puncak Mandeh yang terkenal sebagai Raja Ampat-nya Sumatra. Kebanyakan wisatawan baru mengetahui panorama rancak ini setelah diberitahu oleh warga setempat.
Akses ke lokasi bisa menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat, melewati Puncak Mandeh dengan menyusuri jalan baru sebelum pemukiman warga. Jalan tersebut bisa terlihat cukup jelas dari Puncak Mandeh, ikuti jalan itu sampai bertemu jalan yang kurang bagus. Kemudian, teruskan perjalanan hingga + 1 km dan kita akan menemukan jembatan. Bagi yang baru pertama kali melewati rute ini, tak usah bingung, jembatan ini mudah ditemukan dan satu-satunya mendekati lokasi air terjun.
Setelah memarkirkan kendaraan, cukup berjalan beberapa meter dari pinggir jalan dan bersiap-siap terpukau dengan keelokan alam yang masih asri. Air terjun yang tak terlalu tinggi itu menguraikan partikelnya dengan sangat indah, ademm… Batu alam nan kokoh turut menyemarakkan mahakarya dari sang pencipta, mengagumkan..

Selamat berpetualang!! Oya, seluruh informasi ini beserta dokumentasi dan sebagainya dishare oleh Firman pada 6 November 2015; dengan perubahan seperlunya 🙂

Air Terjun Lembah Anai

Air Terjun Lembah Anai dikenal masyarakat Minangkabau dengan nama Aia Tajun atau Aia Mancua Lambah Anai terletak di Lembah Anai, dipinggir jalan raya trans Sumatera yang menghubungkan Kota Padang dengan Kota Bukittinggi, tepat di bagian barat Cagar Alam Lembah Anai. Air terjun dengan ketinggian sekitar 35 m ini merupakan aliran dari Sungai Batang Lurah Dalam dari Gunung Singgalang yang menuju daerah patahan Anai.

Wisata ini telah dikelola dengan cukup baik. Kita bisa beristirahat di gazebo-gazebo terbuka yang dibangun menjelang lokasi air terjun.

Akses kesini bisa menggunakan kendaraan umum ataupun pribadi. Bus yang melintasi tempat ini diantaranya Bus Padang-Bukittinggi, Bus Padang-Payakumbuh, dan beberapa bus lainnya. Ongkos sekitar Rp 20.000,-/orang.

Disekitar tempat ini banyak yang berjualan, mulai dari oleh-oleh hingga hidangan nasi (Rumah Makan Padang). Salah satu yang terkenal adalah jajanan pinukuik (kue panekuk) dan paragede angek (pergedel yang masih hangat) yang dijajakan oleh penjual dari mobil ke mobil dan memiliki pangkalan sekitar 10 meter dari lokasi air terjun.

Selain Air Terjun Lembah Anai, masih terdapat 2 air terjun lainnya di Lembah Anai, namun belum banyak diketahui oleh masyarakat luas karena lokasinya yang tertutup hutan lebat. Wisatawan yang berminat bisa mendatangi objek wisata tersebut dengan menempuh perjalanan sekitar 15 menit dari lokasi Air Terjun Lembah Anai.

Referensi

Lembah Anai, diakses dari Wikipedia “Ensiklopedia Bebas” pada 14 September 2015.

Lainnya

Gallery Air Terjun Lembah Anai

Air Terjun Lubuk Hitam (Aia Tajun Tigo Tingkek Lubuak Itam)

Air terjun dengan ketinggian > 600 m di atas permukaan laut ini terletak di kaki Bukit Barisan, Bungus, di jalan Padang menuju Pesisir Selatan. Tepatnya, dari Padang, sesudah Polsek Bungus, lalu belok kiri, ada jalan beton, menempuh perjalanan sekitar 5 menit dari jalan besar (dengan kendaraan bermotor). Disini tersedia tempat parkir dengan biaya Rp 5.000,-. Selanjutnya, kita perlu berjalan kaki sekitar 15 menit dari kaki bukit ke lokasi air terjun. Perkiraan waktu ini buat yang terbiasa hiking/mendaki, yang tidak terbiasa biasanya membutuhkan waktu lebih. Karena, kita mesti berjalan kaki dan mendaki (sedikit curam) dengan kemiringan 45 derjat. Namun, untuk viewnya, dilihat ke arah belakang, tampak pemandangan Bungus dan laut nan elok (Dayak & Trendnews, 2015).

Dayak, teman saya, bilang mungkin sekarang sudah menggunakan tiket masuk dan penanda jalan, karena dia pernah kesini sekitar tahun 2012 dimana wisata ini masih belum familiar, hanya penduduk sekitar atau orang-orang tertentu yang hobby saja yang datang ke lokasi ini. Saat itu (2012), disana belum ada yang jualan ataupun fasilitas lainnya, masih sangat pure natural. Jadi, mesti bawa bekal, makan di dekat sana memberi nuansa alam. Menurutnya, waktu yang paling bagus untuk kesini adalah pagi hari (Dayak, 2015).

Tempat ini memang lebih dikenal dengan nama Air Terjun Lubuk Hitam, namun orang Bungus Teluk Kabung menamainya dengan Aia Tajun Tigo Tingkek Lubuak Itam, karena memiliki 3 tingkatan. Anda bisa melihat tingkatan ketiga saat melalukan perjalanan Padang – Pesisir Selatan, menoleh saja ke sebelah kiri, terlihat jelas dari jalan besar, sangat indah.. (Trendnews, 2015).

Referensi
  • Dayak. 2015. Wawancara pada 23 Juli 2015. Dayak ke lokasi sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu (2011/2012).
  • Trendnews. 2015. Objek wisata Air Terjun Lubuk Hitam, Bungus, Padang. Diakses pada 23 Juli 2015.

Air Terjun Nyarai

Foto ini diases dari www.jalanjalanyuk.com
Foto ini diakses dari http://www.jalanjalanyuk.com

Air Terjun dengan ketinggian 7 hingga 8 meter ini terletak di Hutan Gumaran, Jorong Gumaran, Korong Salibutan, Kec. Lubuk Alung, Kab. Padang Pariaman Sumatera Barat. Tepat di dasarnya, terdapat kolam besar yang tampak kehijauan menampung aliran air tersebut. Sementara disisi kiri dan kanannya terdapat batu-batu besar yang berdiri dengan kokoh membendung air agar tidak keluar dari jalurnya (BEM SI UNAND 2015).

Indah banget..!! Karenanya, saya mencoba mengajak beberapa teman backpacker buat kesana. Eh, komentarnya satu suara semua, mau cowok atau cewek, podo wae, jauuuuh… Hadeh, jadi batal deh niat buat kesana.. 😦

Teman saya bilang, dia udah pernah kesana setahun belakangan, Air Terjun tersebut terletak di daerah Sikabu, Lubuk Alung. Akses kesana lancar, namun kita wajib pergi bersama pemandu (guide) dengan membayar Rp 20.000,-/orang. Kalau dari Lubuk Alung ke Sikabu memakan waktu sekitar setengah jam dengan menggunakan kendaraan bermotor. Lalu, dari Posko menuju Nyarai menempuh waktu 3 jam jika berjalan dengan santai (Bang Andry). Teman lain mengatakan, dia pernah mau kesana tapi batal karena akses kesana jauh dan memerlukan waktu 2 jam jalan kaki, apalagi saat itu air terjunnya lagi kering (waduuu..), (Kak Rachmie).

Referensi
  • BEM SI UNAND 2015.
  • Bang Andry via informasi verbal, 2015.
  • Kak Rachmie via informasi verbal, 2015.
  • Foto diakses dari http://www.jalanjalanyuk.com

Air Terjun 100 Tingkat

Saya udah lama nih denger cerita kalau di Lumin alias Lubuk Minturun, ada destinasi bagus, sayangnya akses kesana masih sangat sulit.. 😦 Kebetulan, teman saya, mimi dan choomee, kemaren udah sampe disana, itu foto mereka yang punya 😀 Cantik ya tempatnya.. 🙂

Mereka bilang, tempat ini belum dikelola, jalanan menuju kesanapun penuh tantangan dan harus menempuh jalan setapak hingga finish disini. Hm.. suatu saat saya pengen juga nyusul kesana 😉

Trip Berubah Haluan “Menuju Wisata Painan Nan Elok”

Setelah seminggu mengumpulkan voting trip ke pulau, akhirnya pada hari Jum’at (01/05/15), deal 7 dari 16 orang yang berencana ikut. Yah, cukup senang, akhirnya bisa juga ikut trip ekonomis ala backpacker dari teman saya, Dayak. Sebenarnya trip ini selalu diadakan setiap hari Minggu, kita cukup milih 2 dari pulau: Pulau Pagang, Pulau Pamutusan, Pulau Pasumpahan (trip bukit) atau Pulau Sekuai.

Untung aja harinya fix Minggu, padahal sempat jadiin Sabtu sebagai alternatif 😀 Karena pagi di hari Sabtu hujan lebat euy.. Ga berhenti sampe sore.. Kami sempat pesimis trip ini terancam batal 😦

Namun, sekitar jam 10, Mimi, salah satu personil (ciha, haha) yang akan ikut, sudah stay di rumah saya, kita udah sepakat buat masak bareng ntar malam 😀 Kita belanja di Pasar Lubuk Buaya, sebuah pasar tradisional yang cukup besar di ujung Kota Padang yang menyediakan berbagai bahan masakan, makanan dan keperluan rumah tangga dengan harga miring 😉 Kita udah beli ayam potong 12, cabe goreng giling tangan yang dibeli di tempat Mak Uwo langganan saya, minyak goreng 1/4 kg buat serap, cabe ijo, tahu sumedang, tempe, mentimun, dll; tambah parkir Rp 1.000,-; total biaya yang kita keluarkan adalah tadaaaaa… Rp 75.000,-!!! Ekonomis, bukan?! 😉 Sampe rumah, kita nungguin Cilot, dia lagi dalam perjalanan dari Bukittinggi ke Padang.

Akhirnya, Cilot sampai di rumah saya setelah sebelumnya sempat nyasar sampe ke Basko 😀 Cilot bawa oleh-oleh Bukittinggi, asik, kerupuk sanjai dan karakkaliang, yihi… 😀 Saya dan mimi langsung menyerbu dan mulai sibuk mengemil makanan renyah itu 😀

Malamnya, abis Maghrib, kita udah standbye di dapur nak masak. Kita mau bikin ayam goreng sambal dan oseng-oseng 🙂 Berhubung saya masih pake kompor minyak, masaknya jadi lamaaa… Baru kelar jam 22.30-an, capek nungguinnya, hoaaahm.. ngantuk lagi.. Mimi aja udah berlayar entah kemana-mana, alias udah tepar 😀 cuma Cilot yang standbye sambil nontonin Jupiter Ascending yang sempat saya promoin 😀 Akhirnya kelar juga.. Hm, yummy… Semua masakan kita simpan di dalam tudung saji. Besok Subuh tinggal masak nasi dan bungkus-bungkus 😉

Sebelum tidur, kita berharap besok (Minggu) hari cerah, bak kata Mimi “Puas-puasinlah hujan sekarang biar besok cerah” ucapnya santai, sementara antara Cilot dan saya tetap ada raut pesimis. Lalu, waaaa… kita dapat kabar buruk, 2 personil kita mengonfirmasi mundur karena suatu hal, mereka mendadak mengalami situasi sulit 😦

Alhamdulillah… bangun di pagi tanggal merah, cuaca memaklumi usaha kami, cerah berawan.. Oh, thanks God.. hanya Kau yang mampu mengerti segalanya 🙂 So, let’s go to the island, yehee…

Kita siap-siap.. Mimi udah siap membungkus nasi 1 magic com gede 😀 Makluuum… ntar kita kan bepergian jauh, jadi harus ready bekalnya.. 😉

Semua fix, Siscepun udah ikut bergabung. Kita tinggal parkir di pinggir jalan raya buat nungguin mobilnya Kak Ami, wuih.. stylenya udah pas banget buat ke pantai, santai dan energik 😀

Mobilpun melaju menuju Teluk Bayur, tempat Dayak menunggu sebagai guidenya kita-kita. Setelah ketemu, kita langsung ngikutin instruksinya Dayak buat membaca arah.

Namun, di tengah perjalanan, Pak Sopir sempat mengajukan protes tentang tempat tujuan kami. Kemudian setelah hampir sampai di Sungai Pisang, Mama Kak Ami yang kebetulan ikut juga berpendapat kalau sebaiknya perjalanan dihentikan, kemudian diikuti oleh persetujuan dari teman-teman lainnya. Yah, apa boleh buat guys, akses kesana memang belum dikelola dengan cukup apik.. Untunglah Dayak mengerti keputusan ini, “thanks, Day!”

Mama dan Kak Ami menawarkan kami untuk mencari rute lain yang aksesnya lebih mudah. Disusul dengan ide Pak Sopir untuk menjemput Mela ke Tarusan setelah saya bilang Mela sempat mengajak ke pantai yang mirip tempat shooting film Laskar Pelangi. Seantero mobil mulai gembira kembali, terutama Mimi, karena dia sempat nonton My Trip My Adventure kemaren (Sabtu, 02/05/15) kala Duta Wisata Pessel mengundang artis cantik Nadine ke Pesisir Selatan, salah satunya Pantai Batu Kalang.

Saya menguhubungi Mela via mobile, mengonfirmasi alamatnya dimana, dan.. sekitar sejam melaju, dengan kecepatan Fast & Farious ala Pak Sopir, kami sampai di Tarusan. Waaah… rumah Mela adem euy, dikelilingi sawah… 🙂

Disini ada yang menarik, saat Mela bilang temannya juga ada yang punya trip ke pulau, naiknya di dekat sini, kami berlima kompakan nanya “Bara (berapa)??” lalu ketawa heboh setelahnya 😀 Selesai rehat, setelah mendapat ijin dari Papa Mela, kami membawa Mela, menggantikan Dayak sebagai guide, tentunya dengan trip yang sangat berbeda 😉

Pertama, kami dipandu ke Pantai Batu Kalang. Waaah, pantai yang eksotis!! Belum banyak lho yang datang kesini.. Saya juga ga bakalan tau kalau Mela enggak pernah cerita. Berulang kali Mimi bilang “Pasti banyak yang nyari tempat ini setelah tayang di TV”, ucapnya yakin 😀

Pantai lepas yang dipagari oleh bukit-bukit barisan.. Terhampar luas laut biru dengan tepian yang dangkal.. Banyak ikan-ikan cicak merayap dan sembunyi di sela-sela bebatuan karang. Ada ikan hitam yang cantik.. Tangan saya jadi gatal-gatal ga sabar ingin menangkapnya, tapi saya yakin ga bakal mampu 😀 Bebatuan besar tertata rapi di ujung pantai dan beberapa diantaranya terdampar dengan megah di bibir pantai. Ada beberapa batang Pohon Bakau tumbuh menyemarakkan indahnya pantai ini, dikelilingi oleh banyak pancang terjal yang seolah siap menusuk siapa saja yang berani mendekatinya. Indah..

Ketemu beberapa ubur-ubur yang terdampar!! Kok bisa ya?? Waaah, baru kali ini melihat ubur-ubur beneran 😀 Unik ya bentuknya..

Nggak mau kehilangan moment ini, kami berselfieria dimana-mana. Hasilnya keren-keren…!! 😉 Dan.. yuhuuuu… saya berhasil menangkap ikan yang lumayan besar 1 ekor, luar biasa senangnya 😀 Lalu, Mela juga berhasil nangkap ikan yang lebih kecil berwarna bening. Ikan khasnya pantai.. Saya pernah menemukan salah satu dari jenis yang seperti ini di Pulau Cingkuak 😉 Ntar masukin akuarium ah… 😀

Saya jadi penasaran, kok telapak kaki saya perih ya.. Tadinya dikira karena menapaki pecahan karang atau kerang yang berserakan di punggir pantai, eh taunya luka!!! Bah, lumayan ini.. Pantas aja.. Jadi senasib sama Sisce 😦 Nah, kudu hati-hati ye, atau pake sepatu sekalian biar aman 😉

Hari mulai terik, perutpun mulai lapar. Setelah minta ijin sama empunya kedai, warga asli, kami makan siang di pondokan yang mengarah ke laut, waaah… mantap…

Setelah ini, kita menunggu konfirmasi dari teman Mela, ada trip lain yang ga kalah keren, Pulau Cubadak!! Pulau yang sempat menjadi kontroversi di youtube  itu 😀 Namun, setelah dirembukkan, kami lebih memilih meneruskan perjalanan ke Puncak Mandeh. Saya udah pernah liat fotonya dari Unjut dan akhirnya sekarang punya kesempatan buat kesana, asik 😀

Hm, dibandingkan Pantai Batu Kalang, Puncak Mandeh sudah lebih familiar. Disini rame pas kita nyampe. Ada seru dan enggaknya nih. Serunya, ya rame.. Tapi, ga serunya, tiap foto, harus berebut ngambil posisi yang viewnya bagus, atau kadang udah kece badai masang gaya, eh nongol entah siapa-siapa lalu-lalang di belakang kita, bikin sebal aja :3

Dari puncak ini, tampak aneka pulau berpencar dihamparan laut nan biru.. Langit yang cerah membiaskan warna yang cantik di permukaan laut. Udaranya sejuk.. Pepohonan disana melindungi kita dari silaunya cahaya matahari.. Hoaahm.. jadi ngantuk.. 😀

Cus, trip ketiga, Air Terjun Bayang Sani. Mela bilang tempatnya OK punya. “Apa lagi ituh? Cak mana ya bentuknya? Paling mirip air terjun kebanyakanlah, cuma tingkat dan kedalamannya aja yang beda-beda”. Awalnya saya penasaran, tapi ga terlalu excited kesana. Tiba-tiba, di luar jendela, saya melihat tempat yang waaah… kereeen… Ternyata itu dia yang namanya Air Terjun Bayang Sani!!! Waaaah.. uniiik.. beda banget dari air terjun kebanyakan, baru kali ini saya liat yang beginian.. 😀

Sebelumnya udah niatan buat mandi-mandi, namun karena suatu hal, saya lebih memilih mundur setelah ngeliat langsung medannya gimana, huft.. Saya juga sempat was-was, karena saat mengambil foto, sempat melihat ada batang kayu gede membentang di puncak air terjun sebelah kanan, mulai paranoid duluan takut kena timpuk 😀

Pelan tapi pasti, akirnya kita sampe di kaki bukit, tepat di tempat jatuhnya air terjun.. Waaah… saking derasnya airnya, kita jadi kayak ngerasa berada di tengah rintik hujan, sejuk… Alirannya yang deras seolah menghanyutkan segala kepenatan, beban pikiran dan masalah yang sebelumnya terbawa sampe kesini (sok puitis) 😀 Pokoknya cius deh, kerreeeen…!!!

Dengan ogah-ogahan, akirnya saya menurunkan badan juga ke kolam di bawah air terjun. Itupun awalnya cuma buat menemani Mimi dan Cilot. Brrrr… sejuuuk… Saya sempat berkukuh buat cuma merendam kaki doang, tapi setelah melihat Mimi dan Cilot merayap aman di air bersama ban gede rentalan, saya akirnya ikut. Waaah, sejuk nian.. 😉 Jadi berasa rugi kalau ga jadi berenang 😀

Kami berjalan hingga ke tengah kolam, meraba-raba dengan kaki sambil berpegangan di sisi luar ban. Tiba-tiba, kami terpeleset, melesat ke dalam air, tidak ada bebatuan tempat menginjakkan kaki, kami gelagapan!!! Siapapun diantara kami berusaha berpegangan kuat pada ban, namun ban itu oleng karena berat sebelah dan sayapun terbenam ke dalam air, panik.. tanpa sadar meneguk air yang sama sekali tak ingin saya teguk, berharap ada seseorang yang mau menyelamatkan, saya cuma bisa pasrah, mungkinkah hidup saya akan berakhir disini?? (Bah) Saya berusaha sampai ke permukaan, mencoba mengompensasi keadaan, ternyata.. sia-sia.. terdengar suara Mela dan beberapa orang memanggil nama saya dengan khawatir..

Lalu, datang sebuah tangan menarik saya, dan tentunya juga Mimi dan Cilot, ketempat yang ada pijakannya. Alhamdulillah, Ibu-ibu itulah pahlawan kami.. Tanpa dia, mungkin, saya rasa.. entahlah..

Padahal, saya sempat negative thinking  nih sama siIbu awalnya, coz cuma dia yang berani mengenakan pakaian minim begitu disana, tengtop sama celana ketat, dan Allahualam.. untuk kesekiankalinya, Tuhan mengajarkan saya “Don’t judge peoples by their look, no bodies perfect, you too!!”, benar-benar salut dan kagum sama siIbu, dia berani tampil beda di tengah kultur yang kental dan ahli berenang 🙂

Kami berganti baju, beh… segar.. tapi juga capek.. Kak Ami sempat nanya, “mau kemana kita lagi?”. Semua no comment, kayaknya satu suara, meskipun hari masih menunjukkan pukul 3. Akirnya kami memilih untuk pulang setelah mengantar Mela ke rumahnya. Hoaaahm, capek.. ngantuk.. tapi menyenangkan!! 3 rute ini mengobati kekecewaan kami karena batal ke pulau, bukan cuma pantai yang kami sisiri, tapi ada bukit dan lembah.. lengkap sudah 3 elemen 😉

Pemandangan dalam perjalanan menuju Padang, ada sunset..

Bacpacking To Payakumbuh

13 Desember 2014
Pai Baralek & Warung Sea Food "Pak Cik"

It’s time to going to wedding party… Yuhuuu….. 😀 Niat awalnya siy abis baralek (kenduri) ini, saya langsung balik ke Padang, eh teman saya malah nawarin buat nginap di tempatnya dulu dengan seabrek iming-iming travelling ples kuliner, saya jadi 50:50, berasa ogahan… Hm, yang namanya perjalanan jauh ga pernah bisa kita prediksi, walhasil saya nyerah, teman saya menang, saya nebeng dah tempat dia 😀 Untung aja udah prepare juga sedari humz, jadi ga repot deh mau nginap apa engga 😀 (Belajar dari pengalaman, sedia payung sebelum hujan, dari pada ntar merogoh kocek pula nak beli serba baru, mending dialokasikan buat keperluan lain, ya nggak?! 😀 ). Cus, kebetulan saya naik Bus Sarah nih yang katanya deket dari rumah teman saya itu. 🙂 Ongkos Rp 25.000,- (dua puluh lima rebeng) sejak BBM naik 😀 .

  • 09.46 SGO Lubuk Buaya
  • 12.10 Terminal Aur Bukittinggi
  • 12.25 Biaro
  • 12.41 Gerbang Kabupaten Lima Puluh Kota
  • 12.48 Kota Payakumbuh
  • 12.51 Ngalau Indah
  • 13.10 Simpang Labuah Silang
  • 13.20 Akirnya sampai di rumah mertua teman saya. Ini nih mak dan anak yang kompak 😀
  • 14.15 SMK 2 Payakumbuh

     

  • Rumah Adat Bakewi
  • …. Payakumbuh dapet penghargaan Piagam Adipura lho, guys..
14 Desember 2014
Harau Resort & Otw Padang
  • …. Sekitar jam 9-an, kita cus ke Harau Resort, aseek…Nah, sebelum berangkat nih, saya dibekali dulu sarapan nasi goreng sama teman, kemasannya itu lho…ekonomis, mungil dan lucu…tapi jangan salah…enak lho, kenyang lagi 😀 Jadi iri nih sama si Ojik (panggilan keren ini teman), semua serba ekonomis, enak dan bikin kenyang… Pantes aja ya teman-teman yang ngampung di Payakumbuh pada rajin pulkam, wong surganya makanan dimana-mana.. 😀
  • ….Yuk, let’s go… Seberapa jauh sih ini?! Muter kemana-mana, saya pasrah mau dibawa kemana nih sama si Ojik sekeluarga.. Tapi serius dah, pemandangannya OK punya tau… Gila, kenapa baru sekarang bisa mampir jalan-jalan ke Payakumbuh ya??! Selama ini kemana aja?! Rugi nih yang di Payakumbuh kalau belum pernah ke Harau, belum lagi Warung Sea Food Pak Cik, waduuuu…. jadi keingat terruuuss….yummy…
  • 09.34 Tau nih si Ojik sekeluarga malah mampir di rumah makan??? Bukannya udah kenyang abis makan nasgor tuh tadi sebelum pergi???! Hm…??? Ternyata, itu buat bekal ntar abis mandi pasti pada kelaperan, haaa..tau aja… 😀 Lupa juga nih nanya nama rumah makannya apa, kayaknya Mis Munin itu deh.. Mana pemandangan diseberangnya keren lagi, ckck…
  • 09. 38 Yuhuuu…. Welcome to Harau Resort 😉

Kirain udah sampe, eeeh…ternyata masih panjang perjalanan pemirsah… :3 Tapi terbayarlah sama pemandangan sekitar yang beneran T.O.P, guys.. Maap ya, ga bisa upload semua ini foto, ntar bikin semak saking banyaknya malah banyak pula yang kecantol ntar kesana, hahaa…ember..

  • Kalau ga salah (thrue), ini dinas perikanan deh…Lupa ding.. 😀
  • 09.44 Kirain…udah beneran nyampe, ternyata…ga tau inih dimana ini sebetulnya yang Harau, dari tadi udah 2x nih “Selamat Datang”nya???
  • 09.46 Subhanallah…cantiknya… 🙂 Megah…Sayang banget ya wisata sebagus ini belum familiar (atau saya keles yang ga update?? xixi…ssst…)
  • 09.47 Horraaaay….gerbang ketiga…!!!! 😀

Akirnya, ini nih Harau yang sebenarnya… Waaaah…amazing… Grand Canyon_nya Payakumbuh, nih.. Luarrr biasa…. cantik bangeeeet… Suasananya juga masih asri, lho… Subhanallah….

  • Air Terjun 1 (Satu)
  • Air Terjun 2 (Dua)
  • Air Terjun 3 (Tiga)

Out Bond yg dikelola Pak Bustami ini siap menguji nyali, hayyooo..siapa yg mau ikut?! Seru abisss…cucunya Pak Bustami ini aja yg bernama Neva, 3 tahun, bolak-balik tanpa takut lho…Bener2 luar biasa. Insert Rp 50.000,-

  • Tanaman Khas Harau Resort
  • 15.39 Go to Padang naik Bus Sarah (lagi) langsung nih ke loketnya, sempat ketinggalan Bus juga, untung aja ini Bus selalu ada 😀
  • 15.49 Bye… Payakumbuh… (Gerbang akhir)
  • 15.51 Bye… Tanah Datar… (Gerbang akhir)
  • 17.30 Bakso Rudal Panyalaian, maceeeeeeeeeeet…………Tapi Alhamdulillah, akhirnya bebas juga dari macet panjang, gara2 toronton mati mendadak & penyelesaian kecelakaan kemarin (Padang Panjang: fuso rem blom, kecelakaan 4 mobil + 9 motor, 3 orang meninggal).
  • 17.48 Gooo….
  • 20.38 Padang, alhamdulillah, misi selesai… hari yang indah… 🙂

Harau Resort Payakumbuh

Harau Resort (Lembah Harau)

Harau Resort atau lebih dikenal dengan Lembah Harau terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Tempat ini dikelilingi oleh bebatuan granit dengan ketinggian 100-500 m dan memiliki 3 macam air terjun dengan ketinggian sekitar 100 m (BEM SI UNAN 2015).

Berdasarkan penelitian, di Lembah Harau ini terdapat jenis batu yang hanya bisa ditemukan di dasar laut. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, mereka percaya bahwa dulunya lembah ini adalah laut (BEM SI UNAN 2015).

Lembah Harau dijuluki Lembah Yosemite di Indonesia karena memiliki keindahan seperti Taman Nasional Yosemite yang terletak di Sierra Nevada California dan telah terkenal ke seluruh dunia (BEM SI UNAN 2015).

Sebelum sampai di Harau Resort, kita akan melewati 3 gerbang:

Pemandangan alam menuju Harau Resort:

Harau Resort

Air Terjun 1 (Satu)
Air Terjun 2 (Dua)
Air Terjun 3 (Tiga) & Outbond

Disini ada Out Bond yang dikelola oleh Pak Bustami, siap menguji nyali anda. Seru.. cucunya Pak Bustami ini aja yg bernama Neva, 3 tahun, bolak-balik tanpa takut. Benar-benar luar biasa. Insert Rp 50.000,-

Tanaman Khas Harau Resort

Tanaman sejenis Pakis (lupa namanya) ini dijual sekitar Rp 60.000,-. Uniknya, pada bagian akarnya menyerupai tumpukan/gumulan bulu Siamang.

Bunga Anggrek Kantong ini dijual sekitar Rp 75.000,-. Pada bagian bawah bunganya menyerupai kantong dengan warna yang indah..

Referensi
  • BEM SI UNAND 2015.
Lainnya